sukabumiheadline.com – Jawa Barat merupakan salah satu produsen jengkol terbesar di Indonesia, provinsi ini konsisten menghasilkan ribuan ton per tahun, yakni 19.763 ton menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023.
Jumlah tersebut sekaligus menempatkan Tatar Pasundan sebagai provinsi terbesar kedua secara nasional dalam hal produksi jengkol.
Sentra utama budidaya jengkol di Jawa Barat tersebar di Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Bogor, Cianjur, dan Purwakarta, dengan Ciamis sebagai penghasil tertinggi dengan ribuan ton per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan, Kabupaten Sukabumi jauh di bawah kelima kabupaten tersebut, yakni hanya 294,1 ton per tahun.
Produksi jengkol di Sukabumi
Sementara itu, produksi jengkol di Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu komoditas hortikultura yang potensial, dengan hasil mencapai ribuan kuintal per tahun.
Wilayah seperti Waluran, Ciemas, Ciracap, dan Surade menjadi sentra budidaya dengan kontribusi signifikan. Produksi jengkol di daerah ini didukung oleh permintaan stabil dan menjadi menu favorit lokal.
Total produksi jengkol di Kabupaten Sukabumi mencapai 2.941 kuintal (294,1 ton) pada 2020, dengan Kecamatan Waluran menonjol dengan produksi tinggi, diikuti oleh Ciemas, Ciracap, dan Surade.
Lalu pada 2023, naik menjadi 6.224,53 kuintal atau 622,453 ton. Namun pada 2025, produksi jengkol Sukabumi anjlok menjadi hanya 876,25 kuintal atau 87,625 ton.
Berikut sebaran kecamatan penghasil jengkol di Kabupaten Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (6/2/2026), dari data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH), Badan Pusat Statistik (BPS) per 10 Juni 2025.
- Ciemas: 110 kuintal (
- Ciracap: 60 kuintal (
- Waluran: 535 kuintal
- Surade: 41 kuintal
- Cibitung: 5 kuintal
- Jampang Kulon: 31 kuintal
- Cimanggu: 82 kuintal
- Kalibunder: 59 kuintal
- Tegalbuleud: 25 kuintal
- Sagaranten: 300 kuintal
- Cidadap: 946 kuintal
- Pabuaran: 380 kuintal
- Lengkong: 604 kuintal
- Palabuhanratu: 20 kuintal
- Simpenan: 116 kuintal
- Warungkiara: 74,5 kuintal
- Bantargadung: 166 kuintal
- Purabaya: 146 kuintal
- Cisaat: 100 kuintal
- Cibadak: 1.888 kuintal
- Caringin: 234 kuintal
- Ciambar: 1.300 kuintal
- Cicurug: 375 kuintal
- Cidahu: 90 kuintal
- Parakansalak: 120 kuintal
- Parungkuda: 490 kuintal
- Kalapanunggal: 20 kuintal
- Cisolok: 275 kuintal
- Cikakak: 115 kuintal
- Kabandungan: 55 kuintal
Sehingga, total dari Kabupaten Sukabumi hasilkan 8.762,5 kuintal atau 87,625 ton pada tahun lalu.
Berita Terkait: Bukan sekadar lalap, ini 13 manfaat luar biasa jengkol untuk kesehatan
Fakta produksi kengkol di Jawa Barat

Bogor dan Cianjur, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jengkol terkemuka di Jawa Barat, yang merupakan provinsi penghasil jengkol terbesar kedua di Indonesia.
Sentra Produksi: Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Bogor, Cianjur, dan Purwakarta adalah daerah penghasil utama. Ciamis bahkan dijuluki sebagai salah satu “surganya” jengkol di Jawa Barat.
Jumlah Produksi: Pada 2023, produksi jengkol di Jawa Barat mencapai 19.763 ton, menunjukkan peningkatan yang stabil dan konsisten setiap tahunnya. Sementara data dua tahun sebelumnya, menunjukkan angka produksi mencapai lebih dari 161.000 kuintal (16.110 ton) pada 2021.
Penyebaran: Pohon jengkol di Jawa Barat tumbuh baik, baik melalui budidaya maupun tumbuh secara alami di lahan perkebunan dan pekarangan.
Permintaan: Konsumsi jengkol yang tinggi, terutama sebagai menu wajib di warung makan Sunda, membuat permintaan stabil di pasar tradisional maupun modern.
Daerah penghasil tertinggi jengkol (2021)
Berikut adalah 5 kabupaten penghasil jengkol di Jawa Barat, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (6/2/2026), dari data Badan Pusat Statistik (BPS):
- Kabupaten Ciamis: 54.705 kuintal.
- Kabupaten Tasikmalaya: 27.743 kuintal.
- Kabupaten Bogor: 15.973 kuintal.
- Kabupaten Cianjur: 13.444 kuintal.
- Kabupaten Purwakarta: 12.515 kuintal.
Budidaya jengkol di Jawa Barat semakin intensif dengan dukungan program penyuluhan dari dinas pertanian.









