Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi desak tuntaskan penanganan dampak banjir

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak banjir di Cisolok Kabupaten Sukabumi - Sukabumi Sehati

Dampak banjir di Cisolok Kabupaten Sukabumi - Sukabumi Sehati

sukabumiheadline.com – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati, menyatakan keprihatinannya atas bencana banjir yang kembali melanda Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok.

Menurut Leni, musibah tersebut harus segera ditangani secara serius dan terpadu oleh seluruh pihak, agar tidak terus berulang setiap tahun.

“Sangat prihatin, karena keluarga besar saya asli dari sini. Bapak saya orang sini, suami saya juga dari sini. Jadi ini bukan sekadar wilayah kerja, tapi kampung halaman kami sendiri,” ujar Hj. Leni Liawati, Selasa (28/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengungkapkan, dirinya bersama tim sebelumnya telah menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir di wilayah tersebut. Namun, banjir kembali terjadi saat ia dalam perjalanan menuju Karangpapak.

“Baru kemarin kami kumpulkan korban banjir sebelumnya untuk memberikan sembako, tapi ternyata hari ini banjir datang lagi. Mudah-mudahan ini yang terakhir, dan segera bisa tertangani dengan baik melalui kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Menurut Leni, penyebab utama banjir di wilayah Cisolok dan sekitarnya bukan hanya curah hujan tinggi, tapi juga masih banyaknya warga yang membuang sampah ke sungai. Ia menilai, kesadaran lingkungan dan kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mencegah bencana serupa.

“Yang pertama curah hujan tinggi, tapi yang kedua masih banyak sampah di aliran sungai. Ini perlu kesadaran masyarakat juga. Bencana seperti ini bukan hanya di sini, tapi juga terjadi di Karangpapak, Sukarame, bahkan Wangunsari. Jadi kita sedang berkoordinasi lintas wilayah untuk langkah penanganan bersama,” jelasnya.

Bangunan ambruk terdampak banjir di Cisolok Kabupaten Sukabumi
Bangunan ambruk terdampak banjir di Cisolok Kabupaten Sukabumi – Sukabumi Sehati

Menanggapi kesan lambatnya penanganan pemerintah terhadap sejumlah bencana sejak 2023 hingga 2024, Leni tidak menampik adanya keterlambatan realisasi bantuan. Namun ia menegaskan, hal itu bukan karena tidak ada upaya, melainkan keterbatasan anggaran dan proses koordinasi antarinstansi.

“Sebagai wakil rakyat, tentu saya juga kesal. Kesannya memang lambat, tapi di rapat-rapat kami sudah sering menyampaikan soal percepatan penanganan. Pemerintah menjelaskan bahwa ini tidak bisa instan karena perlu koordinasi, termasuk dengan provinsi. Anggaran kabupaten juga terbatas, jadi memang tidak bisa semua langsung tertangani,” tegasnya.

Leni menambahkan, dari sisi pelayanan kesehatan dan dapur umum, pemerintah daerah bersama relawan sudah mulai berkoordinasi di lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

“Untuk kesehatan, sudah dikomunikasikan dengan tim medis. Mereka sedang survei lokasi yang dianggap rawan bencana untuk memastikan warga aman. Soal dapur umum, tadi saya sudah komunikasi dengan BPBD dan Dinas Sosial. Relawan Sehati sudah siap bahan makanan, sementara peralatan akan disiapkan BPBD,” jelas Leni Liawati.

Ia berharap pemerintah kabupaten, provinsi, dan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat kolaborasi agar penanganan bencana di Sukabumi bisa lebih cepat, tepat, dan menyentuh langsung warga terdampak.

Berita Terkait

Swasembada pangan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Perkuat kesejahteraan petani
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi diminta sukseskan Sensus Ekonomi 2026
DPRD Kabupaten Sukabumi sahkan Perda Disabilitas, jamin perlindungan dan pemenuhan hak
DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas transformasi Perumda AMTJM jadi perseroda
DPRD Kabupaten Sukabumi: Syukuran Nelayan Desa Ciwaru aset budaya
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi respons tuntutaan tolak kenaikan harga BBM dan evaluasi MBG
Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: KUA-PPAS 2027 hingga Perda ketertiban masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Swasembada pangan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Perkuat kesejahteraan petani

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi diminta sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:24 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi sahkan Perda Disabilitas, jamin perlindungan dan pemenuhan hak

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:07 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:10 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas transformasi Perumda AMTJM jadi perseroda

Berita Terbaru

Kawasan hutan primer (hijau) dan kawasan tutupan hutan yang hilang (pink) - GNW

Lingkungan

GNW: Sukabumi kehilangan 160 ha hutan primer basah dalam 4 tahun

Minggu, 16 Agu 2026 - 02:26 WIB

Ilustrasi Prabowo Subianto - sukabumiheadline.com

Nasional

Revisi UU, Prabowo mau izinkan kewarganegaraan ganda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB