Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengangguran sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pengangguran sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi menempati posisi ke-10 persentase jumlah pengangguran terbesar, yakni 7,23 persen. Untuk diketahui, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi pada Semester I 2025, sebanyak 2.889.139 jiwa (Badan Pusat Statistik/BPS). Dengan demikian jumlah pengangguran sekira 208.884 jiwa. Baca selengkapnya: Update jumlah pengangguran di Kabupaten Sukabumi, rangking berapa?

Sementara itu, menurut data yang sama, BPS 2025/2026 yang diperbaharui November 2025, persentase pengangguran di Kota Sukabumi sebesar 8,19 persen. Angka tersebut menempatkan Kota Sukabumi di posisi ketiga terbesar. Baca selengkapnya: Kota Sukabumi juara 3 jumlah pengangguran terbesar

Dampak tingginya angka pengangguran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi, 10 besar dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, dan kota menempati posisi ketiga, dapat berdampak luas pada individu, masyarakat, dan negara, mencakup penurunan kesejahteraan, meningkatnya kemiskinan, dan beban psikologis (stres, depresi), serta memicu kriminalitas dan ketidakstabilan sosial-politik.

Hal itu dipicu ketidakmampuan memenuhi kebutuhan hidup dan ketidakpuasan terhadap pemerintah, sekaligus menghambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi pendapatan negara dari pajak, dan menurunkan produktivitas nasional.

Selain itu, keterampilan juga bisa menurun karena tidak digunakan, dan negara harus mengeluarkan biaya lebih untuk jaminan sosial dan keamanan.

Yanuar Nugroho Ph.D, dosen Universitas Gajah Mada (UGM) yang juga seorang aktivis, menekankan bahwa tantangan utama pengangguran saat ini adalah ketidaksesuaian (mismatch) antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri. Ia berpendapat bahwa institusi pendidikan harus mampu menyimbangkan antara kemampuan akademis dan keterampilan praktis (skill) agar lulusannya dapat terserap oleh pasar kerja.

Baca Juga :  Progres pembangkit listrik super besar, di Sukabumi PLTA Cibuni 3 dan PLTA Cimandiri 3

“Di era industry 4.0 ini kampus harus bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan pasar. Kurikulum kampus harus nyambung dengan kebutuhan lapangan kerja. Kemampuan akademis dan skill harus seimbang,” katanya, dikutip sukabumiheadline.com dari laman ksp.go.id, Kamis (22/1/2026).

Ia menekankan dampak struktural pengangguran yang dapat memicu kemiskinan, kesenjangan, konflik sosial, dan menurunnya kualitas hidup. Untuk itu, ia mengusulkan revitalisasi kawasan industri dan pendidikan vokasi.

Yanuar juga dari menyoroti implikasi seperti deindustrialisasi yang memicu masalah sosial. Selain itu, tingginya angka pengangguran juga akan berdampak luas pada ekonomi, karena pertumbuhan terhambat, pendapatan negara turun, dan kemiskinan naik.

“Di sisi lain, dampak sosial berupa kriminalitas meningkat, kesenjangan sosial melebar, konflik sosial, penurunan kesejahteraan, dan dampak psikologis seperti stres, hilangnya harga diri, isolasi.”

Berita Terkait: Kota Sukabumi juara 3 jumlah pengangguran terbesar

Dampak terhadap ekonomi

Ilustrasi dua orang pencari kerja sedang melamun - sukabumiheadline.com
Ilustrasi dua orang pencari kerja sedang melamun – sukabumiheadline.com

Sejumlah catatan dirangkum sukabumiheadline.com, juga menyebut tingginya angka pengangguran akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang melambat, di mana output aktual di bawah potensi, investasi menurun, dan daya saing berkurang. Akibatnya, pendapatan negara akan berkurang dari pajak individu dan perusahaan.

Baca Juga :  Satu di Sukabumi, ini daftar 7 perusahaan tertua di Indonesia

Di sisi lain angka kemiskinan akan meningkat, akibat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, utang meningkat, dan bisa berujung tunawisma. Pada gilirannya, beban keuangan negara akan membengkak, karena harus memberikan subsidi dan program jaminan sosial lainnya.

Berita Terkait: Update jumlah pengangguran di Kabupaten Sukabumi, rangking berapa?

Dampak sosial dan politik

Ilustrasi tindak kriminalitas di jalanan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi tindak kriminalitas di jalanan – sukabumiheadline.com

Sementara itu dampak sosial dan politik dari tingginya angka pengangguran, dirinci sebagai berikut:

  • Kriminalitas Meningkat: Dorongan ekonomi membuat sebagian orang melakukan kejahatan seperti pencopetan, perampokan.
  • Kesenjangan Sosial dan Politik: Ketidakpuasan publik dapat terhadap pemerintah akan memicu demonstrasi, konflik, hingga ketidakstabilan politik.
  • Penurunan Kesejahteraan & Kualitas Hidup: Stres dan tekanan psikologis mempengaruhi kesehatan dan kehidupan keluarga.
  • Hilangnya Keterampilan: Keterampilan yang tidak digunakan akan menurun atau hilang seiring waktu.

Dampak psikologis

Ilustrasi pria mengalami depresiasi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pria mengalami depresiasi – sukabumiheadline.com

Bagi seorang pengangguran, dampak psikologis yang akan dirasakan adalah menurunnya harga diri di hadapan keluarga dan warga di mana ia tinggal.

Muncul rasa malu, apatis, dan stigmatisasi lainnya yang potensial muncul akibat kehilangan peran sosial di masyarakat, atau secara sadar akhirnya memilih melakukan pengunduran diri dari interaksi sosial.

Berita Terkait

Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?
Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek
Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 03:36 WIB

Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:01 WIB

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131