sukabumiheadline.com – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, memicu bencana banjir dan longsor yang menerjang belasan kecamatan di Kabupaten Sukabumi, sepanjang akhir pekan kemarin.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 15 bencana menerjang 11 kecamatan dalam kurun 12 jam terjadi pada Ahad (11/1/2026) lalu.
Halnitu diungkap Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna. Ia menjelaskan, cuaca ekstrem berlangsung sejak Ahad pagi memicu bencana alam, seperti longsor dan banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terhitung sejak Ahad pukul 07.10 WIB hingga sore, laporan kejadian bencana masuk dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Ciemas, Surade, Cidolog, Nyalindung, Simpenan, dan Parakansalak.
“Selain itu, dari P2BK Bojonggenteng, Cibadak, Gunungguruh, Cisaat, hingga Kecamatan Palabuhanratu,” ujar jelas dalam keterangan resminya, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (13/1/2026).
Sementara itu, bencana tanah longsor menjadi ancaman paling mendominasi, seperti longsor yang menutup akses Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua, di Kampung Cipamunguan, Kecamatan Simpenan.
Bencana longsor juga terjadi di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog. Lalu di Kabandungan, longsor menimpa satu unit rumah di Kampung Cianaga.
Sementara itu, bencana longsor yang terjadi di Kampung Ranca Oray, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, membuat tugu Jabar Istimewa, yang merupakan tagline Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, yang terletak di sisi Jalan Provinsi rungkad (ambruk) tergerus longsor hingga ke dasar tebing.
Longsor juga menggerus tembok penahan tanah (TPT) jalan tersebut hingga ambruk ke jurang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun berjanji segera memperbaiki jalan rusak akibat longsor tersebut.
Selain itu, bencana banjir akibat luapan air juga merendam pemukiman dan akses jalan di Kecamatan Ciemas dan Cidolog, termasuk di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat.
”Kami mengimbau, masyarakat yang tinggal di daerah tebing dan bantaran sungai, agar tetap waspada. Jika hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam dengan intensitas tinggi, segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” pinta Daeng.









