sukabumiheadline.com – Hari Kartini menjadi momen mengenang perjuangan perempuan-perempuan tangguh yang hidup di sekitar kita hari ini. Sosok perempuan sering kali hadir dalam keseharian, berjuang diam-diam demi keluarga, dan memilih terus melangkah meski kondisi tidak selalu mudah.
Yuyum Susilawati, seorang perempuan tangguh dari Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup dirinya.
Di tengah profesi peternak yang kerap identik dengan laki-laki. Yuyum hadir sebagai sosok yang mampu menghidupi keluarga sekaligus menyekolahkan anak-anaknya dari beternak domba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Siapa sangka, dari kandang sederhana di sekitar rumahnya, lahir kisah perjuangan seorang tulang punggung keluarga. Itulah yang dijalani Yuyum setiap hari. Dengan bekerja keras sebagai peternak, ia terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah berbagai keterbatasan.
Meski sering kali kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari, Yuyum tidak pernah menyerah. Pengorbanannya perlahan membawanya pada hasil yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Alhamdulillah si Bapak (suami) kerja bangunan dan itu juga kalau ada, makanya kita ternak domba sambil bertani aja, mengelola lahan yang kosong,” ungkap Yuyum dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Dompet Dhuafa, Selasa (21/4/2026).
Keseharian Yuyum mengarit rumput untuk pakan ternak dombanya.
Keseharian Yuyum mengarit rumput untuk pakan ternak dombanya
Yuyum merupakan salah seorang mitra peternak dan pengurus aktif di Koperasi Peternak Serba Usaha (KPSU) Riung Mukti, Sukabumi—mitra pemberdayaan ternak Program Tebar Hewan Kurban (THK) binaan Dompet Dhuafa sejak tahun 2009.
Sebagai warga asli Sukabumi, Yuyum telah dikenal masyarakat sebagai sosok wanita tangguh dan pekerja keras. Perlahan, jalan Yuyum mulai menemukan arahnya ketika ia bergabung sebagai penerima manfaat program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa.
Kesempatan itu menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Pada 2012, Yuyum menjadi satu-satunya peternak perempuan yang tergabung di KPSU Riung Mukti, Sukabumi
Tak patah arang, sebagai sosok pekerja keras, Yuyun terbiasa mengambil pakan sendiri, mengelola langsung ternak-ternaknya serta mampu mendidik mengelola keluarganya dengan baik, Salah satu hal yang paling ia syukuri hingga ia dapat menyekolahkan kedua putrinya hingga perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, dengan cara seperti ini, saya ngurusin anak kambing tapi anak saya bisa sekolah, saya terharu-lah, ikut aja karena saya gak punya modal untuk menyekolahkan anak. Alhamdulillah ini terbuka jalan. Berkah ini banyak manfaatnya, terus selanjutnya kan saya ikutin terus, anak (kedua) masuk (sekolah),” papar Yuyum.
Berkat usahanya, kini sang anak dapat menjadi guru di tingkat SMP. Sebelumnya ia mengambil jurusan D3 Pendidikan, sementara anaknya yang lain mengambil jurusan perbankan.
“Jadi sampai sekarang, alhamdulillah dia ngajar, bermanfaat di SMP,” tambahnya.
Kerja kerasnya menjadi peternak dan petani bisa mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya, bahkan Yuyum dapat membeli dua unit sepeda motor, yang ia gunakan untuk meringankan pekerjaannya mengarit rumput untuk pakan domba miliknya, serta menunjang aktivitas sehari-hari.
Meski menjadi satu-satunya peternak perempuan di sana, tak menyurutkan semangatnya terus belajar cara beternak yang baik, mulai dari manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga reproduksi ternak.
Perubahan ekonomi jauh meningkat di saat Yuyum menggeluti pengelolaan dan bisnis peternakan domba miliknya. Yuyum yang pendidikannya tamatan sekolah dasar ini, terus semangat meneruskan pendidikannya pada program kejar paket, serta mampu menyekolahkan kedua putrinya hingga sampai bangku kuliah.
Berkat kegigihan dan dedikasinya dalam dunia peternakan, Yuyum bermimpi untuk terus menjadi peternak perempuan yang tangguh dan berdaya.
“Kalau ada waktu kumpul-kumpul untuk rapat, kita sharing lah, di sini ada belasan anggota atau peternak, pure ngurusin kambing-kambing sendiri di kandang masing-masing,” imbuh Yuyum.
“Kalau saya, utamakan kita senang-senang juga waktu kita ngarit sama-sama, sama anggota, sambil makan-makan lah. Happy-happy aja,” sambungnya.
Selain aktif dalam beberapa organisasi, Yuyum dikenal amanah dan dengan cepat mengerti program peternakan di KPSU Riung Mukti, sehingga saat ini Yuyum dapat memetik hasil dari usaha kerja kerasnya.
Yuyum berhasil membuktikan potensi wanita di dunia peternakan ternyata menunjukkan bahwa wanita juga dapat mengelola ternak dan peternakannya dengan baik. Ia juga turut memberdayakan empat orang wanita lainnya, untuk mengurus peternakan.









