20.4 C
Sukabumi
Senin, Juli 22, 2024

Piala Presiden 2024 hari ini, Persib vs Borneo FC, kans debut pemain anyar Maung Bandung

sukabumiheadline.com - Punggawa anyar Maung Bandung berpotensi...

5 kecamatan terluas dan tersempit, persentase terhadap luas Kabupaten Sukabumi

sukabumiheadline.com - Kabupaten Sukabumi merupakan daerah terluas...

5 Fakta Kecamatan Cicurug, Pagadungan Distrik Pertama di Sukabumi yang Didirikan VOC

Khazanah5 Fakta Kecamatan Cicurug, Pagadungan Distrik Pertama di Sukabumi yang Didirikan VOC

sukabumiheadline.com l CICURUG – Kecamatan Cicurug merupakan kecamatan yang terletak wilayah Utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Baca lengkap: Dulu Jadi Project Sample Belanda, Sejarah Singkat Kecamatan Cicurug Sukabumi

Letaknya yang strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor, menjadikan kecamatan ini sebagai wilayah paling padat penduduk di Sukabumi.

Disarikan dari sukabumixyz.com, berikut adalah 5 Fakta tentang kecamatan yang dikenal sebagai kawasan industrinya di Sukabumi tersebut.

1. Distrik Pagadungan Cikal Bakal Kecamatan Cicurug

Cicurug yang berada di wilayah paling utara Sukabumi, bukan hanya pintu gerbang Sukabumi dari arah Jakarta dan Bogor, tetapi juga menjadi pusat industri dan perniagaan di mana ratusan ribu bahkan jutaan orang warga Sukabumi menggantungkan hidup.

Berita Terkait: Ada Parungkuda, 5 Kecamatan dengan Kepadatan Penduduk Tertinggi di Kabupaten Sukabumi

Menilik sejarah perjalanannya Kecamatan Cicurug merupakan bagian dari Distrik Pagadungan. Bahkan bisa dikatakan Pagadungan adalah cikal bakal Kecamatan Cicurug.

Dikatakan pula bahwa Cicurug adalah distrik yang pertama kali dibentuk oleh VOC di wilayah Sukabumi pada tahun 1776 pada masa kepemimpinan Bupati Cianjur, Raden Enoh (Wiratanudatar VI).

Berdirinya Distrik Pagadungan bersamaan dengan pembentukan Distrik Gunungparang (kini: Kota Sukabumi dan Sukaraja), Ciheulang (kini: Cibadak), Cimahi (kini: Cisaat dan Cikembar), dan Jampang (termasuk Basisir Kidul).

2. Pendopo Cicurug Bukti Otentik Distrik Pagadungan

Sebagai bukti yang paling otentik bahwa Distrik Pagadungan merupakan cikal bakal Kecamatan Cicurug adalah eksistensi Pendopo Cicurug, yang kerap disebut “kawedanaan” oleh orang Cicurug. Pendopo Cicurug disinyalir sebagai bangunan yang digunakan sebagai kantor kepala Distrik Pagadungan.

Pendopo Kecamatan Cicurug. l Istimewa

Arsitekturnya terlihat bangunan Pendopo Cicurug masih bergaya Indische empire style sekira abad ke-18 dan ke-19.

Gaya arsitektur ini merupakan gaya arsitektur percampuran antara Barat (Eropa) dan Timur (Jawa/Sunda) yang dipopulerkan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels dengan menggunakan material lokal.

3. Cicurug Masuk Wilayah Partikelir Wilde

Kemudian, pada sekitar tahun 1813, pada masa Sir Stamford Raffles, wilayah Cicurug masuk dalam wilayah Partikelir Wilde karena dikelola oleh Andries De Wilde yang mulai dikelola dari perkebunan Cimalati.

Di tahun 1816, peran Pendopo Cicurug sebagai pusat Distrik Pagadungan menjadi semakin sentral seiring meningkatnya perekonomian wilayah, sehingga banyak dikunjungi orang-orang Eropa yang melakukan survei.

4. Pagadungan Menjadi Cicurug

Distrik Pagadungan dirubah namanya menjadi Distrik Cicurug pada tahun 1819. Sejak itu, Cicurug sangat berperan dalam catatan sejarah perkebunan di Priangan. Misalnya, pada tanggal 2 Juli 1831, seorang botanis Belanda bernama Pieter Willem Korthals melakukan survei di Cicurug selama 6 hari dan hasilnya menjadi pertimbangan pembukaan lahan perkebunan di Cicurug.

Seiring perkembangannya, perubahan administratif wilayah Cicurug terus terjadi di mana pada tanggal 8 September 1882, Pemerintah Hindia Belanda mengadakan perubahan struktur pemerintahan, yaitu berupa pembentukan onder distrik di bawah distrik yang dipimpin Camat atau Asisten Wedana.

Distrik Cicurug yang berkedudukan di Cicurug dibagi dengan onder distrik Cicurug, Cibodas, Benda dan Kalapanunggal. Kemudian dirubah lagi pada tanggal 17 Mei 1913, Distrik Cicurug membawahi Onder Distrik Cicurug, Parungkuda, Benda dan Kalapanunggal.

Pembangunan jalan kereta api Batavia-Bandung tahap pertama, yaitu jalur Bogor-Cicurug sepanjang 27 km yang aktif mulai 5 Oktober 1881, berdampak semakin ramainya Cicurug.

Hingga kini, Cicurug menjadi kecamatan di bawah naungan Kabupaten Sukabumi semakin ramai sejak menjamurnya berbagai pabrik berskala nasional dan dunia sejak akhir tahun 1980an.

5. Cicurug di Masa Padjajaran

Menilik lebih jauh ke masa lalu, di masa Kerajaan Padjajaran, Pagadungan disebut di antaranya dalam rumpaka atau lirik lagu “Paku Jajar Di Gunung Parang” karya Anis Djatisunda berkaitan dengan legenda Nyai Raden Pudak Arum.

Anis Djatisunda menjelaskan bahwa Nyai Raden Pudak Arum adalah karuhun adalah nenek moyang Pagadungan. Anis menjelaskan pula bahwa Sukabumi yang terletak di antara kaki Gunung Gede dan kaki Gunung Salak, pada masa Pajajaran disebut Tatar Pagadungan atau Tanah Awatan Pagadungan dan Papanah Awatan Pagadungan.

Adapun pusat Kabupaten Pagadungan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kadatuan Pamingkis ini, kira-kira berada di daerah Gunung Walat, dekat daerah Cibadak sekarang.

Sedangkan yang menjadi Bupati atau Datu pada masa itu, bernama Ki Ranggah Bitung. Sementara isterinya bernama Nyai Raden Puntang Mayang.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer