SUKABUMIHEADLINE.com l PALABUHANRATU – Meski belum banyak di ketahui, Komunitas Forum Siaga Bencana Palabuhanratu (Siberu) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tetap aktif berkegiatan sesuai tujuan pendiriannya.
Kiprahnya dalam kegiatan sosial, terutama kebencanaan, tidak diragukan lagi. Hampir dalam setiap terjadi bencana, para relawan Siberu ini selalu hadir membantu melakukan evakuasi.
Andri Firmansyah, Bendahara Siberu mengungkapkan, forum atau wadah kumpulan masyarakat yang memiliki jiwa sosial tinggi, ini dibentuk pada 10 Februari 2021 lalu. Komunitas didirikan dalam untuk membantu mengurangi dan menanggulangi risiko bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Siapapun boleh masuk Siberu, di sini sudah banyak gabung, ada dari komunitas motor, berbagai organisasi, dari RAFI, suporter bola juga ada, rata rata itu mereka aktif dan berjiwa sosial tinggi,” ujar Andri kepada sukabumiheadline.com pada Ahad (13/2/2022).
Untuk bergabung dengan Siberu, menurutnya, tidak ada persyaratan khusus, hanya saja harus orang-orang yang memiliki hati ikhlas. “Dalam arti membantu manusia lain dalam memanusiakan manusia. Alhamdulillah untuk saat ini anggota tersebar dari kabupaten dan kota, kurang lebih 80 orang,” jelasnya.
Masih kata Andri, adapun induk dari Siberu adalah Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas Pos SAR Sukabumi. “Harapan kami dengan adanya Siberu ini, bisa lebih bersinergi dengan pemerintah khususnya BPBD, BNPB, dunia usaha, media, akademik dan masyarakat dalam mengembangkan teori pentahelik dala. penanggulangan risiko bencana,” terangnya.
Saat ini, lanjut Andri, di akuinya secara legalitas Siberu memang masih sangat muda. Namun, secara kegiatan, sejak awal sudah tancap gas bergerak membantu dalam hal penanggulangan kebencanaan.
“Inspirasi membentuk ini karena kami prihatin, ketika melihat komunitas relawan kebencanaan kalau ada kejadian besar itu datangnya dari kota, dari wilayah lain, sementara di Palabuhanratu, orang orang yang memiliki jiwa sosial tinggi itu banyak, cuma belum ada wadahnya,” bebernya.
“Makannya Siberu didirikan, sebagai wadah teman-teman yang mempunyai hati mulia. Membantu tidak harus dengan materi, bisa dengan pemikiran, ide ide yang bisa dikerjakan,” sambungnya.
Andri menegaskan, Siberu bergerak tidak hanya saat ada kejadian bencana saja, sejumlah kegiatan sosial lainnya telah dilaksanakan, seperti penghijauan hutan yang sudah gundul.
“Kegiatan penghijauan guna mengurangi risiko bencananya, juga mengikuti BPBD saat terjadi bencana sampai pasca bencana, kami terus berjalan,” tandasnya.