Masjid Al Munawaroh Kadudampit, mengintip detail bangunan bersejarah di Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teras Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi - Ist

Teras Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi - Ist

sukabumiheadline.com – Sebuah masjid yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah sumber menyebut jika masjid ikonik tersebut dibangun sejak 1941, atau empat tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Disebut ikonik sebab desain arsitektur Masjid Al Munawaroh yang terletak di Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, ini memiliki kekhasan seperti halnya bangunan-bangunan peninggalan zaman Belanda yang sangat kentara.

Kusen jendela Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi
Kusen jendela Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi – Ist

Selain kusen pintu dan jendela yang masih dipertahankan, masjid bersejarah ini juga masih menggunakan keramiknya, sehingga terkesan jadul dipandang, namun antik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun sudah mendapat tambahan dan sentuhan di banyak bagian, seperti atap canopi dibagian teras, namun kekhasan arsitektur masjid ini bak saksi bisu masa penjajahan Belanda di Indonesia, khususnya di Sukabumi.

Pintu masuk Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi
Pintu masuk Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi – Ist

Masjid Al Munawaroh dibangun para tokoh masyarakat pada saat itu, yakni H Harmami, H Basar, Hj Fatimah dan Hj Rukoyah yang semuanya merupakan keturunan H Arif.

Karena dibangun pada 1941, tidak mengherankan jika arsitektur masjid tersebut berarsitektur gaya Belanda, dan masih terawat hingga kini, meskipun berulangkali dicat.

Kusen jendela Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi
Kusen jendela Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi – Ist

Struktur bangunan masjid ini cukup kuat karena dibangun dari beton dan batu. Pada bagian penyangga bangunan, tampak masih tetap kokoh menopang atap bangunan yang sudah tak lagi muda.

Namun demikian, masjid ini tetap terlihat bersih dan terawat, serta selalu ramai digunakan shalat berjamaah dan aktivitas keagamaan lainnya. Tak heran jika pada bagian teras masjid ini juga dipasangi sajadah, karena sudah tidak muat menampung jemaah yang datang.

Teras Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi dipasangi sajadah
Teras Masjid Al Munawaroh, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi dipasangi sajadah – Ist

Namun, siapa sangka jika pada perang merebut kemerdekaan, masjid ini pernah difungsikan sebagai tempat menyembunyikan senjata para pejuang Indonesia.

Masjid Al Munawaroh hingga saat ini masih ramai digunakan untuk beribadah dan dakwah Islam.

Berita Terkait

Bukan hanya punya wilayah terluas, Sukabumi juga kabupaten terbanyak masjid
Hotman Paris bangun masjid, Habib Ja’far yang beri nama
Foto-foto Ruben Onsu shalat di Sukabumi untuk pertama kali usai mualaf
Ramadhan di Masjid Baitul Kurnia Banten, didedikasikan untuk miliarder asal Sukabumi, Wu Lai Tjang
Surade juara, 10 kecamatan di Sukabumi punya masjid terbanyak dan sedikit
Viral kubah Masjid bentuk Baret Hijau TNI Bintang 4, ternyata pesanan Panglima TNI
Melihat miniatur Kabah di Kampung Haji BPKH Sukabumi, jadi tempat wisata religi hingga resepsi
Ribuan masjid dan mushala di Kabupaten Sukabumi, berapa gereja, pura dan vihara? Ini rincian per kecamatan

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Masjid Al Munawaroh Kadudampit, mengintip detail bangunan bersejarah di Sukabumi

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:58 WIB

Bukan hanya punya wilayah terluas, Sukabumi juga kabupaten terbanyak masjid

Jumat, 25 April 2025 - 10:00 WIB

Hotman Paris bangun masjid, Habib Ja’far yang beri nama

Selasa, 8 April 2025 - 01:15 WIB

Foto-foto Ruben Onsu shalat di Sukabumi untuk pertama kali usai mualaf

Jumat, 28 Maret 2025 - 20:11 WIB

Ramadhan di Masjid Baitul Kurnia Banten, didedikasikan untuk miliarder asal Sukabumi, Wu Lai Tjang

Berita Terbaru