Tobat Jadi Preman, Pria Ini Jualan Bubur Ayam Omsetnya Rp300 Juta per Bulan

- Redaksi

Minggu, 30 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jerry jualan bubur ayam. l Istimewa

Jerry jualan bubur ayam. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com I Jerry, seorang preman yang mendapat hidayah untuk kembali ke jalan lurus. Ketika keinginan kuat untuk berubah datang tak seorang pun bisa menghalanginya. Tekad mantan preman di sebuah terminal insaf dan memutuskan mencari penghasilan dari cara halal.

Sebelum memulai usaha jualan bubur ayam, ia sempat belajar membuat bubur ayam khas Pemalang kepada kakaknya. Dan kini, usahanya itu sudah memiliki 8 cabang.

Meski demikian, pada awalnya, tak semudah yang dibayangkan. Ia kerap mengalami lika-liku, bahkan sempat gagal di beberapa tempat mangkal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya cari tempat itu susah banget buat jualan. Udah pernah cari ke Kuningan, Tebet, tapi gak cocok karena kontraknya mahal,” ujar Jerry dikutip dari kanal YouTube Kawan Dapur.

Hingga akhirnya pada tahun 2012 ia menemukan tempat berjualan di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Di sanalah usaha bubur ayamnya berjalan dan diberi nama Bubur Ayam Bang Jerry.

Di sejumlah gang, ada empat lapaknya yang menjajakan bubur ayam. Sementara empat cabang gerobak lainnya, tersebar di Mangga Besar dan Tangerang. Setiap hari, Jerry dan seluruh pegawainya harus membuat puluhan liter bubur.

Tak disangka, saat pertama kali berjualan, bubur ayamnya langsung laris diserbu pembeli. Dari yang awal hanya menggunakan 3 liter beras, kini bisa menghabiskan 7 hingga 12 liter.

Alhasil, tak butuh waktu lama bagi Jerry untuk membuka cabang baru usaha bubur ayamnya. Selang dua bulan, ia berhasil mendirikan cabang keduanya yang berlokasi tak jauh dari cabang pertama.

Usahanya pun semakin berkembang pesat, hingga setiap beberapa bulan ia membangun cabang baru dan kini Jerry sudah memiliki 8 cabang.

“Delapan cabang, di Pademangan empat, di Mangga Besar dua, dan dua di Tangerang. Ada yang (bawa) 9 liter, ada yang 5, 6 4, 8, sama 7. Kalau di sini 9 liter. Kalau sore 5 liter. Satu porsi (bubur) Rp10 ribu. Kalau hari libur, bisa bawa 20 liter,” kata Jerry.

Bubur ayamnya dibanderol sekitar Rp10 ribu per porsi. Sebelum pandemi Covid-19 biasanya ia dan karyawan bisa berjualan bubur ayam di tiga waktu dalam sehari. Namun, kini hanya bisa dua waktu saja.

“Dulu pagi, sore, sampe malam. Jadi kalau bubur abis ya masak lagi,” ungkap Jerry yang kini telah memiliki 17 karyawan.

Lebih jauh, ia mengaku tak menyangka bahwa dirinya bisa sukses menjadi juragan bubur ayam. Dari hasil kedelapan cabangnya itu, Jerry bisa memperoleh omset mencapai Rp300 juta per bulan.

Berita Terkait

Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia
Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%
Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil
Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan
Insentif SPPG Rp6 juta per hari ditata ulang
15 kecamatan terbanyak konsumen air bersih dan volume di Kabupaten Sukabumi
Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM
Menghitung produksi susu sapi dan kambing di Sukabumi serta kandungan gizinya

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:20 WIB

Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:34 WIB

Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:08 WIB

Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIB

Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:52 WIB

Insentif SPPG Rp6 juta per hari ditata ulang

Berita Terbaru

Ilustrasi perdamaian dua pihak yang bertikai - sikabumiheadline.com

Internasional

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Senin, 15 Jun 2026 - 19:50 WIB

Ilustrasi penumpang pesawat di bandara - sukabumiheadline.com

Internasional

Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:30 WIB