sukabumiheadline.com – Sejumlah truk sumbu tiga yang membandel ditindak jajaran Satlantas Polres Sukabumi. Penindakan dilakukan karena mereka nekad beroperasi pada H+4 libur Lebaran 1447 H, Rabu (25/3/2026).
Penindakan dilakukan di Exit Toll Bocimi Seksi 2 di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, demi menjaga kelancaran arus balik dan keselamatan pengguna jalan.
Di tengah meningkatnya arus balik Lebaran, petugas Satlantas Polres Sukabumi masih menemukan sejumlah kendaraan angkutan barang sumbu tiga yang melanggar aturan pembatasan operasional. Mereka tetap beroperasi meski telah ada larangan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga kementerian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kanit Turjawali Polres Sukabumi, IPTU M. Yanuar Fajar, mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, khususnya di jalur padat seperti area Exit Toll Bocimi.
“Jadi saat ini masih suasana arus balik, kami melihat ada beberapa sumbu tiga yang masih beroperasional. Demi kenyamanan pengguna jalan, bagi keamanan para pemudik maupun para wisatawan, kami melakukan tindakan keras yang terukur dengan melakukan penilangan terhadap kendaraan sumbu tiga yang masih operasional,” ungkap Yanuar, kepada para awak media.
Lebih jauh Yanuar Fajar menambahkan, “Di lapangan petugas masih menemukan kendaraan yang memaksakan diri tetap beroperasi meski aturan pembatasan sudah diberlakukan secara nasional sesuai SKB tiga kementerian,” kata dia.
“Selain penindakan, petugas juga memberikan imbauan kepada para sopir angkutan barang agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama,” imbuhnya.
Menurutnya, keberadaan kendaraan sumbu tiga di masa arus mudik dan balik berpotensi memicu kemacetan hingga kecelakaan.Secara tidak langsung.
“Saya menyampaikan bahwa pembatasan operasional kendaraan sumbu roda tiga kemungkinan masih diberlakukan hingga akhir pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang diperkirakan berakhir pada 29 Maret pukul 24.00 WIB,” jelas dia.
Terpantau kondisi arus lalu lintas di jalur Cibadak-Sukabumi hingga saat ini relatif normal.
Namun, petugas membuka kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way apabila kondisi di lapangan mengharuskan, guna menjaga kelancaran arus kendaraan.









