Bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagas, bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas

Bagas, bocah Sukabumi derita kanker darah dipuji KDM, tetap hidup karena tak henti bernafas

sukabumiheadline.com – Bagas, seorang bocah asal Sukabumi mendapatkan pujian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dilihat di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, anak tersebut mengaku masih sekolah di SD.

Dalam video, ia ditemani ibunya menemui Dedi Mulyadi yang tengah mengawasi pekerja kebersihan di sekitar kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung.

“Kenapa?” tanya Dedi Mulyadi sambil menoleh ke anak yang menghampirinya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mau ketemu mau salim,” jawab ibunya.

“Saya idolakan bapak, Pak,” timpal anak tersebut.

“Oh iya. Di mana sekolahnya?” tanya gubernur yang akrab dipanggil KDM itu.

“SDN 63.”

Kepada KDM, ibu menyebut jika anaknya itu menderita kanker darah stadium 4. Sehingga, saat itu anaknya tidak sekolah karena harus berobat.

“Oh, sekarang nggak sekolah?”

“Lagi kontrol.”

“Oh, sakit apa?”

“Kanker darah.”

“Kanker darah? Kemonnya berapa kali?” tanya KDM kaget.

“Udah beres kemonnya. Udah selesai kemonnya?”

“Selama ini biaya kemonya dari mana?”

“Dari BPJS.”

Kepada KDM, si ibu menyebut suaminya membuka usaha pangkas rambut di Sukabumi. Sedangkan, ia berjualan makanan untuk membantu suaminya membiayai kebutuhan sehari-hari.

“Punya suami? Suaminya kerja apa?$

“Pakas rambut.”

“Pakas rambut di mana?”

Di rumah, di Sukabumi.”

Di Sukabumi, alhamdulillah. Ibu nyisihin uang untuk ongkos ke Bandung?”

“Jualan.”

“Jualan apa?”

“Jajanan anak.”

“Ibu dapet 50?”

Si ibu menjawab dengan menggelengkan kepala sambil tersenyum.

“Tapi cara penampilan ibu bersih, berarti ibu rumahnya bersih. Itu saya lihat kan biasanya rezekinya suka beda, dan ibu tidak ngeluh-ngeluh anaknya mengalami kanker darah.”

“Ini sudah stadium keempat, kata dokternya. Sekarang kankernya sudah ini belum?”

“Oh belum.”

“Tapi kenapa dihentikan?”

Nggak, nggak berhenti.”

“Karena katanya sudah berakhir sekarang.”

“Maksudnya ini stadium terakhir.”

Oh, kankernya stadium terakhir.”

“Dokter juga bangga lah gitu ya.”

“Tapi intinya masih hebat ya. Semangat. Keren banget kamu.”

“Kan idolanya, bapak.”

“Apa yang membuat kamu bertahan?

“Makan.”

“Makannya banyak?”

“Iya.”

“Olahraga?”

“Iya.”

“Sudah hebat. Dokter juga udah angkat tangan ya. Soalnya udah gak dikasih obat dari pertama juga. Cuman dia dikasih daun kelor.”

“Tapi kanker itu pada akhirnya bisa sembuh kalau orangnya punya keyakinan, kerja keras bahwa dia akan sembuh. Dia akan membentuk ketahanan tubuhnya sendiri. Imunnya akan tumbuh. Ini imunnya kuat. Kamu lebih hebat dari saya mentalnya. Saya belum tentu punya mental kayak kamu,” tanya KDM.

“Namanya siapa?”

“Bagas.”

“Kenapa kamu begitu percaya diri bahwa kamu bisa melewati ini?”

“Saya nafas, kalau nggak nafas saya mati.”

“Oh iya benar.”

“Kamu langsung lihat saya tadi?”

“Iya. Tadi enggak, cuma lihat orang baju kuning doang ramai.”

“Oh baju kuning ramai, bersih-bersih. Biar kotanya bersih. Semua daerah Jawa Barat harus bersih. Kota Sukabumi bersih enggak?”

“Kalau itu nggak yakin saya, Pak.”

“Kenapa nggak yakin?”

“Banyak sampah.”

“Oh banyak sampah, ya? Harus bersih.”

“Saya mau jadi presiden.”

“Oh, bagus! Kamu cita-cita jadi presiden, hebat. Harus sehat kalau ingin jadi presiden, ya? Harus sehat, pinter, visioner, hebat,” pinta KDM sambil memberikan uang untuk bekal berobat selanjutnya.

Berita Terkait

Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol
Sukabumi juara 1 kabupaten/kota dengan tokoh sejarah terbanyak
10 medsos dengan pengguna terbanyak di Indonesia, bukan Facebook atau TikTok
5 bukti warga Jepang tak mau ganggu pengguna jalan di kompleks perumahan, di Indonesia?
Arianna dipecat Burger King karena ucapkan “Free Palestine”, warga donasi Rp3 miliar
Viral! Biker terciduk menyimpan bra di bawah jok motor, anti-maling?
Anak Hotman Paris marah ayahnya bela eks Jampidsus: Kebanyakan pencitraan
Tradisi nyeleneh di Desa Kamchatka, tamu bisa tidur bareng istri tuan rumah

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Sukabumi juara 1 kabupaten/kota dengan tokoh sejarah terbanyak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:00 WIB

10 medsos dengan pengguna terbanyak di Indonesia, bukan Facebook atau TikTok

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:20 WIB

5 bukti warga Jepang tak mau ganggu pengguna jalan di kompleks perumahan, di Indonesia?

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Arianna dipecat Burger King karena ucapkan “Free Palestine”, warga donasi Rp3 miliar

Berita Terbaru

Khazanah

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 09:00 WIB

Jan Koum, pendiri WhatsApp - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Inspirasi

Kisah hidup Jan Koum, pendiri WhatsApp yang mantan tukang sapu

Senin, 31 Agu 2026 - 05:56 WIB

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Sukabumi

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:02 WIB