18 C
Sukabumi
Senin, Juli 15, 2024

Sudah direstui keluarga, Sule pastikan Mahalini mualaf sebelum dinikahi Rizky Febian

sukabumiheadline.com - Kepastian siapa yang berpindah keyakinan...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Smartphone dengan Peforma Mewah, Spesifikasi Xiaomi 13T Dilengkapi Kamera Leica

sukabumiheadline.com - Xiaomi selalu menjadi incaran bagi...

Soal Toll Gate Wisata di Sukabumi Dirusak, F-Golkar: Evaluasi dan Cari Oknum yang Bermain

PolitikSoal Toll Gate Wisata di Sukabumi Dirusak, F-Golkar: Evaluasi dan Cari Oknum yang Bermain

SUKABUMIHEADLINE.com l CICURUG – Libur Lebaran 2022 telah usai, hampir semua tempat wisata di Kabupaten Sukabumi dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah. Drama kemacetan lalu lintas dan ekses lain yang ditimbulkan terbayar dengan kesediaan wisatawan membayar berbagai macam retribusi.

Hal itu dikemukakan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi HM Agus Mulyadi, ketika dimintai pendapat terkait aksi massa di kawasan objek wisata Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, yang merusak pos toll gate wisata.

Namun demikian, Agus menilai Dinas Pariwisata dan Dinas Pendapatan Daerah untuk segera melakukan evaluasi. Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih pungutan, sehingga memberatkan masyarakat.

“Harus menjadi bahan evaluasi dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Dinas Pendapatan Daerah, agar tidak terjadi tumpang tindih pungutan, sehingga kenyamanan masyarakat terganggu,” kata Agus kepada sukabumiheadline.com, melalui aplikasi perpesanan, Rabu (11/5/2022).

Untuk itu, Agus berjanji, sebagai anggota Fraksi Golkar dan Komisi III akan segera melakukan komunikasi dengan dinas-dinas terkait.

“Kami Komisi III akan segera melakukan komunikasi karena kemungkinan pungutan tidak semuanya masuk ke kas pemerintah daerah. Kemungkinan ada kebocoran, ada oknum-oknum yang bermain. Ini harus segera ditertibkan,” tegas dia.

Agus juga berharap, ke depan masyarakat bisa berwisata dengan nyaman, tanpa harus mengeluarkan biaya yang tidak semestinya.

“Jadi kami akan mendorong dilakukan evaluasi. Komisi III akan mencari tahu, siapa sebenarnya yang melakukan pungutan, jangan sampai masyarakat terbebani,” tandas Agus.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Ujunggenteng melakukan aksi perusakan pos retribusi dan toll gate wisata karena menilai besarnya pungutan kepada wisatawan tidak sebanding dengan fasilitas yang dibangun oleh pemerintah daerah.

Bahkan, warga menyebut, untuk urusan sampah pun, melibatkan warga setempat. Selengkapnya: Minim Fasilitas HTM Ujunggenteng Sukabumi Rp70 Ribu, Toll Gate Direbut Warga

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer