Dedi Mulyadi ogah tiru Gubernur Jakarta berantas ikan sapu-sapu, ini tips jitu dari KDM

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, enggan meniru kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu. Hal itu terjadi secara serentak sejak Jumat (17/4/2026) dari pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.

Di Jakarta Timur, lokasi penangkapan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati. Di Jakarta Barat, lokasinya terletak di Kali Anak TSI. Sementara, lokasi penangkapan di Jakarta Selatan berlangsung di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jakarta Pusat di Kali Cideng depan Plaza Indonesia.

Adapun lokasi di Jakarta Utara di Saluran RW 06 Kelurahan Kelapa Gading Barat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa, operasi penangkapan ikan sapu-sapu akan digelar secara rutin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi penangkapannya juga akan meluas di seluruh titik perairan di Jakarta. “Pasti akan dilakukan secara rutin dan diperluas,” ucap Pramono.

Diketahui, penggagas pemberantasan ikan sapu-sapu berasal dari kreator konten, Arief Kamarudin. Melalui media sosial pribadinya, ia kerap membagikan aktivitas menangkap ribuan sapu-sapu di Sungai Ciliwung, tepatnya di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Berdasarkan keterangan dari Arief Kamarudin, keberadaan ikan sapu-sapu sangat berbahaya. Pertumbuhan ikan ini tidak terkendali sejak lama di Ciliwung. Invasi ikan sapu-sapu dapat membuat ikan endemik sulit bergerak. Pasalnya, kemampuan adaptasi ikan ini sangat tinggi dan tergolong kuat meski di air tercemar.

Sementara itu, Dedi Mulyadi membagikan dua usulan membasmi ikan sapu-sapu. Ia membicarakan hal ini mengingat fenomena pemusnahan massal ikan invasif ini ramai di sejumlah wilayah Jakarta.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu ikut memberikan penilaiannya. Populasi ikan sapu-sapu dinilai semakin tidak terkendali di sejumlah sungai di Jabar, terutama di perbatasan dengan Jakarta.

Ia menganggap keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya berbicara tentang populasi. Ia menyoroti indikator penurunan kualitas air dan lingkungan terutama di sungai.

Ilustrasi khasiat mengonsumsi dan kandungan gizi ikan sapu sapu - sukabumiheadline..com
Ilustrasi khasiat mengonsumsi dan kandungan gizi ikan sapu sapu – sukabumiheadline..com

KDM berpendapat sapu-sapu bertumbuh pesat apabila perairan atau sungai sudah mengalami pencemaran lingkungan. Menurutnya, cara menanganinya tidak sekadar melakukan penangkapan.

“Ikan sapu-sapu untuk seluruh daerah ya ambil saja, tangkap saja. Kemudian, sapu-sapu itu kan tumbuh mana kala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).

KDM juga menyampaikan alasannya terkait maraknya pertumbuhan ikan sapu-sapu. Hal ini berkaitan dengan kualitas sungai yang sudah sehat. Kata Gubernur Jabar itu, ikan sapu-sapu mendominasi sebagai bukti ekosistem tidak berimbang lagi.

Padahal perairan menjadi efektif apabila banyak ikan endemik yang hidup. Sayangnya kini banyak perairan sungai tidak sehat membuat ikan endemik atau lokal kalah bertahan. Sementara, kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ikan sapu-sapu berkembang pesat.

“Jadi, kalau sungai mengalami penurunan kualitas, maka sungai yang hidup hanya sapu-sapu,” ungkapnya.

Untuk itu, KDM menyampaikan dua langkah utama, yakni pembasmian secara bersamaan bentuk langkah serius mengatasi ikan sapu-sapu. Pergerakannya tidak boleh setengah-setengah agar persoalan ini tuntas.

“Jadi, kalau ingin menghilangkan sapu-sapu ada dua hal. Pertama, sapu-sapunya harus diangkat,” terangnya.

Kemudian langkah kedua, ia menginginkan seluruh pihak terutama pemerintah memperbaiki kualitas air khususnya di sungai.

“Kedua, kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi,” jelasnya.

Ia meyakini ikan endemik akan kembali bersaing. Ikan lokal bisa mendominasi daripada ikan sapu-sapu, dengan catatan hal itu terjadi apabila kualitas air sungai telah membaik.

“Pokoknya di daerah yang di mana airnya sudah tercemar, pasti ikannya tinggal sapu-sapu,” tegasnya.

Namun, KDM mengapresiasi warga Jabar yang selama ini sudah lebih dulu memberantas ikan sapu-sapu. Kendati demikian, sebagian warga di sejumlah wilayah di Jabar melakukan penangkapan ikan sapu-sapu bersifat individu, bukan secara bersama-sama.

Ia menilai langkah ini setidaknya membantu agar populasi ikan invasif ini semakin berkurang. Namun begitu, solusi utamanya tetap menyasar pada perbaikan kualitas air terutama di perairan sungai.

“Kalau selama ini, ikan sapu-sapu sudah diambilin oleh warga Jabar,” tukasnya.

Berita Terkait

Pohon timpa tronton di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, 2 orang luka
Viral! Bupati Nias Utara sujud di depan pejabat pusat: Kami capek miskin, pak
Daftar 13 wanita asal Jawa Barat korban TPPO dan eksploitasi, usia 20an
Wajah Brimob aniaya pelajar madrasah hingga tewas di Tual
Ngaku kena tipu, wanita Sukabumi memerkosa sesama perempuan
Dipacu dari Sukabumi, Harley Davidson nyungsep usai serempet pemotor lain
Perkembangan dan penanganan bencana di Indonesia, dari Sukabumi hingga Talaud
Istri Dirdik KPK, Kombes Sumarni: Dari Polres Sukabumi Kota jadi Kapolres Metro Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 19:49 WIB

Dedi Mulyadi ogah tiru Gubernur Jakarta berantas ikan sapu-sapu, ini tips jitu dari KDM

Kamis, 16 April 2026 - 18:20 WIB

Pohon timpa tronton di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, 2 orang luka

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:20 WIB

Viral! Bupati Nias Utara sujud di depan pejabat pusat: Kami capek miskin, pak

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:08 WIB

Daftar 13 wanita asal Jawa Barat korban TPPO dan eksploitasi, usia 20an

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:24 WIB

Wajah Brimob aniaya pelajar madrasah hingga tewas di Tual

Berita Terbaru