Potret WB 12 tahun di Kabupaten Sukabumi: 200 ribu lulusan SD, 55,2% tak lulus SMA

- Redaksi

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SDN Suradita Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com

SDN Suradita Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Wajib belajar 12 tahun adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh penduduk Indonesia usia 7 hingga 18 tahun, mencakup pendidikan dasar hingga menengah atas.

Program ini merupakan pengembangan dari wajib belajar 9 tahun dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah.

Namun, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka lulusan SD yang melanjutkan ke jenjang SMP hingga SMA di Kabupaten Sukabumi, dalam satu tahun terakhir, jumlahnya menurun signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah atau APS di Kabupaten Sukabumi tergolong rendah yang disebabkan oleh berbagai faktor sebagaimana dijelaskan pada bagian akhir artikel ini.

Baca Juga: SDN Suradita Sukabumi, sekolah negeri dari bilik bambu atap terpal iuran warga dan donatur

Berikut adalah perbandingan jumlah lulusan SD, SMP dan SMA atau sederajat pada 2024. Angka di bawah sekaligus memotret fakta program wajib belajar (WB) 12 tahun di Kabupaten Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (12/6/2025).

  • Sebanyak 285.461 pelajar di Kabupaten Sukabumi menyelesaikan pendidikan tingkat SD.
  • Namun, hanya 220.751 pelajar yang menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.
  • Kemudian, yang lulus SMA/SMK sebanyak 128.597 pelajar.

Untuk perbandingan, lulusan perguruan tinggi jenjang S1 hanya 20.871.

Baca Juga: Miris, 739 ribu warga Kabupaten Sukabumi hanya lulus SD

Jika diasumsikan APS di Kabupaten Sukabumi dalam 3 tahun terakhir sama, maka berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa dari 285.461 lulusan SD hanya 220.751 pelajar yang melanjutkan ke jenjang SMP/sederajat, atau sebanyak 64.890 lulusan SD tidak melanjutkan ke jenjang SMP/sederajat

Selanjutnya, dari 220.751 pelajar lulus SMP hanya 128.597 yang melanjutkan ke tingkat SMA/sederajat, atau 91.974 pelajar lulusan SMP memilih tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.

Dengan demikian, dari sebanyak 285.461 pelajar lulusan SD, ada 156.864 pelajar di antaranya tidak melanjutkan atau tidak menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA/SMK/sederajat. Jumlah tersebut setara 55,2% dari total jumlah pelajar lulus SD.

Wajib belajar 12 tahun tanggung jawab siapa?

Wajib belajar 12 tahun bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan seluas-luasnya kepada semua warga negara, khususnya usia 16-18 tahun, yang sedang menempuh pendidikan di tingkat SMA, SMK, MA, atau sederajat.

Program ini mencakup pendidikan dasar (SD dan SMP) yang merupakan bagian dari wajib belajar 9 tahun, serta pendidikan menengah (SMA dan SMK/MA) yang merupakan perluasan dari program sebelumnya.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam mewujudkan program wajib belajar 12 tahun ini, termasuk menyediakan akses pendidikan, infrastruktur, dan layanan pendukung lainnya.

Wajib belajar 12 tahun dianggap penting karena memiliki dampak yang signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Meskipun sudah berjalan, program wajib belajar 12 tahun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pemerataan akses pendidikan, kualitas pendidikan, dan pembiayaan serta berbagai pungutan resmi maupun liar.


Dilarang republikasi artikel di atas tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Menghitung angka drop out pelajar di Kabupaten Sukabumi 2026: SD juara 3, SMP dan SMA?
Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia
Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat
9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk
Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD
Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi
Top 10 kecamatan lumbung padi Sukabumi, bandingkan dengan Jawa Barat dan Indonesia
Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Menghitung angka drop out pelajar di Kabupaten Sukabumi 2026: SD juara 3, SMP dan SMA?

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:52 WIB

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia

Senin, 20 Juli 2026 - 01:50 WIB

Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:01 WIB

9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:23 WIB

Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD

Berita Terbaru

Ilustrasi membersihkan masjid - sukabumiheadline.com

Sukabumi

1.654 masjid di Sukabumi terdaftar Program GEBER MAS

Sabtu, 8 Agu 2026 - 20:43 WIB

Ilustrasi kucing jenis Himalaya - sukabumiheadline.com

Khazanah

8 Agustus Hari Kucing Sedunia, kapan tingkat nasional?

Sabtu, 8 Agu 2026 - 20:05 WIB