Warga Sukabumi kaya mendadak dengan siput ningrat, potensinya tak terbatas

- Redaksi

Minggu, 14 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerang Abalon atau Siput Ningrat - Istimewa

Kerang Abalon atau Siput Ningrat - Istimewa

sukabumiheadline.com – Kawasan pesisir pantai Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyimpan harta karun yang nyaris tak terbatas jika dirawat dan dioptimalkan. Tak hanya dikenal karena keindahannya, kawasan pantai Sukabumi juga menyimpan harta karun yang bikin warga ya kaya mendadak.

Ya, harta Karun itu bernama kerang abalon, abalone atau biasa disebut dengan siput ningrat. Terlebih jenis kerang abalon mata 7 yang diklaim sebagai asli hasil laut, bukan ternak atau budidaya, di kawasan pantai Sukabumi.

Informasi dihimpun, siput ningrat mata 7 ini hanya bisa diperoleh di Pantai Minajaya, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap dan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Mengunjungi Pantai Minajaya, menikmati sunset yang indah dan berombak lembut

Kerang Abalon atau Siput Ningrat - Istimewa
Kerang Abalon atau Siput Ningrat – Istimewa

Ciri-ciri Siput Ningrat

Siput ningrat atau kerang abalon adalah jenis kerang yang berbentuk telinga, sehingga oleh nelayan setempat kerap disebut kerang telinga laut.

Di dunia, diperkirakan ada sekira 70 jenis abalon dan setengah dari jumlah tersebut diperkirakan hidup di perairan Indonesia dan Filipina.

Baca Juga: Nelayan Tegalbuleud Sukabumi Berharap Dibangun Pemecah Ombak dan Dermaga

Abalon juga mempunyai cangkang yang terletak pada bagian atas. Pada cangkang tersebut terdapat lubang-lubang dengan jumlah yang sesuai ukurannya. Semakin besar ukuran, makin banyak lubang yang terdapat pada cangkang.

Selain rasanya yang lezat, kerang ini disebut memiliki banyak manfaat. Bahkan di Cina, kerang ini dikenal sebagai makanan keberuntungan. Maka tak heran, menu berbahan dasar abalon selalu dicari.

Baca Juga :  Gegara tumpukan sampah, Nadine Merry gagal nikmati keindahan pantai di Sukabumi

Menurut catatan sejarah, dalam pesta atau jamuan istimewa lain, abalon selalu menjadi makanan favorit yang tidak semua orang bisa mencicipinya. Selain karena mahal, kerang mata tujuh ini juga sulit ditemukan.

Menurut Pakar Perikanan IPB, Andri Iskandar, abalon memiliki kandungan gizi tak ternilai. Hal itulah, menurutnya, yang menjadikan abalon mahal.

“Abalon memiliki cita rasa yang khas karena mengandung 71,99 persen protein, 3,2 persen lemak, 5,6 persen serat kasar, dan 0,6 air,” jelas Andri dikutip sukabumiheadline.com dari jurnal ilmiahnya, Ahad (14/7/2024).

Baca Juga: Jalan rusak dan fasilitas kumuh, ormas JTM bubarkan Pos Retribusi Pantai Minajaya Sukabumi

Peluang pasar kerang abalon

Untuk pasar Jakarta, banyak restoran mancanegara menyediakan menu berbahan dasar kerang ini. Untuk mencicipi setiap potong abalon siap saji di restoran itu, setiap pengunjung harus merogoh kocek minimal Rp350 ribu/porsi.

Bukan tanpa alasan kenapa satu porsi menu kerang ini dijual mahal. Hal itu karena harga dari petani kerang juga berhari fantastis. Untuk kerang Abalon kering berukuran kecil saja, dijual dengan harga Rp240 ribu per kilogram.

Bahkan, ada menu-menu spesial dari abalon kering yang harga per porsinya mencapai Rp700 ribu hingga Rp1,2 juta.

Baca Juga: Nganteuran: Resep Perempuan Jampang, Kemesraan Wanita Sukabumi dan Lingkungannya di Masa Silam

Kerang Abalon atau Siput Ningrat - Istimewa
Kerang Abalon atau Siput Ningrat – Istimewa

Abalon bisa dibudidayakan 

Karena permintaan yang terus meningkat, nelayan dan, Andri Iskandar mengungkap bahwa kerang ini bisa dibudidayakan. Karenanya, potensi abalon nyaris tak terbatas.

Baca Juga :  Mak Tami, Wanita Lansia Penyapu Bersih Sampah Plastik di Pantai Sukabumi

Hal ini tentunya menjadi kabar baik karena harga jual abalon di pasar domestik berkisar antara Rp 250.000-Rp 600.000 per kg, tergantung ukuran. Sedangkan untuk harga internasional, seperti ke Jepang dan Eropa, jauh lebih menggiurkan.

Baca Juga: Awet, dalam 8 tahun jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi hanya turun 1%

“Sedangkan di pasar internasional harganya berkisar antara 22 sampai 26 US Dolar per kg, tergantung kualitas dan jenisnya,” ungkap Andri.

Adapun untuk kegiatan pembenihan, tambah dia, bisa dimulai dengan pemeliharaan induk sampai gonad atau matang. Induk ditempatkan di dalam peti plastik dengan kepadatan 40-50 ekor/unit dan diberi pakan makroalga.

“Gonad induk yang telah siap dipijahkan berkembang dan menutupi organ hepatopankreas lebih dari 50%, dan pemijahan dilakukan di wadah pemijahan,” jelasnya.

Selanjutnya, pemeliharaan larva dilakukan di dalam wadah yang sebelumnya telah dikultur diatom bentik sebagai pakan larva. Abalon berukuran 1-2 cm dipanen dan dipindahkan ke wadah pemeliharaan benih.

“Pemeliharaan benih dilakukan selama 2-3 bulan dan menghasilkan benih abalon yang siap dijual dengan ukuran 3 cm. Kegiatan pembenihan menghasilkan FR 60 persen, HR 85 persen, dan SR 0,1-1 persen,” papar Andri.

“Pengemasan benih dilakukan melalui tiga tahap, yaitu kantong jaring dengan kerapatan 75-100 ekor per kantong, kantong plastik berisi 20 kantong jarin per kantong plastik, dan boks styrofoam berisi 1 plastik per boks styrofoam,” pungkas Andri.

Berita Terkait

Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa
Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan
Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek
Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan
IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik
21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi
AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL
Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 10:00 WIB

Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:32 WIB

Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:18 WIB

Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:45 WIB

IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:00 WIB

21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131