5 kesan negatif berwisata ke Sukabumi menurut wisatawan luar daerah

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cekcok mulut dengan parkir liar di tempat wisata - sukabumiheadline.com

Ilustrasi cekcok mulut dengan parkir liar di tempat wisata - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk di kunjungi. Karenanya, tidak mengherankan jika setiap weekend, long weekend, terlebih lagi jika musim libur panjang seperti cuti bersama hari raya dan libur sekolah, Natal dan Tahun Baru banyak wisatawan berkunjung.

Mengutip data Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, total jumlah wisatawan yang berkunjung pada 2024 sebanyak 6.786 wisatawan mancanegara, dan 1.213.597 wisatawan domestik atau lokal.

Namun sayangnya, tidak semua wisatawan membawa pulang kesan baik usai berwisata ke Sukabumi. Banyak di antaranya mengeluhkan kondisi sektor kepariwisataan Sukabumi di media sosial dan kemudian viral. Dari mulai infrastruktur jalan, toilet tak terawat, pungutan liar, hingga getok harga makanan dan minuman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kesan negatif berwisata ke Sukabumi yang umum dikeluhkan wisatawan meliputi pengelolaan objek wisata, dan faktor keamanan, terutama karena Sukabumi merupakan daerah rawan bencana alam.

Berikut adalah 5 kesan negatif yang umum dikeluhkan wisatawan dari luar daerah setelah berkunjung ke destinasi wisata di Sukabumi, dirangkum sukabumiheadline.com, Rabu (26/11/2025).

1. Fasilitas minim dan tak terawat

Ilustrasi toilet umum yang tidak terawat - sukabumiheadline.com
Ilustrasi toilet umum yang tidak terawat – sukabumiheadline.com

Beberapa objek wisata dinilai memiliki fasilitas yang kurang memadai, seperti toilet minim perawatan, atau bahkan rusak, seperti landmark patung penyu yang rusak dan kebersihan yang kurang terjaga, terutama masalah pengelolaan sampah di kawasan pantai.

Kondisi tersebut pernah diprotes Paguyuban Jampang Tandang Makalangan atau JTM yang menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi tidak layak memungut retribusi dari pengunjung selama infrastruktur jalan menuju lokasi dan sejumlah fasilitas masih dibiarkan rusak.

Baca Juga :  Siapa pemilik Aman Group? Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi turun tahta

Berita Terkait: Jalan rusak dan fasilitas kumuh, ormas JTM bubarkan Pos Retribusi Pantai Minajaya Sukabumi

“Selama infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Pantai Minajaya masih rusak dan fasilitas-fasilitas yang ada juga rusak, pengunjung tidak perlu membayar retribusi,” kata Panglima JTM, Yudi Pratama

2. Akses kalan yang kurang baik

Ilustrasi naik mobil pribadi bersama keluarga melewati jalan rusak - sukabumiheadline.com
Ilustrasi naik mobil pribadi bersama keluarga melewati jalan rusak – sukabumiheadline.com

Akses menuju beberapa destinasi wisata, terutama di daerah selatan seperti Geopark Ciletuh, terkadang terkendala oleh kondisi jalan yang kecil atau kurang terawat, menyulitkan pergerakan kendaraan besar atau saat berpapasan. Terutama ketika memasuki kawasan pantai yang terletak di lokasi yang cukup jauh dari jalan utama.

Berita Terkait: Tak Jadi ke Sukabumi karena Jalan Rusak, Baim Wong Undang Pasangan Viral ke Jakarta

Sukabumi merupakan daerah yang rawan bencana alam, seperti longsor atau banjir. Peristiwa bencana ini dapat menyebabkan penutupan objek wisata atau penurunan kunjungan wisatawan karena kekhawatiran akan keselamatan, terutama di wilayah pesisir.

3. Ketidaknyamanan lingkungan

Ilustrasi getok harga di tempat wisata - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pembeli dan penjual cekcok mulut karena getok harga di tempat wisata – sukabumiheadline.com

Beberapa wisatawan mengeluhkan lingkungan yang berisik oleh oknum tertentu, atau kondisi pantai yang terkesan kumuh pada waktu-waktu tertentu. Kemudian, getok harga oleh para penjual makanan dan minuman pun turut memperburuk citra kepariwisataan Sukabumi. Baca selengkapnya: Digetok Pungli, Pria Ini Mengaku Kapok Piknik ke Tempat Wisata di Sukabumi

4. Sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata

Ilustrasi tamu cekcok dengan pelayan hotel - sukabumiheadline.com
Ilustrasi tamu cekcok dengan pelayan hotel – sukabumiheadline.com

