Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat - Tangkapan Layar

Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat - Tangkapan Layar

sukabumiheadline.com – Kapal tanker asal China, Rich Starry, berhasil menembus jalur Selatan Hormuz meskipun dalam blokade pihak militer Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/4/2026).

Diberitakan Reuters, menunjukkan bahwa kapal tanker Rich Starry tersebut menjadi kapal pertama yang tercatat berhasil melintasi selat dan keluar dari Teluk sejak blokade AS dimulai.

Diketahui, Rich Starry beserta pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah AS karena dituduh melakukan transaksi perdagangan dengan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rich Starry merupakan kapal tanker berukuran menengah (medium-range) yang saat ini sedang mengangkut sekitar 250.000 barel metanol di dalam palka kapalnya, dan sempat singgah di Pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab.

Selain membawa muatan komoditas kimia, kapal tanker milik perusahaan China ini diketahui membawa awak kapal yang seluruhnya berkebangsaan China. Hal ini menambah dimensi ketegangan diplomatik mengingat kapal tersebut mengabaikan larangan melintas yang ditetapkan oleh otoritas keamanan AS di wilayah perairan tersebut.

Tak hanya Rich Starry, data LSEG juga menunjukkan kapal tanker lain yang masuk dalam daftar sanksi AS, yakni Murlikishan, terpantau ikut menuju Selat Hormuz pada hari yang sama.

Kapal jenis handysize yang dalam kondisi kosong tersebut dijadwalkan akan memuat bahan bakar minyak (BBM) di Irak pada 16 April mendatang menurut data dari Kpler.

Kapal Murlikishan yang sebelumnya dikenal dengan nama MKA memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam operasi pengiriman energi di wilayah konflik.

Kapal tersebut tercatat pernah melakukan pengangkutan minyak asal Rusia dan Iran, yang menjadikannya salah satu target utama dalam pengawasan ketat blokade Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Aksi penerobosan ini terjadi di tengah eskalasi militer yang sangat tinggi setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu yang memicu penutupan Selat Hormuz oleh Teheran. Hal ini sempat memicu aksi saling blokir perairan jalur penghubung Teluk Persia ke Samudera Hindia itu.

Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan pemilik kapal tersebut terkait aksi penerobosan blokade tersebut.

Berita Terkait

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Israel perang terus, sidang kasus korupsi Netanyahu Rp8,5 triliun selalu ditunda
Daftar 10 syarat dari Iran disetujui Donald Trump demi Selat Hormuz dibuka

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Rabu, 22 April 2026 - 14:47 WIB

Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa

Sabtu, 18 April 2026 - 14:19 WIB

Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan

Berita Terbaru

Realme C100 dan Realme C100i - Realme

Gadget

Realme C100 dan C100i: Baterai 7000mAh dijual Rp sejutaan

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:00 WIB