sukabumiheadline.com – Siswa kurang miskin untuk jenjang SMA/SMK swasta di Jawa Barat (Jabar) akan menerima beasiswa. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan ratusan miliar Rupiah dana beasiswa bagi siswa SMA/SMK swasta telah dipersiapkan di APBD Jawa Barat tahun 2026.
Jumlah penerima beasiswa akan mengacu dari data jumlah peserta didik saat masuk tahun ajaran baru 2026/2027 beberapa bulan lagi.
“Mulai belajarnya itu kan nanti bulan Juni-Juli. Jadi hari ini belum bisa mendapat update data jumlah siswa kelas 1 tidak mampu di sekolah swasta tahun ajaran 2026/2027,” kata Dedi Mulyadi, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (11/2/2026), dari laman resmi Pemprov Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut KDM (sapaan karibnya) anggaran tersebut akan masuk dalam pergeseran anggaran di APBD 2026. Total beasiswa untuk siswa di SMA dan SMK swasta pada 2026 senilai Rp218 miliar.
Beasiswa itu terbagi menjadi Rp150 miliar beasiswa operasional sekolah swasta dan Rp68 miliar beasiswa personal.
Untuk informasi, siswa tidak mampu desil 1 sampai 4 akan menerima beasiswa operasional Rp600.000 per-tahun. Selain itu, siswa desil 1 atau kategori miskin ekstrem juga diberi beasiswa personal untuk membeli kebutuhan perlengkapan sekolah.
Adapun, beasiswa personal diberikan untuk beli sepatu, baju, buku, tas. Operasional untuk bayar SPP di sekolah swasta.
Sebelumnya, Komisi V DPRD Jawa Barat menyebut beasiswa bagi siswa miskin di SMA dan SMK swasta belum dialokasikan ke dalam APBD 2026.
Siswa bisa terima beasiswa operasional Rp600.000 per tahun Komisi V DPRD lalu meminta Pemda Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pergeseran APBD 2026 agar beasiswa bagi siswa miskin di SMA dan SMK swasta tetap bisa dimasukkan.









