sukabumiheadline.com – Seorang pria asal Sukabumi, Jawa y, ditemukan meninggal dunia di RT 019, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), atau kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Melansir laman resmi kepolisian, pria meninggal dunia tersebut bernama Kholid Jaelani. Jasadnya ditemukan tak bernyawa pada Senin (20/7/2026) sekira pukul 16.00 Wita. Jasad pria berusia 39 tahun tersebut, ditemukan di dalam rumah kos atau kontrakan.
Diketahui, Kholid datang ke PPU untuk tujuan berwiraswasta yang mengadu nasib membantu berjualan sayur dan pasar Petung PPU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecurigaan warga berawal karena saat melintas mencium aroma tidak sedap berasal dari dalam kamar kos atau kontrakan selama ini ditinggali korban, warga juga melihat banyak lalat mengerumuni kamar tersebut.
Sementara itu, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kasihumas Aiptu Syafruddin, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel Polsek Penajam, bersama Tim Inafis Polres PPU menuju lokasi.
Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur lain di tempat penemuan mayat itu.Panduan Kota & Daerah
“Di lokasi petugas langsung melaksanakan tindakan kepolisian, berupa olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan lokasi, meminta keterangan saksi-saksi, mendata identitas korban, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk dilakukan visum,” ujarnya dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (23/7/2026).
Ia membeberkan, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 15.30 Wita, seorang warga yang melintas di sekitar kontrakan korban mencium aroma menyengat dan melihat banyak lalat di sekitar kamar korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan anggota Pos Pol Petung.
“Ketua RT bersama anggota Pos Pol dan warga selanjutnya melakukan pengecekan ke lokasi. Saat pintu kamar dibuka sekitar pukul 16.00 Wita, korban terlihat terbaring dan telah meninggal dunia. Di dalam kamar juga tercium bau menyengat serta ada cairan yang keluar dari tubuh korban,” ungkap Syafruddin.
Kemudian saat dilaksanakan proses olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban antara lain, satu unit telepon genggam dan satu dompet sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.Teman Serumah & Berbagi Sewa
Kasihumas menjelaskan, hasil pemeriksaan awal polisi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lebih lanjut dari tim medis.
“Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi,” pinta Syafruddin.
Untuk diketahui, lanjutnya, dalam penanganan kejadian itu selain personel Polsek Penajam dan Tim Inafis Polres PPU, juga melibatkan unsur terkait dalam hal ini BPBD PPU, guna membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi.
“Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di Ruang Jenazah RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten PPU, guna menjalani proses visum sebagai bagian dari penyelidikan kepolisian,” pungkasnya.









