sukabumiheadline.com – Banyak film genre road trip, dengan plot protagonisnya menyusuri perjalanan panjang, justru bisa membuat millenial Sukabumi tidak ingin bepergian.
Menyaksikan banyaknya tantangan yang dihadapi karakter protagonis favorit, membuat kita ingin menetap di rumah saja.
Tentunya, ada juga film-film yang berdampak sebaliknya: film yang membuat kita ingin mengenakan double denim lalu keliling ke sudut-sudut tersembunyi di muka bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Film dari genre road trip menggugah imajinasi millenial Sukabumi untuk berfantasi tentang hidup yang glamour dan berbahaya, sekaligus jauh dari rasa bosan.
Berikut lima film road trip terbaik versi Amuse.
1. It Happened One Night (1934) Sutradara: Frank Capra

Walaupun tentunya orang tua akan selalu menasehati kita supaya tidak nebeng mobil orang asing, numpang di bak truk atau pick up petani yang ramah ternyata menyenangkan dilakukan. Dalam film komedi It Happened One Night, pengalaman tokoh utama menumpang mobil orang asing mendatangkan banyak keuntungan.
Karakter utama diperankan Claudette Colbert, seorang sosialita muda yang kebingungan tanpa kartu kredit ayahnya yang tajir. Jangan Pesan penting dari film ini, saat bepergian sendirian naik bus, agar tidak galau, bayangkan saja orang sebelahmu itu cowok ganteng atau cewek cantik.
2. Bonnie and Clyde (1967) Sutradara: Arthur Penn

Pasangan kriminal legendaris ini akan menjadi standar bagi pasangan-pasangan lain dalam kultur kontemporer, seperti Bardot/Serge Gainsbourg dan Beyonce/Jay Z. Film Bonnie and Clyde mengangkat kisah nyata tentang perjalanan seorang perempuan penuh semangat dan seorang buronan.
Sekarang, semua kritikus menganggapnya sebagai cerita klasik sepanjang masa. Sosok kriminal dimabuk cinta dalam film ini diperankan Faye Dunaway dan Warren Beatty.
Kepribadian dua karakter yang bertolak belakang menghasilkan banyak aib-aib yang terungkap, aksi tembak-menembak, dan tentunya ketegangan seksual. Film ini berusaha menggambarkan betapa Bonnie dan Clyde sebetulnya gak pernah berniat mencelakai orang lain.
3. Kings of the Road (1976) Sutradara: Wim Wenders

Film ini adalah seri ketiga dari “Trilogi Road Movie” karya Wenders. Film ini juga yang paling puitis diantara film-film lainnya yang bernuansa sangat suram dan gelap. Cerita berpusat pada sosok pekerja mekanik proyeksi asal Jerman Barat yang sibuk bekerja di teater perbatasan Jerman Timur.
Ketertarikan Wenders dengan teatrikal dan orang-orang aneh dimulai oleh film ini—satu dekade kemudian Wings of Desire menceritakan seorang atlet sirkus gantung yang kesepian dan di 2011, sang sutradara menampilkan koreografi avant-garde Pina Bausch.
4. Thelma and Louise (1991) Sutradara: Ridley Scott

Tokoh protagonis film ini kuat, lancang, sensitif, berani, namun juga penuh kasih sayang. Film ini mendobrak bagaimana sebelumnya perempuan selalu dipandang sebagai obyek seksual dan akhirnya menampilkan dua tokoh utama perempuan yang kompleks dan kuat, mampu masuk dan keluar dari berbagai masalah lewat daya upayanya sendiri.
Dua perempuan mematikan, Thelma and Louise, ini menandai semacam perubahan dalam elemen modernisasi dari jenis karakter femme fatale. Film ini saya yakin mendorong ribuan ibu rumah tangga yang bosan segera mengepak barang, mengajak kawannya, lalu menenggak tequila dalam petualangan mereka di jalanan.
5. The Adventures of Priscilla, Queen of the Desert (1994) Sutradara: Stephan Elliott

The Adventures of Priscilla berhasil menangkap kebosanan kehidupan suburban yang mencekik di Negeri Kanguru. Mereka melakukannya secara introspektif, penuh humor, dengan karakter-karakter yang ingin kabur dari masyarakat yang kaku sebelum akhirnya justru mengalami perselisihan satu sama lain.
“Priscilla” merupakan bus berwarna ungu yang dikemudikan tiga perempuan garang dari Sydney ke resort gurun, Alice Springs. Di lokasi wisata ini, mereka tampil di sebuah acara drag queen.
Film ini mengingatkan kita bahwa setiap road trip akan dihiasi dengan tantangan dan drama, tapi dengan sikap dan pilihan fashion yang tepat, kamu bisa sukses.