Bupati Subang ngamuk ke sopir tronton yang melintas pada jam dilarang, kok Sukabumi tidak?

- Redaksi

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, memarahi sejumlah sopir truk tronton melintas pada jam yang dilarang - Istimewa

Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, memarahi sejumlah sopir truk tronton melintas pada jam yang dilarang - Istimewa

sukabumiheadline.com – Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, memarahi sejumlah sopir truk tronton melintas pada jam yang dilarang. Dilihat dari video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, ia meluapkan emosinya karena truk-truk tersebut melintas sebelum jam 20.00 WIB.

Bupati Subang periode 2025-2030, itu turun langsung setelah terjadi kemacetan panjang pada jam pulang kerja. Ia yang melakukan pengecekan ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor, kemudian turun dan menghampiri sopir truk yang juga terjebak kemacetan tersebut.

Hey! Tahu gak, sebelum jam 8 malam mobil truk tidak boleh lewat!” hardik Reynaldi sambil memukul pintu truk, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (16/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ke pinggir semua di depan!” serunya sambil menunjuk ke arah depan truk.

Reynaldi kemudian kembali berseru yang menyatakan kasihan warganya yang terjebak kemacetan panjang.

“Lihat warga saya. Kasihan mereka,” hardik Reynaldi.

Berita Terkait: Pak Polisi, Ayo Berani Tilang Truk Aqua!!! Selengkapnya baca: Di Sukabumi Muncul Petisi: Pak Polisi, Ayo Berani Tilang Truk Aqua!!! 

Reynaldi kemudian langsung meluncur ke pool truk. Ia mendapati tidak semua sopir truk melintas pada jam yang dilarang tersebut. Diketahui, ada tiga sopir truk yang nakal, melanggar aturan larang melintas sebelum pukul 20.00 WIB.

Baca Juga :  Catatan 100 Hari Bupati dan Wabup Sukabumi, 5 Lelucon Silent Center Disnakertrans

Lantas, kenapa Bupati Sukabumi tidak melakukan langkah serupa?

Perda Nomor 17 tahun 2013

Menurut catatan sukabumiheadline.com, Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sukabumi Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Sukabumi, juga mengatur jam melintas truk-truk berukuran besar di Sukabumi.

Diketahui, pada Bab IV tentang Pengawasan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 6, berbunyi:

Ayat (1): Pengawasan arus lalu lintas jalan sebagaimana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dilakukan melalui kegiatan pengaturan arus lalu lintas di lokasi rawan kemacetan, rawan kecelakaan dan lokasi yang diperlukan pengaturan lalu lintas oleh OPD yang membidangi perhubungan.

Ayat (2): Pengawasan lokasi berhenti dan parkir di jalan dan luar jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dilakukan melalui kegiatan pengaturan lokasi berhenti dan lokasi parkir di jalan dan di luar jalan pada jalan kabupaten, jalan provinsi dan jalan nasional.

Ayat (3): Pengawasan waktu operasi dan jenis muatan angkutan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c dilakukan melalui: a. penetapan waktu operasi angkutan barang jenis barang hasil tambang, kontainer dan angkutan air minum dalam kemasan dari luar daerah yaitu pada jam 19.00 s.d. 05.00 WIB. b. penetapan waktu operasi angkutan kontainer dan air minum dalam kemasan dalam daerah yaitu pada jam 10.00 s.d 16.00 WIB dan 19.00
s.d 05.00 WIB. Dan c. barang hasil tambang sebagaimana dimaksud dalam huruf a, diangkut dalam kondisi kering.

Berikut adalah bunyi lengkap Perda 17/2013: Perda 17/2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Angkutan Jalan di Kabupaten Sukabumi

Baca Juga :  Cabup dan cawali Sukabumi siapa terkaya? Ini harta kepala daerah terpilih Pilkada Jawa Barat 2024

Namun, meskipun memiliki Perda yang mengatur lalu lintas truk berukuran besar, menurut Founder Lembaga Kajian Kebangsaan, Dewex Sapta Anugerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, tidak pernah serius menegakkannya.

Dewex menyebut butuh nyali besar Bupati Sukabumi untuk menegakkan Perda-perda agar tidak sekadar jadi macan kertas.

“Ada banyak Perda yang hanya di atas kertas. Ancaman tegas, tapi hanya jadi seperti macan kertas, macan ompong. Dalam konteks ini, meskipun ada Perda Nomor 17 tahun 2013, tapi menjadi sia-sia kalau Pak Asep Japar tidak punya nyali,” kata Dewex.

“Kalau kepala daerah, dalam hal ini Bupati Sukabumi, tidak punya nyali, ya repot,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ngeri! Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas
500 korban bencana minta kepastian, KDM ingin Pemkab Sukabumi ajukan ke pemprov
Jangan kira Gedung Sate hanya ada di Bandung, di sini juga ada tapi jadi kantor kades
KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung bakal lewati jalur baru
ODOL haram! Hari ini mulai berlaku truk dua sumbu untuk angkutan barang di Jawa Barat
Jadi tersangka KPK, ini pesan Bupati Bekasi si Raja Bongkar buat Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar libatkan petani dan sekolah di Program MBG
Situs Gunung Padang mulai direkonstruksi total

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:06 WIB

Ngeri! Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas

Senin, 12 Januari 2026 - 13:10 WIB

500 korban bencana minta kepastian, KDM ingin Pemkab Sukabumi ajukan ke pemprov

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:16 WIB

Jangan kira Gedung Sate hanya ada di Bandung, di sini juga ada tapi jadi kantor kades

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:07 WIB

KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung bakal lewati jalur baru

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:08 WIB

ODOL haram! Hari ini mulai berlaku truk dua sumbu untuk angkutan barang di Jawa Barat

Berita Terbaru

Xiaomi 17 Pro Max - Xiaomi

Tak Berkategori

Xiaomi 17 Max meluncur tahun ini, cek review spesifikasi dan harga

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:01 WIB