Menteri PPN/Kepala Bappenas sebut MBG lebih penting dari pembukaan lapangan kerja

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Rachmat Pambudy - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Rachmat Pambudy - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) yang juga Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut program Makan Bergizi (MBG) sebagai kebutuhan yang lebih mendesak dibandingkan pembukaan lapangan kerja.

Hal itu diungkapkan Rachmat dalam agenda Prasasti Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta pada Kamis (29/1/2026).

Namun demikian, ia menilai keduanya, MBG dan pembukaan lapangan kerja, sebagai sama-sama penting bagi pembangunan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rachmat, pandangannya itu kerap memicu perdebatan publik. Ia mengakui lapangan kerja memiliki peran krusial, namun kondisi di lapangan menunjukkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan dan gizi, tidak bisa ditunda.

“Pada waktu saya ditanya mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting sekali? Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak, daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting. Tetapi MBG lebih mendesak,” katanya.

Ilustrasi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis atau MBG - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis atau MBG – sukabumiheadline.com

Ia lantas memberi contoh kondisi masyarakat di daerah pelosok yang masih mengalami kelaparan. Menurutnya, dalam situasi tersebut, pendekatan jangka panjang seperti penciptaan lapangan kerja tidak selalu relevan jika kebutuhan paling dasar belum terpenuhi.

“Ada yang bilang tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, program MBG menjadi fondasi penting agar pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan efektif, sebelum kebijakan lain seperti penciptaan lapangan kerja memberikan dampak jangka panjang.

“Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita. Mereka lapar, mereka kelaparan,” tuturnya.

Berita Terkait

Profil Eva Stevany Rataba, anggota DPR RI masuk kategori desil 4 yang rentan miskin
Kebakaran di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi, AMAN Banten Kidul desak tingkatkan mitigasi bencana
Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus
Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual
Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:54 WIB

Profil Eva Stevany Rataba, anggota DPR RI masuk kategori desil 4 yang rentan miskin

Selasa, 8 September 2026 - 17:25 WIB

Kebakaran di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi, AMAN Banten Kidul desak tingkatkan mitigasi bencana

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:36 WIB

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember

Berita Terbaru