sukabumiheadline.com – Lebih dari 100 negara diperkirakan akan menghadiri pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dimulai sejak Jumat (3/7/2026). Demikian informasi dari media penyiaran resmi pemerintah Iran, IRIB.
Prosesi tersebut menjadi salah satu pemakaman publik terbesar dalam sejarah modern, bahkan diperkirakan melampaui pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 yang dihadiri sekitar 10 juta pelayat.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, yang juga merupakan putra Ali Khamenei, dipastikan tidak menghadiri prosesi pemakaman karena alasan keamanan menyusul ancaman terbaru Israel untuk membunuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi, memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran selama berlangsungnya prosesi pemakaman.
“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel), agar tidak melakukan salah perhitungan dan mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman maupun agresi terhadap negara kami,” ujar Abdollahi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Khamenei tutup usia pada usia 86 tahun pada serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks kediamannya pada 28 Februari 2026. Hari tersebut bertepatan dengan hari pertama pecahnya perang AS-Israel melawan Iran.
Dikutip AlJazeera, Prosesi pemakaman semula dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, namun ditunda karena konflik di Iran terus berlanjut.
Rangkaian penghormatan terakhir dimulai di Teheran pada Jumat (3/7) dan berlangsung selama tujuh hari, disertai prosesi pemakaman serta ritual keagamaan di sejumlah kota di Iran dan Irak.
Acara pada Jumat (3/7) diperkirakan menjadi momen yang dihadiri sebagian besar pemimpin dunia.
Kemudian Sabtu (4/7) dan Ahad (5/7), masyarakat diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir di Grand Mosalla, salah satu kompleks salat terbesar di Iran, tempat peti jenazah Khamenei bersama beberapa anggota keluarganya disemayamkan.
Selanjutnya, pada Senin (6/7) dan Selasa (7/7), iring-iringan jenazah akan bergerak menuju Kota Qom di Iran. Pada Rabu (8/7), akan digelar penyambutan resmi di Bandara Internasional Najaf, Irak, sebelum dilanjutkan prosesi di Kota Najaf dan Karbala.
Jenazah kemudian akan dibawa kembali ke Iran untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad pada Jumat mendatang. Mashhad merupakan kota kelahiran Khamenei.
Pejabat pemerintahan yang hadir
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dipastikan menghadiri pemakaman kenegaraan tersebut. Kepala Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir dan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi juga telah tiba di Teheran untuk menghadiri prosesi tersebut.
Lalu ada Presiden Tajikistan Emomali Rahmon dijadwalkan menghadiri upacara tersebut. Lalu ada Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan juga akan mewakili negaranya dalam acara penghormatan terakhir tersebut.
Sementara itu, Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili telah mengonfirmasi kehadirannya. Sementara itu, Turkiye akan diwakili Wakil Presiden Cevdet Yilmaz.
India mengirim Wakil Menteri Luar Negeri Pabitra Margherita dan Gubernur Negara Bagian Bihar Syed Ata Hasnain yang berlatar belakang Syiah. Delegasi India juga mencakup mantan Menteri Luar Negeri Salman Khurshid serta politikus Mehbooba Mufti.
Tiongkok akan mengirim He Wei, Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok. Sedangkan Rusia mengutus Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev, yang juga merupakan mantan presiden dan perdana menteri Rusia.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Afghanistan dari pemerintahan Taliban, Amir Khan Muttaqi dan Wakil Perdana Menteri Urusan Ekonomi Abdul Ghani Baradar juga akan menghadiri pemakaman tersebut. Kemudian, Bangladesh dijadwalkan diwakili Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed.
Sementara itu Indonesia tidak mengirim delegasi, namun diwakili Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, menghadiri rangkaian upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Indonesia mengapresiasi Iran yang telah mengundang Indonesia dalam prosesi rangkaian upacara pemakaman almarhum. Pada 2 Juli 2026, menurut Yvonne, pihak Iran menyampaikan bahwa acara penghormatan resmi akan dihadiri pejabat tinggi dari pemerintah pusat.
“Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar RI di Tehran,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Sabtu (4/7).
Yvonne mengatakan, Dubes RI di Tehran menghadiri acara penghormatan tersebut pada Sabtu pagi waktu setempat.
“Pada 4 Juli pagi waktu Tehran, Dubes RI telah hadir dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Tehran,” ujar Yvonne.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas undangan Pemerintah Iran untuk hadir dalam rangkaian acara penghormatan kepada Almarhum Ayatullah Khamenei,” ujar Yvonne.









