sukabumiheadline.com – Pasar semangka global menunjukkan prospek cerah di tengah pergeseran pola konsumsi masyarakat dunia yang semakin mengarah pada produk segar dan sehat. Data terbaru nilai pasar semangka global tercatat mencapai US$30,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$45,8 miliar pada 2033. Harga tersebut dengan asumsi laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 4,7%.
Permintaan semangka global didorong oleh perubahan gaya hidup konsumen yang semakin mengutamakan makanan rendah kalori, kaya air, dan bernutrisi. Semangka menjadi pilihan utama karena kandungan hidrasi dan antioksidannya, serta fleksibilitasnya untuk dikonsumsi.
Produksi semangka dunia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Permintaan yang terus tumbuh di pasar urban dan negara berkembang juga membuka ruang bagi investasi di logistik rantai dingin atau cold chain, inovasi kemasan, dan distribusi langsung ke konsumen.
Di sisi lain, industri ini menghadapi hambatan seperti lambatnya adopsi teknologi di beberapa wilayah, keterbatasan tenaga ahli, serta tekanan biaya produksi yang meningkat. Risiko perubahan iklim dan kelangkaan air juga menjadi ancaman.
Berita Terkait: Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi

China mengukuhkan diri sebagai raja dalam produksi semangka global. Pada 2022, negara ini memproduksi sekitar 60,4 juta metrik ton semangka, mencakup lebih dari 60% total produksi dunia.
Berikut adalah lima negara produsen semangka terbesar di dunia berdasarkan nilai produksi tahunan dalam metrik ton, dilansir dari World Population Review tahun 2022:
1. China: Memproduksi sekitar 60,4 juta metrik ton semangka pada 2022, menyumbang lebih dari 60% dari produksi global. Wilayah produksi utama meliputi Gansu, Xinjiang, dan Mongolia Dalam. Wilayah-wilayah ini menawarkan kondisi optimal untuk pertumbuhan semangka, termasuk sinar matahari yang melimpah dan suhu yang sesuai. Meskipun sebagian besar dikonsumsi di dalam negeri, ekspor semangka China terus meningkat, menjangkau pasar internasional di Asia, Eropa, dan kawasan lainnya.
2. Turki: Memproduksi sekitar 3,4 juta metrik ton semangka pada 2022. Wilayah Mediterania dan Aegea, khususnya Adana dan Antalya, menjadi area budidaya utama. Iklim yang mendukung dan tanah yang subur memfasilitasi pertanian semangka. Besarnya produksi membuat semangka menjadi bagian dari makanan pokok dalam pola makan masyarakat Turki sekaligus menjadi komoditas yang diekspor ke berbagai negara.
3. India: Produksi mencapai sekitar 3,3 juta metrik ton pada 2022. Negara bagian penghasil utama meliputi Maharashtra, Andhra Pradesh, dan Karnataka. Kondisi iklim yang beragam memungkinkan budidaya sepanjang tahun. Semangka menjadi bagian penting dari ekonomi lokal, terutama pada musim panas.
4. Aljazair: Produksi semangka dari sekitar 54.000 hektare lahan pada 2022, dengan hasil rata-rata 37 ton per hektare. Luas area produksi sedikit menurun sebesar 8,4% dibandingkan 2021, tetapi hasil per hektare meningkat sebesar 6,4%. Budidaya semangka memiliki arti penting dalam sektor pertanian Aljazair.
5. Brasil: Produksi semangka mencapai sekitar 1,9 juta metrik ton pada 2022, turun 10,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Negara ini memiliki iklim yang mendukung dan tanah yang subur untuk budidaya semangka. Meskipun mengalami penurunan, Brasil tetap menjadi produsen penting di Amerika Selatan.
Selain kelima negara tersebut, Produsen kontribusi signifikan terhadap produksi semangka global meliputi Rusia, Pakistan, Amerika Serikat, Senegal, dan Uzbekistan. Negara-negara ini telah menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam industri semangka, masing-masing dengan praktik budidaya dan varietas yang khas.
Berita Terkait: 5 Fakta Semangka Buah Surga Favorit Nabi SAW Disebut dalam AlQuran, Jadi Simbol Bela Palestina
Produksi semangka Indonesia

Indonesia bukan merupakan produsen semangka besar yang di dunia. Merujuk pada posisinya dalam daftar, Indonesia berada di peringkat ke-30 dengan produksi sebanyak 367.8 ribu ton semangka pada 2022.
Laporan Statistik Hortikultura Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah semangka Indonesia pada 2024 mencapai 4.210.088 kuintal atau 421.008,8 ton. Nilainya naik dibandingkan 2023 tetapi turun jauh dibandingkan 2020 yang menembus 5.603.172 ton pada 2020.
Luas lahan untuk menanam semangka pada 2024 mencapai 31.158 hektare, turun jauh dibandingkan 2020 yang ada di angka 33.417 hektare.
Baca Juga: Pernah jadi raja di Jabar, kini produksi melon dan semangka di Sukabumi anjlok
Produksi semangka Sukabumi
Seperti halnya melon, produksi buah semangka di Sukabumi pernah mencapai puncaknya pada 2023, menghasilkan 11.651 kuintal, namun kemudian anjlok hingga produksi terendah 1.015 kuintal pada 2025. Baca selengkapnya: 5 kecamatan penghasil semangka Sukabumi dan khasiat buah kesukaan Rasulullah SAW
- 2022: 7.240 kuintal
- 2023: 11.651 kuintal
- 2024: 3.270 kuintal
- 2025: 1.015 kuintal. Baca selengkapnya: 5 kecamatan penghasil semangka Sukabumi dan khasiat buah kesukaan Rasulullah SAW









