Kisah sedih Sri Apriliani: Yatim piatu di Sukabumi DO sekolah, diejek teman, huni rutilahu

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Apriliani - Ist

Sri Apriliani - Ist

sukabumiheadline.com – Sri Apriliani, seorang gadis yatim-piatu yang telah terpaksa harus drop out (DO) dari sekolah karena tidak kuat menahan bully-an teman-temannya.

Sri Apriliani menghuni sebuah gubuk yang bahkan nyaris ambruk di Kampung Pasir Muncang RT 005/002, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kesedihan gadis 22 tahun itu tidak hanya karena tinggal sebatang kara, tetapi Sri Apriliani juga mengalami kondisi tangan yang tidak normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang content creator YouTube IDW Channel menemuinya bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-22. Kala itu, Sri tengah duduk seorang diri di rumah yang sudah rapuh. Saat berdialog, terungkap bahwa gadis ini juga seorang yatim piatu.

Diketahui, Sri menyandang status yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia pada 2019, disusul oleh ayahnya pada tahun 2023.

Kini, Sri tinggal sendirian di rumah peninggalan orang tuanya yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Untuk makan sehari-hari, Sri sering mengandalkan kebaikan hati saudara dan neneknya.

“Alhamdulillah suka ada rezekinya,” katanya sambil menahan tangis, dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (18/4/2026).

“Maaf gak kuat, jadi suka gampang nangis,” imbuhnya sambil menangis tersedu seraya menyeka air matanya.

Sri Apriliani tinggal di rutilahu - Ist
Sri Apriliani tinggal di rutilahu – Ist

Di usianya yang sudah cukup dewasa, di dalam lubuk hatinya Sri mengaku ingin bekerja. Namun niatnya tersebut selalu gagal karena ketidakpercayaan dirinya akibat trauma bullying yang diterimanya.

Pendidikan Sri terpaksa terhenti di bangku kelas 2 SMP semester 1.
Bukan karena sudah enggan belajar, melainkan karena luka batin akibat perundungan (bullying) yang dilakukan oleh teman-temannya.

Di hari spesial yang biasanya dirayakan dengan kebahagiaan, Sri hanya memiliki keinginan sederhana. Ia mengaku memperbaiki rumah agar memiliki kamar mandi di dalam rumah.

Ia juga memiliki cita-cita ingin mengganti ponselnya yang layak karena miliknya saat ini sudah sering mengalami gangguan (nge-lag).

Meskipun merasa tidak percaya diri untuk bekerja karena kondisi tangannya, Sri tetap menunjukkan ketegaran, meskipun harus menjalani hari-harinya dalam kesendirian dan keterbatasan fisik yang membekas sejak masa kecilnya.

Selama ini, ia hanya menjalani pengobatan tradisional dan belum pernah mendapatkan penanganan medis dari dokter spesialis.

Berita Terkait

Pujian fans The Cong-Viettel FC untuk Bobotoh, janji sambut fans Persib di Vietnam
Momen KDM gombalin camat asal Sukabumi, janji sering berkunjung
Ada You Matter To Me Day, 4 hal di dunia diperingati setiap 7 Oktober
Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake
Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol
Sukabumi juara 1 kabupaten/kota dengan tokoh sejarah terbanyak
10 medsos dengan pengguna terbanyak di Indonesia, bukan Facebook atau TikTok
5 bukti warga Jepang tak mau ganggu pengguna jalan di kompleks perumahan, di Indonesia?

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pujian fans The Cong-Viettel FC untuk Bobotoh, janji sambut fans Persib di Vietnam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:12 WIB

Momen KDM gombalin camat asal Sukabumi, janji sering berkunjung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Ada You Matter To Me Day, 4 hal di dunia diperingati setiap 7 Oktober

Jumat, 25 September 2026 - 23:50 WIB

Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB