sukabumiheadline.com l Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi memamerkan capai terbaru mereka dalam unggahan di laman media sosial (medsos) Facebook resminya.
Tampak dalam foto, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami dan Wakil Bupati Iyos Somantri memamerkan keberhasilan Pemkab Sukabumi meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI Kategori Nindya Tahun 2022.

Berita Terkait: Ironi Kabupaten Sukabumi 3 Kali Raih Penghargaan Kota Layak Anak, Apa Itu KLA?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga kepada Marwan Hamami, di Hotel Padma Semarang, pada Sabtu 22 Juli 2023 lalu.

Capaian tersebut juga di-posting oleh akun Sukabumi Kabar Baik dengan menggunakan Facebook berbayar (bersponsor), sehingga berhasil mendapatkan respons lebih banyak dari warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Namun Sayangnya, sebagian besar komentar warga malah mengeluhkan kondisi jalan rusak di berbagai kecamatan.

“Jalan masih seumur nu rusak pak wkwk (jalan masih banyak yang rusak, pak – red),” tulis akun Rifki Alfarizi.
Berita Terkait: Pemkab Sukabumi Diganjar KLA, 6 Bulan 2021 Kasus Kriminal Dominan Pencabulan Anak
Keluhan jalan rusak yang diungkapkan oleh warganet terlihat dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.
“Masih banyak lagi yang harus menggunakan kata LAYAK jalan kabupaten masih banyak yg blm LAYAK,” tulis akun Dandan Hardian.

“Kabar buruk x (nya-red). Masa prestasi minim di beri penghargaan… Betulin dulu yg bener, jln2 kabupaten Sukabumi,” tulis akun Edi Rahaedi di kolom komentar.
Selain itu, ada juga yang mengeluhkan biaya kesehatan untuk keluarga tidak mampu. “Jalan byk yg rusak perlu di tinjau ulang Dan kesehatan gratis utk warga yg kurang mampu,” kata Depe Dias menimpali.

Berita Terkait: Kabupaten Sukabumi Sebagai Kota Layak Anak, Antara Prestasi, Klaim dan Realita
Selain jalan rusak dan kesehatan, ada juga warga yang mengeluhkan kondisi sekolah dasar negeri rusak di daerahnya.

“Coba dong pak, tengok SDN Bantargebang di Kecamatan Bantargadung aktivitas belajarnya juga di halaman sekolah karena di dalam sekolahnya khawatir ambruk, jadi bikin tenda aja di depan sekolah,” tulis akun Enung Nur Hayati.