Apakah Hari Besar Konghucu? Warga Sukabumi Wajib Tahu 5 Hal tentang Cap Go Meh

- Redaksi

Minggu, 12 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perayaan Cap Go Meh di Kota Sukabumi. l Istimewa

Perayaan Cap Go Meh di Kota Sukabumi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Ribuan warga Kota Sukabumi, Jawa Barat turut memeriahkan perayaan Cap Go Meh. Meskipun hanya dirayakan warga Tionghoa, namun tak urung setiap kemeriahannya selalu mengundang warga lainnya untuk menyaksikan.

Tak mengherankan jika pada Sabtu (11/2/2023) ribuan orang berjubel menyaksikan kemeriahan Cap Go Meh di sekitar kawasan Vihara Widhi Sakti, Jl. Pajagalan No.20, Nyomplong, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi.

Untuk lebih memahami apa itu perayaan Cap Go Meh, berikut adalah 5 hal Cap Go Meh dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Kenapa disebut Cap Go Meh?

Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang bila diartikan secara harafiah bermakna 15 hari atau malam setelah Imlek. Cap memiliki arti sepuluh, Go adalah lima, dan Meh berarti malam. 

Festival Cap Go Meh sendiri bisa dibilang merupakan penutup perayaan Imlek yang jatuh pada 22 Januari 2023, sehingga malam ke lima belas atau perayaan Cap Go Meh akan jatuh pada Ahad, 5 Februari 2023.

Baca Juga :  Akhir pelarian guru ngaji asal Sukabumi cabuli 8 santri perintah Nyai Ratu dibekuk di Kalimantan

Untuk diketahui, penyebutan perayaan Cap Go Meh ini hanya digunakan masyarakat Tionghoa di Indonesia dan Malaysia. Hal itu karena karena pengaruh bahasa Hokkien.

Sedangkan, di negeri asalnya, Cap Go Meh disebut Yuan Hsiao Cieh (Yuánxiojié) atau Shang Yuan Cieh (Shàngyuánjié).

2. Sejarah Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh telah dilakukan sejak abad ke-17 Masehi pada masa Dinasti Han di Tiongkok. Cap Go Meh mulanya diperingati untuk menghormati Dewa Thai Yi.

Pada awalnya perayaan festival lentera atau Cap Go Meh ini hanya dilakukan secara tertutup oleh Keluarga Kaisar.

Sementara secara internasional Cap Go Meh dikenal dengan festival Lentera atau festival lampion yang menjadi puncak dan akhir dari perayaan Tahun Baru Imlek.

3. Kapan sembahyang Cap Go Meh?

Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Sukabumi.

4. Kegiatan Cap Go Meh

Baca Juga :  Berujung ricuh, ini 11 tuntutan, demo mahasiswa Sukabumi

Dilansir dari China Highlights, saat Cap Go Meh banyak lentera digantung, dinyalakan dan diterbangkan, kembang api pun akan memeriahkan perayaan Cap Go Meh. Orang-orang juga akan menonton tarian naga di jalan dan anak-anak akan menjawab teka-teki lentera.

Cap Go Meh dirayakan dengan mengadakan parade dan arak-arakan di sepanjang jalan.

Berbagai tradisi dilakukan dalam kemeriahan Cap Go Meh, mulai atraksi barongsai hingga pelepasan lentera. selain itu, pawai barongsai identik dengan perayaan Imlek.

Pada perayaan Cap Go Meh hidangan yang biasa disantap adalah Tangyuan atau Yuanxiao bola-bola beras ketan yang direbus dalam sup manis.

Selain itu, kegiatan makan bersama biasa dilakukan dalam lingkungan keluarga masyarakat Konghucu. Beberapa makanan khas Cap Go Meh adalah lontong Cap Go Meh, jeruk mandarin, kue keranjang (Nian Gao), hingga wedang ronde, onde-onde dan telur teh.

5. Apakah Cap Go Meh hari besar Konghucu?

Dikarenakan Cap Go Meh dirayakan pada tahun baru Imlek, maka perayaan ini dapat dinyatakan adalah hari raya agama Konghucu atau Kongzili.

Berita Terkait

Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual
Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi
Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah
14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 23:55 WIB

Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual

Senin, 23 Februari 2026 - 00:57 WIB

Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:21 WIB

1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:00 WIB

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131