Alarm Motor Berbunyi, Pria Cicantayan Ini Babak Belur Dimassa di Cisaat Sukabumi

- Redaksi

Senin, 4 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maling motor di Cisaat. l Eka Lesmana

Maling motor di Cisaat. l Eka Lesmana

SUKABIMIHEADLINES.com l CISAAT – Kasus pencurian sepeda motor berhasil digagalkan karena korban memasang alarm pada sepeda motornya. Kejadian ini terjadi di Jalan Citengkor, Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Ahad (3/10/2021).

AG (34), pemilik motor, warga Kampung Cibatu Tengah RT 027/04, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menuturkan kronologi kejadian pada sekira pukul 20.30 WIB tersebut.

Informasi dihimpun sukabumiheadlines.com, saat itu, AG bersama teman-temannya sedang berkumpul di sebuah rumah kontrakan yang dijadikan base camp di Kampung Kaum Kidul RT 12/04, Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Waktu itu banyak orang ngumpul di base camp, jadi parkiran motor penuh. Akhirnya saya parkir di lahan yang masih kosong tetapi agak jauh dari kontrakan. Waktu lagi ngobrol, tiba-tiba suara alarm motor saya bunyi, saya lihat ada orang lagi berjalan santai dekat motor saya, ketika saya teriak maling, orang itu malah lari,” ujar AG kepada wartawan.

Ia menambahkan, karena terduga pelaku langsung mengambil langkah seribu, maka warga setempat sontak mengejarnya. Sementara, warga lain yang berada di depan, mengadang terduga pelaku. Setelah tertangkap, terduga pelaku menjadi bulan-bulanan massa.

“Lubang kunci sepeda motor saya sudah dirusak, tapi ketika dipaksa menggunakan kunci letter T dan kunci ada pada posisi on, otomatis alarm berbunyi karena kunci aslinya ada di saya. Mungkin orang itu pura-pura tidak tahu, tapi waktu diteriakin maling, dia jadi panik dan lari, akhirnya tertangkap warga,” AG menambahkan.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Cisaat, Iptu Maulana Arif mengatakan, terduga pelaku berinisial BN (31), warga Kampung Manggis RT 01/02, Desa Manggis, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

BN berhasil diamankan petugas dari amukan massa. Polisi yang datang berhasil melindungi terduga pelaku yang sudah babak belur terlebih dahulu dihakimi massa.

“Petugas sempat memberikan tembakan peringatan dalam mengamankan terduga pelaku dari amukan massa. Setelah kita selidiki ternyata terduga pelaku merupakan residivis yang baru keluar dari tahanan,“ kata Maulana.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi, yaitu satu unit kendaraan roda dua jenis Honda Beat Street dengan no pol F 2987 Q W.

“Kasusnya saat ini sedang dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Cisaat,” pungkas Maulana.

Berita Terkait

Daftar nama lulus seleksi calon pimpinan Baznas Kota Sukabumi 2026-2031
PT KKB Sukabumi disidak dugaan gunakan tenaga kerja asing ilegal
Hari ini Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi mulai reses, jaring aspirasi warga
Penduduk Kota Sukabumi 12,5% Gen Z
Duta Besar Palestina kunjungi Ponpes Yatim di Sukabumi
31 tahun tubuh digerogoti belatung, keluarga Ahmad Yani terharu dijenguk Bupati Sukabumi
Pengakuan warga terima daging kurban dari Bupati Sukabumi: “Surprise!”
Anjlok 12,23%, rincian pendapatan daerah Kabupaten Sukabumi Mei 2026

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:24 WIB

Daftar nama lulus seleksi calon pimpinan Baznas Kota Sukabumi 2026-2031

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:55 WIB

PT KKB Sukabumi disidak dugaan gunakan tenaga kerja asing ilegal

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Hari ini Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi mulai reses, jaring aspirasi warga

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:49 WIB

Penduduk Kota Sukabumi 12,5% Gen Z

Senin, 1 Juni 2026 - 22:25 WIB

Duta Besar Palestina kunjungi Ponpes Yatim di Sukabumi

Berita Terbaru

Dua pemain Timnas Palestina Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah - Ist

Internasional

Otoritas Israel culik 2 pemain sepak bola putri Timnas Palestina

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:04 WIB

Tempe buatan perajin di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com

UMKM

Jerit perajin tempe di Sukabumi dipicu Rupiah jeblok

Kamis, 4 Jun 2026 - 23:55 WIB