Resensi film Life is Beautiful, Gen Z Sukabumi: Keren banget! Jadi lebih sayang ayah

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu adegan dalam film Life is Beautiful - Ist

Salah satu adegan dalam film Life is Beautiful - Ist

sukabumiheadline.com – Life Is Beautiful (bahasa Italia: La vita è bella) adalah sebuah film drama komedi Italia yang sudah lawas, dirilis pada 1997 silam. Film ini disutradarai dan dibintangi Roberto Benigni, yang juga ikut menulis skenario film ini bersama Vincenzo Cerami.

Film ini bercerita tentang seorang pemilik toko buku Yahudi Italia, Guido Orefice, yang harus menggunakan imajinasinya untuk melindungi putranya dari kengerian penahanan di kamp konsentrasi Nazi.

Film dengan subtitle Indonesia ini terinspirasi sebagian dari buku In the End, I Beat Hitler karya Rubino Romeo Salmonì dan oleh ayah Benigni, yang menghabiskan dua tahun di kamp konsentrasi Bergen-Belsen selama Perang Dunia II.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Septiani Noed Fazrin, seorang Gen Z Sukabumi sangat merekomendasikan film untuk ditonton anak-anak perempuan, terlebih mereka yang sedang menghadapi problem komunikasi dengan ayahnya.

Life is Beautiful, seru. Aku pertama kali banget liat seorang ayah yang rela berkorban buat anaknya,” kata Septiani kepada sukabumiheadline.com, Selasa (19/5/2026) dinihari.

Menurutnya, film ini memberi sudut pandang lain tentang kehidupan, seberat apapun masalah yang dihadapi, semua tampak ringan jika kita memandang dari perspektif yang berbeda. Sehingga, jika kita menghadapi masalah yang menurut kita berat, maka untuk menyelesaikannya mungkin semudah mengubah sudut pandang saja.

Dalam film tersebut, bahkan seorang ayah yang tengah menunggu dihukum mati sekalipun masih mampu memberikan perspektif berbeda tentang beratnya hidup yang harus dijalani, demi kebahagiaan anaknya.

“Film ini ngasih sudut pandang bahwa dunia gak sekejam itu, tak seberat yang kita bayangkan. Tetapi semua alur ceritanya dibumbui komedi agar mudah dipahami si anak,” katanya.

“Ketika di dalam penjara, ayahnya memberikan gambaran bahwa penjara hanyalah tempat bermain, seperti halnya game. Di dalam penjara, layaknya menghabiskan waktu untuk ngumpulin poin. Jadi waktu si anak ikut ke dalam penjara dengan bapaknya, semuanya jadi tampak ringan, menghibur dan tidak seperti yang dibayangkan manusia lain yang berada di luar penjara,” papar Septiani.

Meskipun hanya nonton di handphone, namun gadis asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu mengaku sangat terkesan dengan Life is Beautiful. Ia menangkap pesan moral bahwa seberat apapun masalah yang dihadapi, seorang ayah akan berusaha menutupi agar anaknya tidak ikut mengkhawatirkan dirinya.

“Filmnya bener-bener berkesan banget. Sampai si bapaknya ditembak (dihukum mati), ia tidak terlihat bersedih. Pesan moral buat diri sendiri, jadi makin sayang aja ke ayah sendiri,” ungkap gadis 22 tahun itu.

“Ternyata, walaupun di luar keliatan kuat, sebenarnya beban di dalem dirinya itu berat banget. Bahkan sampai anaknya aja gak tahu,” pungkas Septiani.

Sinopsis Life Is Beautiful

Life is Beautiful disutradarai Roberto Benigni, dan Produser Gianluigi Braschi dan Elda Ferri. Film yang ditulis Roberto Benigni dan Vincenzo Cerami ini sukses baik secara kritik maupun komersial.

Meskipun ada beberapa kritik terhadap penggunaan materi subjek untuk tujuan komedi, film ini mendapat pujian luas, yang dipuji karena alur ceritanya, penampilan para pemainnya, serta penyutradaraannya.

