sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki beragam destinasi wisata alam yang memukau, mulai dari pantai berpasir putih, air terjun yang spektakuler, hingga kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang diakui UNESCO.
Namun ternyata kunjungan wisatawan asing masih sangat rendah, hanya berkisar ratusan yang berkunjung setiap bulannya. Baca selengkapnya: Turis asing ke Sukabumi 2025 cuma segini, meski punya destinasi kelas dunia, dipuji aktor Hollywood
Di sisi lain, wisatawan asing memiliki pandangan yang beragam mengenai Pantai Pelabuhanratu. Mereka mengapresiasi keindahan alam hingga catatan mengenai infrastruktur dan keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah poin-poin utama menurut perspektif warga negara asing dikutip sukabumiheadline.com dari TripAdvisor, Jumat (9/1/2026).
1. Pesona alam dan selancar

Kualitas Ombak: Pantai ini sangat populer di kalangan peselancar internasional, terutama di Pantai Cimaja, yang dianggap sebagai surga selancar dengan ombak besar Samudera Hindia.
Pemandangan Matahari Terbenam: Banyak wisatawan asing memuji keindahan sunset dan suasana pantai yang dianggap lebih tenang dibandingkan destinasi arus utama seperti Kuta di Bali.
“Good Scenery from surrounding nature. there are a lot of fisherman boats adding the plus to the scenery,” kata Valentino Edward.
Valentino mengatakan: “Pemandangan bagus dari alam sekitarnya. Ada banyak perahu nelayan yang menambah nilai plus pada pemandangan.”
Geopark Ciletuh: Kedekatan dengan UNESCO Global Geopark Ciletuh menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang menyukai petualangan alam dan geologi.
Baca Juga: 5 kesan negatif berwisata ke Sukabumi menurut wisatawan luar daerah
2. Kuliner dan budaya

Seafood Segar: Pasar ikan pusat kota menjadi rekomendasi utama; wisatawan asing menikmati pengalaman memilih ikan atau lobster segar untuk langsung dimasak dengan harga terjangkau.

Mistik dan Budaya: Unsur misterius terkait legenda Nyai Roro Kidul memberikan daya tarik budaya yang unik bagi pengunjung internasional yang tertarik pada cerita rakyat setempat.
“This is one of Indonesian beaches that has very famous mythical lore. Besides its myth, it serves beautiful views if you find the best spot because to be honest there is a few spots in Pelabuhan Ratu that are so dirty 🙁 So, my suggestion is find your best accommodation, do advance research about your future villa, hotel, or resort, then you’ll get a worth beach!” kata Bilgary yang berkunjung ke Palabuhanratu pada Maret 2021.
Bilgary mengatakan: “Pantai ini adalah salah satu pantai di Indonesia yang memiliki cerita rakyat mitos yang sangat terkenal. Selain mitosnya, pantai ini menawarkan pemandangan indah jika Anda menemukan tempat terbaik, karena jujur saja ada beberapa tempat di Pelabuhan Ratu yang sangat kotor 🙁 Jadi, saran saya adalah temukan akomodasi terbaik Anda, lakukan riset lanjutan tentang vila, hotel, atau resor Anda di masa depan, maka Anda akan mendapatkan pantai yang layak.”
Baca Juga: 14 destinasi wisata Sukabumi terpopuler versi agen perjalanan nasional
3. Kritik dan tantangan

Aksesibilitas: Perjalanan dari Jakarta sering dianggap melelahkan karena kondisi jalan yang sempit dan waktu tempuh yang bisa mencapai 6 jam, jauh lebih lama dari estimasi aplikasi peta.
Fasilitas Wisata: Beberapa wisatawan merasa fasilitas hotel dan hiburan masih kurang memadai serta perlu penataan kebersihan yang lebih baik.
“This town is deemed to be a capital city of Sukabumi regency. This a tiny town with a mainroad along the shore due west is pretty boring place nowday; at the past 1996 used to have a disco bar at Queen hotel with plenty ‘wild whahini girls’ running around. Yes, do missed the old-lady where sex is a dirty, awhile water n air was cleaned … Now, ALL is pretty dirty with cement factory/ies nearby and a coal power plant at Loji village,” kata Franz T.
Ia mengatakan: “Kota ini dianggap sebagai ibu kota Kabupaten Sukabumi. Kota kecil ini dengan jalan utama di sepanjang pantai ke arah barat sekarang menjadi tempat yang cukup membosankan. Di masa lalu, tahun 1996, dulu memiliki bar disko di hotel Queen dengan banyak ‘gadis wah ini liar’. Ya, sangat merindukan masa lalu di mana seks itu kotor, sementara air dan udara bersih… Sekarang, semuanya cukup kotor dengan pabrik semen di dekatnya dan pembangkit listrik tenaga batu bara di Loji.” Baca selengkapnya: 5+2 masalah utama sektor pariwisata Sukabumi
Sementara itu, Valentino Edward mengeluhkan harga makanan dan persoalan sampah di kawasan pantai.
“However they still need to handle the trash problem. and also the price on nearby stalls are a little bit expensive for indonesian standard. Nothing to do other than playing on the beach for me,” kata dia.
Valentino mengatakan: “Namun, mereka masih perlu menangani masalah sampah. Dan juga harga di warung terdekat sedikit mahal untuk standar Indonesia. Tidak ada yang bisa dilakukan selain bermain di pantai bagi saya.”
4. Keamanan Berenang

Wisatawan asing juga menyayangkan masih sering jatuh korban jiwa wisatawan di Palabuhanratu.
Meskipun demikian, mereka mengaku sering diperingatkan, atau memberikan peringatan, tentang bahaya berenang di pantai utama karena ombak yang kuat dan arus yang tidak terduga. Baca selengkapnya: Turis asing tewas dalam kecelakaan jetski di Pantai Buffalo Sukabumi
5. Isu terkini (2026)
Turis asing juga menyayangkan kabar mengenai keterlibatan warga negara asing asal Korea Selatan dalam pengembangan properti ilegal di area pesisir, seperti pembangunan glamping tanpa izin di Pantai Citepus, yang memicu ketegangan dengan komunitas lokal karena dianggap membatasi akses publik ke pantai.