Kualitas SDM di bidang pariwisata, termasuk pelayanan dari beberapa oknum di lapangan, dinilai masih perlu ditingkatkan agar dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Baca selengkapnya: Menghitung jumlah wisatawan, kamar, tempat tidur dan naker hotel di Sukabumi dalam satu tahun

5. Parkir dan ungutan liar

Ilustrasi cekcok mulut dengan parkir liar di tempat wisata - sukabumiheadline.com
Ilustrasi cekcok mulut dengan parkir liar di tempat wisata – sukabumiheadline.com

Salah satu keluhan yang sering muncul adalah adanya pungutan liar atau biaya tambahan yang tidak wajar di lokasi wisata tertentu, yang membuat wisatawan merasa terbebani. Di beberapa tempat, tiket masuk utama hanya untuk akses, sementara spot foto atau fasilitas lain memerlukan pembayaran terpisah.

Baca Juga :  Danau Bacan Sukabumi, Wisata Murah Meriah Cocok di Masa Pandemi

Kondisi tersebut dilengkapi dengan banyaknya parkir liar yang membebani pengunjung.

Berita Terkait: Getok Parkir Rp100 Ribu, 6 Terduga Pelaku Pungli di Tempat Wisata Sukabumi Ditangkap

Salah seorang pengusaha travel berinisial AR mengaku kapok membawa wisatawan ke tempat wisata di Kabupaten Sukabumi. Hal itu diakuinya karena adanya praktik pungutan liar (pungli) yang dia alami.

Kejadian pungli, diakuinya, ketika ia membawa wisatawan ke sejumlah tempat wisata di Sukabumi. Dia kemudian mengunggah video terkait pengalamannya. Video yang diunggah akun @hic_travel itu kemudian menjadi viral.

AR juga mengatakan, sebenarnya ada empat agenda perjalanan dalam waktu dekat ini ke lokasi wisata lainnya di Sukabumi. Namun, rentetan kejadian yang dialaminya, membuat AR memilih membatalkan jadwal lanjutan dan mengajak wisatawan ke tempat wisata lain, tepatnya Pantai Sawarna, Banten, via Palabuhanratu.

“Tim travel soal pungli jadi bahasan di grup ya, kita sangat tidak merekomendasikan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada akhirnya,” kata AR.

Keluhan-keluhan di atas menunjukkan bahwa meskipun Sukabumi memiliki keindahan alam yang menarik untuk dikunjungi, namun perbaikan aspek pengelolaan kepariwisataan dan infrastruktur pendukungnya sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan wisatawan.

Untuk informasi, banyak wisatawan juga memberikan kesan positifnya setelah berlibur ke Sukabumi. Baca selengkapnya: Bikin bangga, begini 5 kesan diingat wisatawan setelah berkunjung ke Sukabumi

Berita Terkait

5 plus minus Pantai Palabuhanratu Sukabumi menurut turis asing
Turis asing ke Sukabumi 2025 cuma segini, meski punya destinasi kelas dunia, dipuji aktor Hollywood
5+2 wisata alam dan religi dekat Stasiun KA Cibadak Sukabumi naik Kereta Wisata Jaka Lalana
Rekomendasi spot wisata malam di Sukabumi
Dua dari Sukabumi, menjelajahi surganya para pendaki gunung di Tatar Pasundan
Segini tarif hotel di Ujunggenteng Sukabumi, cek sebelum berangkat
Info tarif hotel di Palabuhanratu Sukabumi, mulai Rp58 ribu hingga Rp1,9 juta per malam
5+3 camping ground dekat Stasiun Cicurug Sukabumi, pilih naik Kereta Wisata Jaka Lalana

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:35 WIB

5 plus minus Pantai Palabuhanratu Sukabumi menurut turis asing

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:30 WIB

Turis asing ke Sukabumi 2025 cuma segini, meski punya destinasi kelas dunia, dipuji aktor Hollywood

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:00 WIB

5+2 wisata alam dan religi dekat Stasiun KA Cibadak Sukabumi naik Kereta Wisata Jaka Lalana

Jumat, 2 Januari 2026 - 04:57 WIB

Rekomendasi spot wisata malam di Sukabumi

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:05 WIB

Dua dari Sukabumi, menjelajahi surganya para pendaki gunung di Tatar Pasundan

Berita Terbaru

Kesehatan

Sudahi hubungan toxic! Demi keselamatan mentalmu

Selasa, 27 Jan 2026 - 23:39 WIB