Ujian berat warga Jampang Tengah Sukabumi belum berakhir, diaspal hanya tahan 3 bulan

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ujian berat warga Jampang Tengah Sukabumi belum berakhir, diaspal hanya tahan 3 bulan - Saepudin Galih

Ujian berat warga Jampang Tengah Sukabumi belum berakhir, diaspal hanya tahan 3 bulan - Saepudin Galih

sukabumiheadline.com – Ujian berat warga Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih belum berakhir. Meskipun ruas Jalan Provinsi penghubung dengan Kota Sukabumi, saat ini relatif jauh lebih baik, namun sebagian besar ruas jalan Kabupaten dan Jalan Desa masih banyak yang hancur.

Bahkan, banyak di antaranya masih berupa tanah. Seperti di ruas jalan penghubung dua desa, yakni Tanjungsari dan Bojongtipar. Akibatnya, warga dua desa tersebut selama bertahun-tahun harus pasrah dalam kondisi sulit.

Saepudin Galih (35), salah seorang warga mengaku kondisi jalan hancur tersebut semakin membuat perekonomian warga kian tertekan.

“Yang merugikan warga, seperti perekonomian sulit, dan banyak korban yang kepeleset lalu terjatuh,” kata Galih kepada sukabumiheadline.com, Rabu (14/1/2026).

“Terlebih, sebagian besar warga di sini juga berprofesi sebagai petani. Untuk menjual hasil pertanian ke kota ongkos kirim jauh lebih mahal, karena kendaraan juga cepet rusak,” imbuh Galih.

Ditambahkan Galih, 200 meter dari total sekira 8 km jalan tersebut pernah diaspal. Namun, aspal hanya bertahan selama tiga bulan.

Baca Juga :  Pura-pura Test Drive Motor tapi Mau Kabur, Pria Nyalindung Sukabumi Dibekuk Polisi

“Pernah diaspal, tapi hanya tahan tiga bulan. Itu pun hanya sekira 200 meter. Sisanya, belum pernah diaspal sama sekali,” kata warga Desa Tanjungsari tersebut.

Galih berharap pemerintah lebih memerhatikan daerahnya, karena sedikitnya ada sekira 7 ribu warga meliputi dua desa tersebut.

“Harapan saya semoga pemerintah memerhatikan gimana keluh kesah warganya. Tiap hari melewati jalan yang begitu sulit dilewati, semoga cepat ada pembangunan,” katanya.

“Apalagi sekarang musim hujan lama, perekonomian kami jadi tambah berat,” pungkas Galih.

Berita Terkait

Disentil KDM, Pemkab Sukabumi satset verval korban bencana di Simpenan
11 kecamatan di Sukabumi diterjang banjir dan longsor, karya KDM rungkad
Momen Bupati Sukabumi dipuji setinggi langit oleh KDM, sebelumnya sempat dikritik
Pria pelaku pencabulan anak di Cisaat Sukabumi ditangkap di rental PS
Ngeri, penemuan mayat tanpa kepala tapi tubuh utuh di Sukabumi
Nestapa Abah Uloh, lansia korban bencana alam Sukabumi huni gubuk reyot
Batu numpuk dalam rumah, warga korban bencana Sukabumi nangis tak ada perhatian
Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:26 WIB

Ujian berat warga Jampang Tengah Sukabumi belum berakhir, diaspal hanya tahan 3 bulan

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:00 WIB

Disentil KDM, Pemkab Sukabumi satset verval korban bencana di Simpenan

Selasa, 13 Januari 2026 - 01:33 WIB

11 kecamatan di Sukabumi diterjang banjir dan longsor, karya KDM rungkad

Senin, 12 Januari 2026 - 00:01 WIB

Momen Bupati Sukabumi dipuji setinggi langit oleh KDM, sebelumnya sempat dikritik

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:42 WIB

Pria pelaku pencabulan anak di Cisaat Sukabumi ditangkap di rental PS

Berita Terbaru

Xiaomi 17 Pro Max - Xiaomi

Tak Berkategori

Xiaomi 17 Max meluncur tahun ini, cek review spesifikasi dan harga

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:01 WIB