Usaha Es Cendol Bangkrut, Pria Kebonpedes Sukabumi Raup Jutaan Rupiah dari Gelang

- Redaksi

Rabu, 12 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelang kreasi Topik Hidayat. l Dok. Pribadi

Gelang kreasi Topik Hidayat. l Dok. Pribadi

SUKABUMIHEADLINES.com I KEBONPEDES – Jika dulu gelang lebih banyak dibuat dari logam, kini tidak lagi. Selain dari bahan logam seperti emas, perak, platina dan lainnya, kini gelang juga bisa berupa rangkaian untaian mutiara atau manik-manik hingga akar pohon.

Topik Hidayat, salah seorang perajin aksesoris di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, memproduksi gelang dari bahan tali arus atau lebih dikenal dengan akar bahar.

Sebelum menggeluti usahanya aksesoris gelang, Topik biasa mangkal berjualan es cendol. Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, usaha es cendolnya terpukul hingga kemudian gulung tikar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, Topik pun memutar otak agar bisa tetap memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ia pun mulai berpikir untuk menjadi perajin gelang akar bahar karena memang sejak lama memiliki hobi membuat berbagai aksesoris.

Topik juga mengaku memiliki alasan lain yang membuatnya bulat tekad untuk memulai usaha baru sebagai perajin aksesoris, yakni kecintaanya terhadap budaya Sunda. Alasan tersebut membuat Topik berkeinginan kuat untuk melestarikan Budaya Sunda melalui kreasi aksesoris dari bahan yang berasal dari alam.

Baca Juga :  Upah Kurir per Kg Sabu Ditangkap Polisi di Cicurug Sukabumi Ternyata Tak Sebanding
2 3
Hasil Kerajinan Topik Hidayat. I Dok. Pribadi

“Sampai pertengahan tahun 2019 saya masih berjualan es cendol, mangkal. Lalu karena mulai pertengahan 2019 ada Covid-19, saya dipaksa memutar otak. Sampai muncul tuh ide untuk membuat gelang. Dari dulu saya memang hobi membuat aksesoris, terus karena saya orang Sunda, saya ingin melestarikan budayanya supaya tidak hilang dimakan zaman,” ungkap laki-laki 37 tahun itu kepada sukabumiheadlines.com. Selasa (11/1/2022).

Topik mengaku belajar membuat aksesoris gelangnya secara otodidak. “Saya belajar sendiri untuk bikin gelangnya, karena memang sudah dari dulu hobi bikin aksesoris, ya sekarang sudah makin bagus hasilnya,” kata dia

Strategi Pemasaran

Untuk memasarkan produk aksesorisnya, Topik mengaku mengoptimalkan promosi dan pemasaran melalui media sosial (medsos).

Perlahan tapi pasti, penjualan aksesoris gelang akar baharnya terus meningkat, terbukti gelang yang ia buat sudah merambah ke berbagai kota di luar Sukabumi.

3 3
Gelang kreasi Topik Hidayat. l Dok. Pribadi

“Saya ngikutin cara berjualan zaman sekarang, via online. Alhamdulillah hasilnya lumayan. Untuk pembeli, alhamdulillah dari luar Sukabumi juga banyak. Ada yang datang langsung atau pesan secara online dari kota-kota di luar Sukabumi, seperti Cikarang, Bekasi, Garut, Bandung,” papar Topik.

Baca Juga :  Dua Rumah di Warungkiara Sukabumi Nyaris Roboh

Selain itu, Topik juga memasarkan kreasinya dengan cara direct selling atau menjual langsung hasil kerajinannya di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya menjualnya juga secara langsung ke warga di sekitar rumah. Kebetulan rumah saya dekat dengan museum jadi kalau ada pengunjung datang ke museum, ya sekalian beli,” tambah bapak satu anak itu.

Modal Usaha

Berbicara modal usaha aksesorisnya, Topik mengaku mengeluarkan modal awal sebesar Rp200 ribu. Dari modal yang ia keluarkan itu, saat ini ia meraup untung Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan.

Alhamdulillah, bersyukur sekali. Waktu masih berjualan es cendol, penghasilan saya hanya Rp600 ribu sampai Rp700 ribu dalam sebulan. Sekarang alhamdulillah menjadi Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta per bulannya,” pungkas Topik.

Berita Terkait

Membanding produksi daging kerbau, sapi, kambing, domba dan babi di Sukabumi
Gentengisasi: Harga genteng di Jawa Barat ditetapkan Rp4.300 per keping
Daftar kecamatan penghasil petai Sukabumi, produksi ribuan ton
KRL Sukabumi dan Cikampek: Danantara siapkan Rp50 triliun, ini yang awal digarap
Tak puas dengan kualitas, rasa dan porsi MBG? Lakukan 5 langkah mudah ini
Volume produksi daging sapi Sukabumi, kandungan gizi dan harga
Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, dari Israel garap proyek di Maluku Utara
Anjlok! Ini rincian Dana Desa 2026 se-Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gentengisasi: Harga genteng di Jawa Barat ditetapkan Rp4.300 per keping

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:00 WIB

Daftar kecamatan penghasil petai Sukabumi, produksi ribuan ton

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:00 WIB

KRL Sukabumi dan Cikampek: Danantara siapkan Rp50 triliun, ini yang awal digarap

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:41 WIB

Tak puas dengan kualitas, rasa dan porsi MBG? Lakukan 5 langkah mudah ini

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:45 WIB

Volume produksi daging sapi Sukabumi, kandungan gizi dan harga

Berita Terbaru

AJS JFT 125 - AJS

Otomotif

Kenalin AJS JFT 125, scrambler Eropa harga terjangkau

Senin, 2 Mar 2026 - 15:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131