Film ini meraih pendapatan lebih dari $230 juta di seluruh dunia, termasuk $57,6 juta di Amerika Serikat, menjadikannya film berbahasa asing dengan pendapatan tertinggi kedua di AS (setelah Crouching Tiger, Hidden Dragon) dan menjadi salah satu film berbahasa non-Inggris dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.

Life is Beautiful memenangkan Grand Prix di Festival Film Cannes 1998, sembilan Penghargaan David di Donatello (termasuk Film Terbaik), lima Penghargaan Nastro d’Argento di Italia, dua Penghargaan Film Eropa, dan tiga Academy Awards.

Film ini juga meraih Penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik, Musik Terbaik dan Aktor Terbaik untuk Benigni, menjadikannya pria berbahasa non-Inggris pertama yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Pemeran Life is Beautiful

  • Roberto Benigni sebagai Guido Orefice, seorang pelayan Italia-Yahudi, kemudian pemilik toko buku, dan ayah Giosuè
  • Nicoletta Braschi sebagai Dora, seorang guru sekolah non-Yahudi, istri Guido, dan ibu Giosuè
  • Giorgio Cantarini sebagai Giosuè Orefice, anak Guido dan Dora
  • Giustino Durano sebagai Paman Eliseo, seorang maître d’hôtel Yahudi Italia, paman buyut Giosuè dan paman Guido
  • Horst Buchholz sebagai Dokter Lessing, pelanggan tetap di restoran Eliseo yang sering mencoba memecahkan teka-teki saat bersama Guido, kemudian menjadi dokter di kamp konsentrasi
  • Marisa Paredes (disuarakan oleh Paila Pavese [it]) sebagai ibu Dora, seorang sosialita kaya
  • Sergio Bustric sebagai Ferruccio, teman Guido dan mitra yang ceroboh
  • Amerigo Fontani sebagai Rodolfo, tunangan pertama Dora dan seorang pejabat pemerintah
  • Lydia Alfonsi sebagai Guicciardini
    Giuliana Lojodice sebagai Kepala Sekolah
  • Pietro Desilva sebagai Bartolomeo
    Francesco Guzzo sebagai Vittorino
  • Raffaella Lebboroni sebagai Elena
  • Claudio Alfonsi sebagai teman Rodolfo
  • Richard Sammel sebagai Perwira Waffen-SS
  • Aaron Craig sebagai Pengemudi Tank Amerika
  • Omero Antonutti sebagai Giosuè yang lebih tua yang bertindak sebagai narator ‘’(suara, tidak disebutkan namanya)‘’

Berita Terkait

Film Masha and the Bear versi panjang
Kesan Gen Z Sukabumi nonton film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?
5 film box office Indonesia hingga April 2026, sudah nonton?
Pemeran dan sinopsis Dilan ITB 1997 tayang di bioskop bulan ini, catat tanggalnya
Palestine 36: Sinopsis dan bintang film karya sineas Eropa & Palestina layak raih Oscar
Daftar film buat para fans sepak bola, cocok ditonton saat libur Lebaran
Profil dan kesan Angling Sagaran syuting di Sukabumi, ingin Sunda Emperor ditonton se-Indonesia
Sunda Emperor segera tayang di bioskop, dibintangi Laura Moane syuting di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Resensi film Life is Beautiful, Gen Z Sukabumi: Keren banget! Jadi lebih sayang ayah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:31 WIB

Film Masha and the Bear versi panjang

Selasa, 21 April 2026 - 00:34 WIB

Kesan Gen Z Sukabumi nonton film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?

Jumat, 17 April 2026 - 04:17 WIB

5 film box office Indonesia hingga April 2026, sudah nonton?

Senin, 6 April 2026 - 00:54 WIB

Pemeran dan sinopsis Dilan ITB 1997 tayang di bioskop bulan ini, catat tanggalnya

Berita Terbaru