Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah Kholid Jaelani asal Sukabumi dievakuasi petugas - Humas Polri

Jenazah Kholid Jaelani asal Sukabumi dievakuasi petugas - Humas Polri

sukabumiheadline.com – Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyelidiki kasus penemuan seorang pria yang meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di RT 19, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Senin (20/7/2026) sore.

Korban diketahui bernama Kholid Jaelani (39), seorang wiraswasta asal  Kampung Cimenteng, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jenazah korban ditemukan warga setelah muncul aroma tidak sedap dari dalam kamar kontrakan yang ditempatinya.

Melansir laman resmi Humas Polri, Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kasihumas Polres PPU Aiptu Syafruddin, mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres PPU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Personel langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, mengidentifikasi korban, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk dilakukan visum,” ujar Syafruddin, dikutip Ahad (26/7/2026).

Dalam olah tempat kejadian perkara, petugas turut mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya satu unit telepon genggam dan sebuah dompet, sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Petugas sedang mengevakuasi jenazah Kholid Jaelani - BPBD PPU
Petugas sedang mengevakuasi jenazah Kholid Jaelani – BPBD PPU

Syafruddin menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian dan masih menunggu hasil visum serta pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan serta pemeriksaan medis,” katanya.

Penanganan peristiwa tersebut melibatkan Tim Inafis Polres PPU, personel Polsek Penajam, Pospol Petung, serta unsur terkait yang membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi kejadian.

Saat ini, jenazah korban sudah dikuburkan. Setelah diidentifikasi di ruang jenazah RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah pria berusia 39 tahun itu di makamkan di Penajam, setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Jenazah almarhum Kholid Jaelani dikuburkan di Pemakaman Covid-19 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

Berita Terkait

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma
Kisah Faisal, penyandang tuli asal Sukabumi gigih mencari kerja hingga ke Jakarta
Innalillahi, pria asal Cicurug Sukabumi jadi korban tabrakan maut
Perempuan asal Sukabumi terancam penjara 12 tahun di Mataram, NTB
Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani
Pria asal Cibadak Sukabumi ditemukan tak bernyawa di Dermaga Poumako

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:37 WIB

Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:57 WIB

Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:02 WIB

Kisah Faisal, penyandang tuli asal Sukabumi gigih mencari kerja hingga ke Jakarta

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB

Sukabumi

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:58 WIB