Survei: Sandiaga Uno Tak Ngaruh PPP Tak Lolos ke Senayan, Ini Penyebabnya

- Redaksi

Sabtu, 30 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera dan logo Partai Persatuan Pembangunan. - Istimewa

Bendera dan logo Partai Persatuan Pembangunan. - Istimewa

sukabumiheadline.com l Hasil sejumlah lembaga survei mengungkap jika Partai Persatuan Pembangunan (PPP) gagal lolos di Pemilu 2024. Partai berlambang Ka’bah yang kini di bawah komando Mardiono itu disebut memperoleh elektabilitas kecil di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

Survei terbaru  Centre for Strategic and International Studies (CSIS), pada Desember 2023, menempatkan PPP di posisi kesembilan dan diprediksi tidak lolos parlemen dengan elektabilitas hanya 3,5 persen.

Sementara survei yang digagas Indikator Politik Indonesia mencatat PPP menjadi satu dari delapan partai yang diperkirakan tidak lolos ambang batas parlemen 4 persen dan gagal masuk DPR di Pemilu 2024. PPP berada di urutan kedelapan dengan elektabilitas 2,8 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Survei serupa juga dilakukan Litbang Kompas yang merilis PPP hanya meraih elektabilitas 2,4 persen. Delapan partai lain yang tak lolos ke DPR adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Buruh, PBB, Partai Ummat, Partai Garuda, Partai Gelora, dan Partai Hanura.

Sementara itu, Polling Institute mencatat 10 partai yang diprediksi tidak lolos ke DPR. Satu di antaranya adalah PPP dengan elektabilitas 3,5 persen.

 

Sejumlah pakar politik mengungkapkan sejumlah akar masalah yang membuat PPP terancam gagal masuk DPR lewat Pemilu 2024 berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga. Salah satunya adalah PPP gagal mendapatkan coattail effect atau efek ekor jas dari Pilpres 2024.

Dukungan PPP terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 Ganjar Pranowo-Mahfud MD tak mampu menarik suara elektoral.

Perbedaan ideologi partai dan paslon menjadi penyebabnya. Ganjar-Mahfud secara institusional capresnya lebih mengidentikkan kaum nasionalis, sementara PPP partai islam.

Karenanya, PPP dinilai telah keliru mengambil strategi untuk Pilpres dan Pileg 2024. Keputusan tersebut, lanjut Agung, diperparah dengan konflik internal partai berlambang Ka’bah tersebut.

Di sisi lain, kepemimpinan Mardiono dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno yang dinilai telah kehilangan arah.

Hal itu menyebabkan kebingungan di internal partai dalam mengampanyekan paslon yang didukung karena tidak beririsan dengan massa PPP.

Pengaruh Sandiaga Uno

Kehadiran Sandiaga sebagai Ketua Bappilu juga tidak membantu banyak. Sebab, Sandiaga sendiri kesulitan untuk mempertahankan elektabilitas dan popularitasnya.

Sejumlah pengamat menilai kondisi saat ini merupakan senjakala bagi PPP. Padahal, sejak era Djan Faridz memimpin PPP, banyak menghilangkan tokoh-tokoh kunci yang menjadi simbol PPP, Suharso membuatnya kian buruk, meskipun di akhir masa kepemimpinan sebelum ia dikudeta Mardiono.

Berita Terkait

Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunung
Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar
SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%
Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan
Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu
Eksekutor pecah kaca dan gembos ban beromzet Rp4,1 miliar diringkus di Sukabumi
Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Wapres, Gibranisti: Kampungan
Ogah punya wapres tak punya ijazah SMA, Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Gibran

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB

SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu

Berita Terbaru