Terlibat pencurian dengan kekerasan di Sukabumi, 2 warga Yaman dibekuk polisi

- Redaksi

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlibat pencurian dengan kekerasan di Sukabumi, 2 warga Yaman dibekuk polisi - Polres Sukabumi Kota

Terlibat pencurian dengan kekerasan di Sukabumi, 2 warga Yaman dibekuk polisi - Polres Sukabumi Kota

sukabumiheadline.com – Terlibat pencurian dengan kekerasan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dua warga negara asing (WNA) dibekuk jajaran Unit Tindak Pidana Umum Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota.

Kedua WNA tersebut masing-masing berinisial ANSM (29) dan AG (26) ditangkap polisi karena diduga terlibat aksi pencurian dengan kekerasan di Perumahan Nobel Residence Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, pada Selasa (1/4/2025) sekira pukul 23.00 WIB

“Dalam aksinya, kedua pelaku menggasak uang senilai 459 juta Rupiah dan uang asing senilai 4000 SAR (Saudi Arabia),” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Tatang Mulyana, Rabu (9/4/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua WNA yang diketahui merupakan warga Yaman tersebut diamankan Polisi di Green Parkview Apartement E 1161 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (7/4/2025) pukul 09.00 WIB.

Selain mengamankan kedua terduga pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa bukti pengiriman uang melalui M-Banking dan 1 unit sepeda motor.

“Kedua oelaku diamankan di salah satu apartemen berikut sejumlah barang bukti berupa bukti pengiriman uang dan satu unit sepeda motor,” tambahnya.

Diketahui, penangkapan terhadap kedua terduga pelaku tersebut berawal saat Polres Sukabumi Kota menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilaporkan korban MH (55) pada Rabu (2/4/2025).

“Peristiwa pencurian dengan kekerasan yang menimpa korban tersebut diduga terjadi di Perumahan Nobel Residence Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh,” pungkas Tatang.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Dua anggota ormas pelaku pembacokan di Sukabumi dibekuk polisi
5 tahun jadi tunawisma di Banyuwangi, Saprudin ingin pulang ke Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB