Bisnisnya Bertebaran di Sukabumi, Adu Kaya Bos Indomaret vs Alfamart

- Redaksi

Rabu, 6 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bos Alfamart, Djoko Susanto dan bos Indomaret, Anthoni Salim. l Istimewa

Bos Alfamart, Djoko Susanto dan bos Indomaret, Anthoni Salim. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Warga Sukabumi, Jawa Barat tentunya sudah terbiasa berbelanja di minimarket Alfamart atau Indomaret. Dua nama yang merajai jaringan waralaba di Indonesia.

Meskipun jaringan keduanya hampir selalu ada di setiap kecamatan di Sukabumi, namun mayoritas warga Sukabumi tidak mengenal siapa pemilik Alfamart dan Indomaret. Terlebih lagi, jumlah harta kekayaan kedua bos minimarket tersebut.

Informasi dihimpun, diketahui bos Indomaret, Anthoni Salim berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Sedangkan, bos Alfamart, Djoko Susanto berasal dari Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, benarkah kekayaan kedua pria yang menyandang predikat crazy rich Indonesia ini jika digabungkan mencapai ratusan triliun Rupiah?

Harta Kekayaan Bos Alfamart, Djoko Susanto

Djoko Susanto diketahui merupakan pengusaha kelahiran Jakarta, 9 Februari 1950. Artinya, pria keturunan Tionghoa yang memiliki nama asli Kwok Kwie Fo tersebut memasuki usia 73 tahun.

Pengusaha 5 anak ini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes.

Pendiri Alfamart ini menempati peringkat 10 sebagai orang terkaya di Indonesia. Sedangkan, di peringkat dunia, Djoko Susanto sendiri menempati posisi ke-661.

Baca Juga :  Muhammadiyah luncurkan minimarket syariah MentariMart, tertarik?

Namun siapa sangka, Djoko Susanto saat masa remajanya, 17 tahun, kerap membantu usaha kedua orang tuanya di warung makan sederhana di dalam sebuah pasar di Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, ia bisa sukses mendirikan minimarket Alfamart yang berada di bawah PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. dan hingga kini terus berkembang dengan memiliki 19.000 gerai minimarket di seluruh Indonesia. Bahkan, Alfamart juga memiliki sekira 1.200 gerai di Filipina.

Mengutip data forbes.com, bos Alfamart ini memiliki harta kekayaan sebesar Rp4,3 miliar dolar AS atau setara Rp65,5 triliun, tepatnya Rp65.553.500.000.000 (kurs Rp15.245).

Harta Kekayaan Bos Indomaret, Anthoni Salim

Selain sebagai bos Indomaret, Anthoni Salim juga merupakan CEO Indofood, produsen makanan terbesar di Tanah Air. Bahkan, Indofood juga merupakan salah satu produsen mie instan terbesar di dunia.

Anthoni Salim sendiri merupakan salah satu anak dari mendiang Sudono Salim atau Liem Sioe Liong (pendiri Salim Group) yang dulu merupakan taipan yang selama puluhan tahun begitu dekat dengan Presiden Soeharto.

Baca Juga :  Pria Ini Mencuri di Indomaret Sukalarang Sukabumi, Kasir Harus Tanggung Akibatnya

Anthoni Salim kemudian tidak hanya mendirikan Indomaret tapi juga mewarisi dan memimpin Salim Group yang bergerak di bidang investasi, ritel, makanan, perbankan, energi, dan telekomunikasi.

Untuk informasi, saham yang dimiliki keluarga Salim yakni di perusahaan Indofood, perusahaan investasi First Pacific yang tercatat di Bursa Efek Hongkong, dan perusahaan telekomunikasi PLTD di Filipina.

Anthoni Salim saat ini menjadi pemimpin PT Indomarco Prismatama yang menaungi Indomaret yang sudah 21.801 gerai.

Dengan segudang bisnisnya yang terserah di berbagai bidang di Tanah Air dan dunia, menempatkan Anthoni Salim dan keluarga di posisi ke-5 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Data Forbes menyebutkan pada 2022 harta kekayaan Anthoni Salim dan keluarganya mencapai 7,5 miliar dolar AS. Kemudian pada 4 September 2023, harta kekayaannya sendiri sebesar 5,98 miliar dolar AS atau setara Rp91,1 triliun rupiah atau tepatnya Rp91.142.376.000.000.

Dengan begitu, harta kekayaan bos Indomaret jauh lebih banyak dibandingkan bos Alfamart. Jika digabungkan, harta kekayaan keduanya mencapai Rp156,6 triliun.

Berita Terkait

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat
32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak
Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan
Upah buruh Iran naik 60 persen jadi 166 juta Rial Iran meskipun sedang perang
Syarat, cara dan jadwal daftar Sarjana Penggerak Kopdes Merah Putih 2026
Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat
Pertamina jamin ketersediaan BBM Sukabumi dan Cianjur, program spesial di Palabuhanratu
Perusahaan tak bayar THR? Buruh Sukabumi bisa mengadu ke Pemprov Jabar

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:56 WIB

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:00 WIB

Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:00 WIB

Upah buruh Iran naik 60 persen jadi 166 juta Rial Iran meskipun sedang perang

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:41 WIB

Syarat, cara dan jadwal daftar Sarjana Penggerak Kopdes Merah Putih 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131