Temui keluarga ojol asal Sukabumi dilindas Barakuda Brimob, Kapolda minta maaf

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri - Ist

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri - Ist

sukabumiheadline.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan permohonan maaf dan duka cita terhadap keluarga pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban luka dan tewas usai terlindas mobil Rantis Brimob, Kamis (27/8/2025) malam.

Akibatnya, seorang satu pengemudi ojol meninggal dunia. Sementara, satu ojol lainnya asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Moh. Umar Amiruddin, mengalami luka cukup parah di bagian wajah dan tubuhnya.

“Saya atas nama pimpinan Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan penuh duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujar Asep dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta, Jumat (29/8/2025) dinihari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia memastikan bakal menindak tegas anggota yang terlibat dalam insiden tersebut. Asep Edi mengatakan proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan.

“Saya tegaskan di sini, akan menindak tegas anggota yang melakukan kesalahan, pelanggaran tadi sore. Nanti akan kami serahkan ke Kadiv Propam prosesnya,” kata Asep.

Menurut Asep, dia sudah diterima keluarga korban setelah kejadian tersebut. Pihaknya juga menyampaikan duka cita mendalam atas insiden di kawasan Pejompongan itu.

Buntut insiden itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Kapolda Metro Jaya untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani korban.

Ojol asal Sukabumi dilindas Barakuda Brimob

Ojol dilindas mobil rantis Brimob
Ojol asal Sukabumi dilindas mobil rantis Brimob – Ist

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Kericuhan demo di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam, memakan korban dua pengemudi ojek online (ojol).

Tragedi pada 28 Agustus 2025 itu tak hanya menyisakan kericuhan, tetapi juga duka mendalam. Dua driver ojol menjadi korban, satu berhasil selamat, sementara satu lainnya meninggal dunia.

Untuk korban selamat adalah seorang pria bernama Moh. Umar Amiruddin asal Kampung Sukamukti RT 001/001, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam sebuah video, ia terlihat terbaring di rumah sakit dengan kondisi sadar. Rekan-rekannya memastikan Umar masih hidup.

Sementara itu, untuk korban meninggal dunia bernama Affan Kurniawan berasal dari Jakarta. Baca selengkapnya: Identitas ojol asal Sukabumi dilindas mobil Rantis Brimob, satu tewas

Berita Terkait

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus
Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual
Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Ketua Umum Projo: Untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga
Menteri PAN-RB buka pendaftaran PNS bagi PPPK, cek jadwalnya

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:36 WIB

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Berita Terbaru

Khazanah

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 09:00 WIB

Jan Koum, pendiri WhatsApp - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Inspirasi

Kisah hidup Jan Koum, pendiri WhatsApp yang mantan tukang sapu

Senin, 31 Agu 2026 - 05:56 WIB

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Sukabumi

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:02 WIB