sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah yang dipimpinnya. Kejahatan tersebut, kata dia, menjadi indikator bahwa persoalan ekonomi masyarakat di Jawa Barat belum tertangani dengan baik.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu, dalam kegiatan di Mapolda Jabar, Rabu (18/2/2026), menilai para pelaku pencurian sepeda motor mengambil risiko sangat besar, hingga nyawa bisa mengakibatkan nyawa pelaku melayang sebab amuk massa.
“Pencuri roda dua hari ini berisiko tinggi. Kenapa? maling motorna dijual paling ge hargana sejuta tapi paeh (meninggal) digebugan,” ucap Dedi, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (19/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, maraknya aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan dasar menunjukkan bahwa kondisi ekonomi di tingkat bawah belum pulih, sekaligus rapor merah bagi seorang pemimpin daerah.
“Bagi saya kalau masih ada kejahatan kelas teri gubernurnya masih gagal. Kenapa? Masih ada rakyat yang mencuri untuk kebutuhan konsumsi. Artinya ekonomi belum baik. Bagi saya itu,” katanya.

Dari pengalamannya membantu keluarga pelaku curanmor agar tidak semakin terpuruk secara sosial, KDM sempat meminta perusahaan untuk mempekerjakan kembali istri seorang pelaku yang dipecat akibat perbuatan suaminya.
“Yang satu yang orang Kuningan istrinya kerja ternyata istrinya habis itu dipecat oleh perusahaan. Saya minta perusahaan mempekerjakan kembali. Saya bilang, kenapa kalau dipecat nanti tambah parah keluarganya,” tuturnya.
Dedi berharap kendaraan hasil pengungkapan kasus oleh Polda Jabar bisa segera dikembalikan kepada pemilik sahnya. Hal ini penting agar para korban bisa kembali bekerja dan menghidupi keluarga mereka.
“Ini menjadi fokus dan mudah-mudahan segera ini bisa diambil oleh mereka yang berhak. Ya paranti ngojek, paranti suluh, nganterkeun budak ke sakola, dagang nguriling (untuk keperluan mencari kayu bakar, antara anak ke sekolah, dagang keliling – red), kemudian ke pasar,” ucap Dedi.
Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa hilangnya kendaraan bukan sekadar kehilangan alat transportasi, melainkan terputusnya mata rantai ekonomi keluarga.
“Banyak orang bergantung pada kendaraan tersebut untuk mencari nafkah. Alangkah sedihnya ketika kendaraan itu dicuri atau hilang. Putuslah nafkah yang mereka jalankan, timbul kemiskinan, dan konflik sosial lainnya,” kata Kapolda.









