Banting Stir Usaha Kuliner di Sukabumi, Omset Usaha Milik Ganjar Rp5 Juta per Hari

- Redaksi

Sabtu, 11 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Praputra. l Dok. Pribadi

Ganjar Praputra. l Dok. Pribadi

SUKABUMIHEADLINES.com l CIKOLE – Berawal dari usaha jualan pakaian di Kota Bandung pada 2008-2009, Ganjar Praputra sukses menjual dagangannya hingga ke berbagai wilayah di Tanah Air.

“Namun, setelah masuknya berbagai produk China ke Indonesia, cukup mengganggu usahanya karena produk pakaian China jauh lebih murah. Banjirnya produk-produk China di Indonesia membuat para pengusaha lokal terpukul, dan tidak mampu bersaing.

“Produk pakaian China mereka jual sama dengan harga bahan baku milik kita yang belum jadi. Saya tidak mau mati konyol, lalu saya hijrah ke Kota Sukabumi” ujar Ganjar kepada sukabumiheadlines.com, Sabtu (9/12/2021)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut pria kelahiran 25 mei 1973, di Sukabumi membaca berbagai peluang usaha, banyak usaha yang dicobanya hingga kemudian menemukan tempat strategis di Jalan Siliwangi dan memutuskan membuka usaha kuliner, Kape Gepe.

Baca Juga :  Atap Majelis Ambruk, 9 Rumah Retak di Parungkuda Sukabumi Terdampak Pembangunan Tol Bocimi

“Di Jalan Siliwangi pada saat itu banyak usaha kuliner, saya melihat kalau di suatu daerah ada usaha yang sedang berkembang lalu kita mengikuti dan menambah usaha tersebut biasanya akan maju dan berpotensi,” terangnya.

Ia menambahkan, seiring berjalannya waktu, berbagai inovasi dan promosi-promosi hingga akhirnya usaha kuliner Kape Gepe dikenal di Kota Sukabumi.

“Tentunya dengan prpduk makanan yang selalu update tiap waktu, juga kita pernah melakukan inovasi, yaitu pada 17 juli 2017, Kape Gepe buka 24 jam selama 1.000 hari,” tambah dia.

Masih menurut Ganjar, dengan inovasi tersebut pengunjung selalu ramai terutama di malam hari, hingga Kape Gepe lebih dikenal banyak orang.

Baca Juga :  Usaha Pertamini di Sukabumi Terancam Bangkrut, Pembelian Pertalite Dibatasi 80 Liter

Tidak sampai di situ, pada saat pandemi Kape Gepe melebarkan sayap usanya dengan membuka food court di Jalan Kabandunngan, juga menambah usaha baru, Ayam Potong Kape Gepe.

Lanjutnya, bermodalkan dukungan dari teman-temannya, serta tambahan sedikit modal finansial yang ada, usaha kuliner Kape Gepe berkembang pesat.

“Sehari bisa habis minimal 300 porsi, ya kalau dirupiahkan rata – rata perhari pendapatan sekitar 5 juta Rupiah” ujarnya.

Ia berharap kepada seluruh pengusaha yang ada di Kota Sukabumi jangan pernah kendor untuk terus bersemangat dan berinovasi di masa pandemi.

“Rezeki bukan kita yang mengatur, selalu ada jalan dalam setiap usaha,” tandas Ganjar.

Berita Terkait

Ada BLT Rp300 ribu, warga Sukabumi wajib tahu 8 fokus Dana Desa 2026 sesuai Permendesa 16/2025
Belanja online fesyen lokal berkualitas di Elizabeth, ada ribuan produk dan gratis ongkir
Cara mendapatkan pupuk bersubsidi di Sukabumi sesuai HET
Ini lho jenis-jenis sumbangan bebas pajak di Indonesia
Kilang minyak Sukabumi kapan? 6 proyek Danantara groundbreaking Januari 2026, ini kata Mensesneg
Menanti IPO Persib di Bursa Efek Indonesia tawarkan 45% saham, ini penjelasan OJK
Dana Desa 2025-2026 larinya ke mana? Begini menurut BPK, Kemenkeu dan Permendes
Resmi! Daftar UMSK Jabar 2026 hasil revisi, Sukabumi Rp3,850 juta

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:15 WIB

Ada BLT Rp300 ribu, warga Sukabumi wajib tahu 8 fokus Dana Desa 2026 sesuai Permendesa 16/2025

Kamis, 8 Januari 2026 - 04:12 WIB

Belanja online fesyen lokal berkualitas di Elizabeth, ada ribuan produk dan gratis ongkir

Kamis, 8 Januari 2026 - 03:27 WIB

Cara mendapatkan pupuk bersubsidi di Sukabumi sesuai HET

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:39 WIB

Ini lho jenis-jenis sumbangan bebas pajak di Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:01 WIB

Kilang minyak Sukabumi kapan? 6 proyek Danantara groundbreaking Januari 2026, ini kata Mensesneg

Berita Terbaru