sukabumiheadline.com – Harga saham PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) sempat bergerak di zona merah setelah melemah 3,24 persen atau turun 12 poin ke level level Rp358 pada sesi I perdagangan Senin (2/11/2026).
Dilihat sukabumiheadline.com hari ini, Jumat (6/11/2026) pagi, harga saham BEEF tercatat Rp374,00 atau bergerak naik sebesar 1,08% (+4,00).
Estika Tata Tiara mencatat pemulihan harga dari level terendah 90 hari terakhir akibat aksi korporasi strategis. Konsensus pasar memproyeksikan stabilitas operasional pada kuartal mendatang yang didorong oleh perluasan lini bisnis dan optimisme manajemen terhadap valuasi internal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu ekspansi perseroan adalah mengakuisisi lahan strategis seluas kurang lebih 30,05 hektare di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat infrastruktur bisnis pemerahan sapi perah dan peternakan.

Perusahaan juga mengalokasikan dana kas internal maksimal Rp100 miliar untuk aksi buyback atau pembelian kembali hingga sekitar 333 juta saham guna merespons ketidaksesuaian harga pasar dengan nilai wajar.
Untuk informasi, sebelumnya laporan keuangan kuartal ketiga menunjukkan adanya tekanan pada pos keuangan dengan arus kas dari aktivitas operasi yang terkontraksi sekitar 29,53% secara tahunan.
Meskipun menunjukkan kekuatan relatif dalam 90 hari terakhir, pergerakan instrumen ini masih terkoreksi sekira 21,94% dalam periode satu tahun terakhir dibandingkan puncaknya.
Tercatat pembukaan Rp370, tertinggi
Rp378, dan terendah Rp366. Sedangkan untuk harga tinggi dalam 52 minggu terakhir Rp920, dan harga rendah dalam 52 minggu terakhir Rp118, dengan total saham beredar sebanyak 8,12 miliar lembar.
Untuk informasi, pada Senin awal November 2026, berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari Stockbit, saham BEEF dibuka di level Rp356. Harga sempat menyentuh level tertinggi Rp406 dan terendah Rp346. Sepanjang perdagangan, harga rata-rata tercatat sebesar Rp367.
Aktivitas transaksi BEEF pada sesi I mencapai 29,43 ribu lot dengan nilai transaksi Rp1,08 miliar. Adapun dalam periode satu pekan, saham BEEF tercatat turun 2,72 persen. Pada periode satu bulan terakhir, harga saham melemah 12,25 persen, sedangkan dalam tiga bulan terakhir turun 8,67 persen.
Pergerakan dalam periode yang lebih panjang menunjukkan hasil cukup berbeda. Saham BEEF tercatat naik 75,49 persen dalam enam bulan terakhir, tetapi masih turun 21,49 persen sejak awal tahun atau year to date (YTD). Dalam periode satu tahun, saham ini melemah 25,42 persen.
Sementara dalam rentang tiga tahun, harga saham BEEF terpantau mengalami peningkatan sebesar 204 persen. Sedangkan kenaikan sebesar 375,22 persen tercatat dalam periode lima tahun.
Bisa disimpulkan, data tersebut memperlihatkan harga saham BEEF mengalami penurunan pada sejumlah periode jangka pendek, sementara kinerja dalam periode enam bulan, tiga tahun, dan lima tahun masih tercatat positif.
Namun, harga saham BEEF kembali bergerak naik setelah empat hari kabar akuisisi lahan di Sukabumi dipublikasikan.









