sukabumiheadline.com -. Jawa Barat adalah provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, Jawa Barat menjadi provinsi kunci di Indonesia.
Per semester I-2024, jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 50,49 juta jiwa. Artinya, Tanah Pasundan menyumbang 17,87% dari total populasi nasional. Hampir seperempat.
Bandung adalah ibukota Jawa Barat. Tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, Kota Kembang juga sejak lama menjadi kota/kabupaten terkaya di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bandung turun kelas
Pada kuartal II-2024, posisi Bandung tergeser alias turun kelas ke posisi kedua. Kini adalah Kota Bekasi yang menjadi kota/kabupaten terkaya di Tatar Pasundan.
Pendekatan ini diukur berdasarkan Produk Regional Domestik Bruto (PDRB). Pada kuartal II-2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB Kota Bekasi bernilai Rp279 triliun. Berhasil menyalip Kota Bandung dengan PDRB Rp221 triliun.
Di posisi ketiga ada Kabupaten Karawang dengan PDRB Rp187 triliun. Kemudian di posisi keempat, Kota Bogor dengan PDRB Rp176 triliun. Sementara di posisi kelima, ada Kabupaten Bandung dengan PDRB Rp92 triliun.
Untuk informasi, Kota Depok dengan PDRB Rp55 triliun menempati posisi keenam.
Peran besar Jawa Barat
Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf pernah berujar bahwa menyelesaikan masalah Jawa Barat sama dengan menyelesaikan sebagian masalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pernyataan yang tentu ada benarnya, karena provinsi ini memang tidak kaleng-kaleng.
Di bidang ekonomi, mengutip data Badan Pusat Statistik atau BPS, pencapaian Jawa Barat pun tidak bisa disepelekan. Data BPS menyebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat pada 2022 adalah Rp21,54 triliun. Jawa Barat menduduki posisi kedua, hanya kalah dari DKI Jakarta (Rp40,27 triliun).
Kemudian dari sisi investasi, Jawa Barat juga menjadi tujuan utama investor. Sepanjang semester I2-2024, Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Jawa Barat bernilai US$ 5,28 miliar. Ini menjadi yang tertinggi se-Indonesia.
Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), nilainya adalah Rp49,18 triliun. Jawa Barat menempati peringkat kedua di bawah DKI Jakarta (Rp69,33 triliun).
Sedangkan dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), Jawa Barat menyumbang 12,86% dari PDB nasional pada kuartal II-2024. Dalam hal ini, Jawa Barat berada di posisi ketiga di bawah DKI Jakarta dan Jawa Timur.