Angka ideal total fertility rate dan menghitung jumlah balita di Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi balita - sukabumiheadline.com

Ilustrasi balita - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Angka ideal Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kelahiran Total menurut Open Government Data, adalah 2,1. Angka ini dianggap sebagai tingkat penggantian penduduk (replacement level) yang memungkinkan populasi tetap stabil—cukup untuk menggantikan kedua orang tuanya tanpa menyebabkan ledakan jumlah penduduk atau penurunan populasi yang drastis.

Definisi TFR menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (usia 15-49 tahun).

Mengapa harus 2,1?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka 2,0 hanya menggantikan dua orang tua, namun tambahan 0,1 (atau lebih) diperlukan untuk mengakomodasi faktor mortalitas anak sebelum mencapai usia reproduksi, seperti diakibatkan bencana alam, perang, dan sebab lainnya.

Meskipun idealnya 2,1, Indonesia telah mencapai penurunan TFR yang signifikan, dengan beberapa daerah seperti Jakarta memiliki TFR jauh di bawah 2,0.

Dampak TFR yang terlalu rendah (\(< 2,1\)) berisiko menyebabkan aging population (penuaan penduduk) dan penurunan jumlah angkatan kerja di masa depan. Angka di atas 2,1 menunjukkan pertumbuhan penduduk, sedangkan di bawah itu menunjukkan penurunan populasi.

Balita: Kelompok dan pengertian 

Ilustrasi ibu menggendong bayinya pascalahiran - sukabumiheadline.com
Ilustrasi ibu menggendong bayinya pascalahiran – sukabumiheadline.com

Balita (bawah lima tahun) adalah anak berusia 12 hingga 59 bulan (1-5 tahun) yang berada dalam masa pertumbuhan pesat, sering disebut masa prasekolah. Fase ini krusial untuk perkembangan fisik, motorik, kognitif, dan sosial-emosional.

Balita membutuhkan nutrisi seimbang untuk mendukung perkembangan kognitif dan fisik yang optimal.

Memantau tumbuh kembang di Posyandu atau dokter spesialis anak secara rutin sangat penting untuk mendeteksi dini jika ada gangguan perkembangan.

Jumlah balita di Kabupaten Sukabumi

Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir - sukabumiheadline.com
Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir – sukabumiheadline.com

Dilansir dari Halodoc, balita terbagi menjadi kelompok baduta (Bawah Dua Tahun): 0-2 tahun. Batita (Bawah Tiga Tahun): 1-3 tahun, dan balita (Bawah Lima Tahun): 1-5 tahun.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (5/5/2026), jumlah balita dibagi menjadi kelompok usia 0 – 4 tahun, terdiri dari 114.898 jiwa balita laki-laki dan 110.284 jiwa perempuan, total 225.182 jiwa. Sedangkan, bayi berusia 5 tahun sebanyak 22.088 laki-laki dan 21.229 perempuan, total 43.317 jiwa.

Dengan demikian, total jumlah balita di Kabupaten Sukabumi hingga Desember 2025, sebanyak 268.499 jiwa, terdiri dari 136.986 balita laki-laki dan 131.513 balita perempuan.

Untuk informasi, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi 2025 adalah 2.852.107 jiwa, terdiri dari 1.444.445 laki-laki dan 1.407.662 perempuan.

Jumlah tersebut bertambah 24.083 jiwa dibandingkan jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi 2024, yakni sebanyak 1.433.378 laki-laki dan 1.394.646 perempuan, total 2.828.024 jiwa.

Jika tidak dikendalikan, tingginya angka kelahiran anak membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, terutama memicu ledakan penduduk, meningkatkan beban ekonomi keluarga, dan menciptakan tekanan besar pada sumber daya alam serta infrastruktur sosial.

Dampak lainnya meliputi meningkatnya angka pengangguran, penurunan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta potensi kemiskinan yang lebih tinggi.

Karakteristik umum balita

Ilustrasi Gen Beta atau generasi beta - sukabumiheadline.com
Ilustrasi Gen Beta atau generasi beta – sukabumiheadline.com

Perkembangan Fisik: Pertumbuhan berat dan tinggi badan yang progresif, mulai belajar berlari, melompat, dan menaiki tangga.

Perkembangan Kognitif & Bahasa: Rasa ingin tahu yang tinggi, mulai berbicara dalam kalimat pendek, dan imajinasi mulai berkembang.

Kemandirian: Mulai mencoba melakukan segalanya sendiri (“batita” atau toddler sering dikaitkan dengan fase ini, 1-3 tahun).

Kebutuhan dasar balita

Nutrisi: Makanan gizi seimbang (contoh: menu PMT di Halodoc).

Imunisasi: Melengkapi imunisasi dasar dan lanjutan sesuai panduan Kemenkes.

Stimulasi: Bermain aktif untuk merangsang kognitif dan motorik.

Berita Terkait

Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG
5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua
5 fakta Jembatan Cipamuruyan Sukabumi: Biaya, spesifikasi hingga curhat pengusaha ke KDM
Update jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi 2026 dan 5 tahun terakhir
Anjlok! Merinci posisi pinjaman bank pengusaha Sukabumi tiga tahun terakhir
Kota Sukabumi bukan tempat ideal untuk ditinggali
PLTA Ubrug Sukabumi 1 dari 5 pembangkit listrik tertua di Indonesia
KRL Bogor-Sukabumi hadir, mulai 1 Juli KA Pangrango dilengkapi Kereta Ekonomi New Generation

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 03:21 WIB

Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:30 WIB

5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:00 WIB

5 fakta Jembatan Cipamuruyan Sukabumi: Biaya, spesifikasi hingga curhat pengusaha ke KDM

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:26 WIB

Update jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi 2026 dan 5 tahun terakhir

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:42 WIB

Anjlok! Merinci posisi pinjaman bank pengusaha Sukabumi tiga tahun terakhir

Berita Terbaru