sukabumiheadline.com – Kota Sukabumi, Jawa Barat, terkenal akan suasananya yang slow living dan beriklim sejuk. Selain itu, juga dekat dengan sejumlah destinasi wisata indah.
Namun siapa sangka, di balik keindahan alam, wisata kuliner, dan oleh-oleh khasnya, Sukabumi menyimpan cerita sejarah yang tidak banyak yang tau; yakni menjadi tempat pengasingan dan penahanan bagi beberapa tokoh nasional. Baca selengkapnya: 5 tokoh nasional yang pernah diasingkan ke Sukabumi, dari wakil presiden hingga ulama besar
Di Sukabumi juga terdapat sekolah dan asrama polisi yang dinilai strategis, juga secara geografis Sukabumi dekat dengan Jakarta. Kota ini diapit gunung Gede-Pangrango yang membuat Sukabumi dinilai wilayah yang aman untuk pengasingan maupun persembunyian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita Terkait: Mengenal Cagar Budaya Rumah Tahanan Bung Hatta-Sjahrir di Sukabumi
Syarat Bung Hatta diasingkan ke Sukabumi

Siapa yang tak kenal dengan Bung Hatta? Bapak Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Indonesia. Tokoh nasional yang bernama lengkap Drs Mohammad Hatta, lahir di Minangkabau 12 Agustus 1902 itu pernah mendekam di pengasingan Sukabumi.
Pada tahun 1941, tepatnya setelah Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, Jepang menguasai sejumlah daerah di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Karena khawatir para tokoh politik yang dibuang pemerintah kolonial Belanda dimanfaatkan oleh Jepang untuk membangun kerja sama, Bung Hatta dan Bung Sjahrir yang saat itu tenga diasingkan di Banda Neira segera dipindahkan ke Sukabumi.
Bung Hatta dikenal sebagai seorang yang mencintai buku, menyampaikan syarat dalam kalimat terkenal: “Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”

Bahkan di pengasingannya, Bung Hatta tak pernah lepas dari buku. Beliau membawa serta buku-bukunya saat pindah dari Banda Neira ke Sukabumi.
Meski pada akhirnya Bung Hatta harus mengalah untuk mengurangi buku-buku yang beliau bawa sebanyak bobot 3 anak angkat Bung Sjahrir karena kelebihan muatan pesawat yang mereka tumpangi.
Berita Terkait: Dari Sukabumi Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir Prediksi Kehancuran Hindia Belanda
Pengorbanan Bung Hatta untuk Sjahrir

Bung Hatta tidak sendiri diasingkan ke Sukabumi, namun bersama Bung Sjahrir. Keduanya dipindahkan dari tempat pengasingan di Banda Neira. Namun karena Sjahrir tak pergi seorang diri, Hatta akhirnya mengorbankan kecintaannya terhadap buku demi kebahagiaan Sjahrir.
Diketahui, Bung Sjahrir membawa serta ketiga anak angkatnya dari Banda Neira ke Sukabumi. Namun karena beban maksimal pesawat yang mengangkut mereka saat itu terbatas, Hatta merelakan untuk mengurangi jumlah buku yang ia bawa.
Awak pesawat pun mengurangi buku milik Hatta seberat timbangan tiga anak angkat Bung Sjahrir.









