Hitung IKK dan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi 5 tahun terakhir

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan atau Poverty Gap Index and Poverty Severity Index di Kabupaten Sukabumi, 2021–2025, mengalami kenaikan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks (mendekati 1), semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin di bawah garis kemiskinan, menunjukkan kondisi yang lebih parah.

Sedangkan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) adalah indikator statistik (dikeluarkan oleh BPS) yang mengukur sebaran pengeluaran di antara penduduk miskin, serta tingkat ketimpangan di antara mereka. Semakin tinggi nilai (P2), semakin tinggi ketimpangan pengeluaran, yang berarti kondisi penduduk miskin di wilayah tersebut semakin timpang atau parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi, 2021-2025

Berikut adalah angka Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi, 2021-2025, dikutip sukabumiheadline.com, Survei Sosial Ekonomi Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS), Sabtu (9/5/2026).

2021:

  • Indeks Kedalaman Kemiskinan 1,04
  • Indeks Keparahan Kemiskinan 0,23

2022:

  • Indeks Kedalaman Kemiskinan 0,93
  • Indeks Keparahan Kemiskinan 0,19

2023:

  • Indeks Kedalaman Kemiskinan 1,01
  • Indeks Keparahan Kemiskinan 0,23

2024:

  • Indeks Kedalaman Kemiskinan 0,88
  • Indeks Keparahan Kemiskinan 0,20

2025:

  • Indeks Kedalaman Kemiskinan 1,04
  • Indeks Keparahan Kemiskinan 0,28

Indeks Kedalaman Kemiskinan 

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com
Ilustrasi warga miskin – sukabumiheadline.com

Indikator ini digunakan untuk mengukur seberapa dalam tingkat kemiskinan dan kebutuhan intervensi kebijakan.

Definisi: Mengukur rata-rata selisih antara pengeluaran penduduk miskin dan Garis Kemiskinan (GK).

Interpretasi: Penurunan nilai (P1) menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan, yang berarti ketimpangan di antara penduduk miskin semakin menyempit.

Kegunaan: Membantu dalam alokasi anggaran penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, seperti Dana Desa, karena daerah dengan jumlah penduduk miskin sama belum tentu memiliki kedalaman kemiskinan yang sama.

Data Terbaru: Menurut data BPS per Maret/September 2025, angka kedalaman kemiskinan di Indonesia umumnya mengalami penurunan, baik di perkotaan maupun pedesaan.Indeks ini merupakan bagian dari indikator kemiskinan makro yang diterbitkan oleh BPS bersamaan dengan persentase penduduk miskin (P0) dan indeks keparahan kemiskinan (P2).

Indeks Keparahan Kemiskinan

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) adalah indikator statistik (dikeluarkan oleh BPS) yang mengukur sebaran pengeluaran di antara penduduk miskin, serta tingkat ketimpangan di antara mereka. Semakin tinggi nilai (P2), semakin tinggi ketimpangan pengeluaran, yang berarti kondisi penduduk miskin di wilayah tersebut semakin timpang atau parah.

Fungsi: Memberikan informasi mengenai sebaran pengeluaran (ketimpangan) di antara penduduk miskin.

Makna Angka: Semakin tinggi nilai (P2), semakin lebar ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Perbedaan dengan Indikator Lain: (P0)

(Headcount Index): Persentase penduduk di bawah garis kemiskinan. (P1)

(Indeks Kedalaman Kemiskinan): Rata-rata kesenjangan pengeluaran.

(P2) (Indeks Keparahan): Memberikan bobot lebih besar pada penduduk yang pengeluarannya jauh di bawah garis kemiskinan.

Data keparahan kemiskinan sering digunakan untuk memprioritaskan intervensi kebijakan agar bantuan lebih terukur dan tepat sasaran.

Sebagai contoh, berdasarkan data BPS, indeks keparahan kemiskinan bervariasi antar kabupaten/kota, yang mencerminkan tingkat keparahan yang berbeda meskipun tingkat kemiskinannya mungkin mirip.

Berita Terkait

Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan
Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros
Kisah hidup Nani Adiwijaya: Dari rahimnya lahir menteri dan dirut BUMN asal Sukabumi
Sengkarut HGU PT Citimu: Restu Bupati Sukabumi, dugaan main uang, hingga lapor Ombudsman RI
Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat
Jumlah wanita Sukabumi lebih sedikit ketimbang pria, ternyata bukan karena kematian
Menghitung angka drop out pelajar di Kabupaten Sukabumi 2026: SD juara 3, SMP dan SMA?
Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:38 WIB

Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Kisah hidup Nani Adiwijaya: Dari rahimnya lahir menteri dan dirut BUMN asal Sukabumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Sengkarut HGU PT Citimu: Restu Bupati Sukabumi, dugaan main uang, hingga lapor Ombudsman RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat

Berita Terbaru

Khazanah

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 09:00 WIB

Jan Koum, pendiri WhatsApp - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Inspirasi

Kisah hidup Jan Koum, pendiri WhatsApp yang mantan tukang sapu

Senin, 31 Agu 2026 - 05:56 WIB

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Sukabumi

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:02 WIB