Membanding jumlah penduduk Kota Sukabumi: Lahir + pendatang – mati + pindah

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hunian padat penduduk - sukabumiheadline.com

Ilustrasi hunian padat penduduk - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Populasi penduduk Kota Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, jumlah penduduk kota ini sekira 360,64 ribu jiwa.

Jumlah bertambah sekira lima ribu jiwa pada 2024 menjadi 365,74 ribu jiwa. Setahun kemudian, jumlahnya kembali bertambah dengan angka yang relatif stabil. Menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi, jumlah penduduk Kota Mochi pada 2025 menjadi 370,68 ribu jiwa.

Bagaimana pertambahan penduduk ini terjadi di Kota Sukabumi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (3/6/2026), pertambahan penduduk dipengaruhi angka kelahiran dan pendatang berbanding kematian dan yang pindah dari Kota Sukabumi ke luar daerah.

Jumlah penduduk Kota Sukabumi menurut kelahiran dan pendatang

Melansir data Jumlah Penduduk Lahir, Mati, Datang, dan Pindah Menurut Kecamatan di Kota Sukabumi, 2025, dari Badan Pusat Statistik (BPS), berikut rinciannya:

Jumlah Warga yang Lahir

Pada 2025, lahir 1.631 bayi di Kota Sukabumi, dengan rincian sebagai berikut:

  • Baros: 174 jiwa
  • Lembursitu: 173 jiwa
  • Cibeureum: 215 jiwa
  • Citamiang: 259 jiwa
  • Warudoyong: 301 jiwa
  • Gunung Puyuh: 230 jiwa
  • Cikole: 279 jiwa

Jumlah Warga yang Datang

Jumlah warga pendatang di Kota Sukabumi sebanyak 17.015 jiwa pada 2025, dengan rincian sebagai berikut:

  • Baros: 1.527 jiwa
  • Lembursitu: 2.113 jiwa
  • Cibeureum: 1.795 jiwa
  • Citamiang: 2.187 jiwa
  • Warudoyong: 3.136 jiwa
  • Gunung Puyuh: 1.932 jiwa
  • Cikole: 4.325 jiwa

Jumlah penduduk Kota Sukabumi menurut kematian dan pindah

Warga yang Mati

Sebanyak 2.640 jiwa warga Kota Sukabumi yang mati pada 2025, dengan rincian sebagai berikut:

  • Baros; 252 jiwa
  • Lembursitu: 284 jiwa
  • Cibeureum: 278 jiwa
  • Citamiang: 464 jiwa
  • Warudoyong: 458 jiwa
  • Gunung Puyuh: 383 jiwa
  • Cikole: 521 jiwa

Warga yang Pindah ke Luar Daerah

Total warga Kota Sukabumi yang pindah ke luar daerah sebanyak 12.340 jiwa, dengan rincian sebagai berikut:

  • Baros: 1.280 jiwa
  • Lembursitu: 1.430 jiwa
  • Cibeureum: 1.398 jiwa
  • Citamiang: 2.008 jiwa
  • Warudoyong: 2.195 jiwa
  • Gunung Puyuh: 1.550 jiwa
  • Cikole: 2.479 jiwa

Dengan demikian, total jumlah warga yang lahir dan datang di kota ini pada 2025 sebanyak 18.646 jiwa. Sedangkan, jumlah warga yang mati dan pindah ke luar daerah total sebanyak 14.980 jiwa.

Pada 2025 jumlah penduduk Kota Sukabumi bertambah sekira 3.666 jiwa. Artinya, angka pertambahan penduduk tahun lalu lebih rendah dibandingkan 2023 ke 2024 yang sebanyak 5.100 jiwa.

Berita Terkait

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia
Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat
9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk
Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD
Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi
Top 10 kecamatan lumbung padi Sukabumi, bandingkan dengan Jawa Barat dan Indonesia
Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG
5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:52 WIB

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia

Senin, 20 Juli 2026 - 01:50 WIB

Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:01 WIB

9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:23 WIB

Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:35 WIB

Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi

Berita Terbaru