Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah yang dipimpinnya. Kejahatan tersebut, kata dia, menjadi indikator bahwa persoalan ekonomi masyarakat di Jawa Barat belum tertangani dengan baik.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu, dalam kegiatan di Mapolda Jabar, Rabu (18/2/2026), menilai para pelaku pencurian sepeda motor mengambil risiko sangat besar, hingga nyawa bisa mengakibatkan nyawa pelaku melayang sebab amuk massa.

“Pencuri roda dua hari ini berisiko tinggi. Kenapa? maling motorna dijual paling ge hargana sejuta tapi paeh (meninggal) digebugan,” ucap Dedi, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (19/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, maraknya aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan dasar menunjukkan bahwa kondisi ekonomi di tingkat bawah belum pulih, sekaligus rapor merah bagi seorang pemimpin daerah.

“Bagi saya kalau masih ada kejahatan kelas teri gubernurnya masih gagal. Kenapa? Masih ada rakyat yang mencuri untuk kebutuhan konsumsi. Artinya ekonomi belum baik. Bagi saya itu,” katanya.

Ilustrasi begal motor - sukabumiheadline.com
Ilustrasi begal motor – sukabumiheadline.com

Dari pengalamannya membantu keluarga pelaku curanmor agar tidak semakin terpuruk secara sosial, KDM sempat meminta perusahaan untuk mempekerjakan kembali istri seorang pelaku yang dipecat akibat perbuatan suaminya.

“Yang satu yang orang Kuningan istrinya kerja ternyata istrinya habis itu dipecat oleh perusahaan. Saya minta perusahaan mempekerjakan kembali. Saya bilang, kenapa kalau dipecat nanti tambah parah keluarganya,” tuturnya.

Dedi berharap kendaraan hasil pengungkapan kasus oleh Polda Jabar bisa segera dikembalikan kepada pemilik sahnya. Hal ini penting agar para korban bisa kembali bekerja dan menghidupi keluarga mereka.

“Ini menjadi fokus dan mudah-mudahan segera ini bisa diambil oleh mereka yang berhak. Ya paranti ngojek, paranti suluh, nganterkeun budak ke sakola, dagang nguriling (untuk keperluan mencari kayu bakar, antara anak ke sekolah, dagang keliling – red), kemudian ke pasar,” ucap Dedi.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa hilangnya kendaraan bukan sekadar kehilangan alat transportasi, melainkan terputusnya mata rantai ekonomi keluarga.

“Banyak orang bergantung pada kendaraan tersebut untuk mencari nafkah. Alangkah sedihnya ketika kendaraan itu dicuri atau hilang. Putuslah nafkah yang mereka jalankan, timbul kemiskinan, dan konflik sosial lainnya,” kata Kapolda.

Berita Terkait

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN
Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km
“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Razia knalpot brong, Pemprov Jabar siapkan knalpot standar gratis
KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB