sukabumiheadline.com – Perseteruan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepertinya masih belum selesai. Jika selama ini pengurus PBNU dan PKB kerap saling sindir, kabar terbaru menyebut jika pengurus organisasi Islam terbesar di Indonesia itu berencana merebut partai yang didirikan oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.
Sebelumnya, salah seorang putri Gus Dur, Yenny Wahid juga melontarkan sindiran kepada Muhaimin Iskandar dengan menyebut jabatan Ketua Umum PKB yang diembannya selama belasan tahun itu, sebagai absolut.
Rekomendasi Redaksi: Sebut Ketum PKB Absolut, Yenny Wahid: Gus Dur Dipecat Cak Imin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara, Sekretaris Jenderal PBNU Gus Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan bahwa PBNU berencana membentuk tim lima atau panitia khusus (pansus) PKB. Pansus ini dibentuk untuk meluruskan sejarah sekaligus mengembalikan PKB ke PBNU selaku pemilik sah.
Menurut mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu, saat ini elite PKB banyak membuat pernyataan yang melenceng dari fatsun awal berdirinya PKB. Bahkan, kata dia, ada upaya yang nyata dan sistematis yang dilakukan elite PKB guna menjauhkan PKB dari struktural NU.
Rekomendasi Redaksi:
- PKB Juara, 5 Besar Perolehan Suara Sementara Pileg 2024 Dapil 2 Kabupaten Sukabumi
- PKB Perkasa, Ini 5 Caleg Peraih Suara Terbanyak di Dapil 6 Kabupaten Sukabumi
- PKB Juara Dapil 6 Kabupaten Sukabumi, Ini 5 Besar Perolehan Suara Sementara Pileg 2024
“PBNU sedang berdiskusi. Jika diperlukan, pembentukan tim lima akan segera dilakukan. Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris. Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB,” kata Gus Ipul melalui keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
Rekomendasi Redaksi: Politikus PKB, Ayah Pria Bunuh Wanita Sukabumi: Minta Maaf dan Ngaku Tak Intervensi
PKB, katanya, didirikan oleh struktur NU, dalam hal ini PBNU hingga ke cabang, MWC dan ranting NU sehingga tanpa struktur NU, PKB tidak akan pernah terbentuk.
Gus Ipul lantas mencontohkan beberapa pernyataan elite-elite PKB yang menganggap bahwa PBNU tidak perlu didengarkan. Padahal, kata dia, tanpa mendengarkan PBNU, PKB terbukti gagal dalam proses pemilihan presiden beberapa waktu lalu.
Rekomendasi Redaksi:
- Kelompok PKB Merah Tolak Koalisi PKB dengan PKS
- Klaim Suara PKB Solid, Pengamat: Cak Imin Pongah
- Ngabalin ke PKB: Lu Siapa Sih?
Sementara itu, tim lima yang akan dibentuk akan menyerupai tim lima yang pada awal reformasi dulu pernah dibentuk PBNU untuk mendirikan PKB. Tim lima ini akan segera diwujudkan jika mendapatkan persetujuan dari Rais Aam KH Miftachul Ahyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
“Kita akan undang bergabung seluruh tokoh, para aktivis NU untuk dimintai pendapatnya terkait hal ini,” imbuhnya.
Rekomendasi Redaksi:
- Dewan Syuro PKB: Minta Menag Jangan Jadi Beban Presiden
- DPC BPPKB Kota Sukabumi: Semua Ormas Saudara Kami
- Warga Sukabumi, Berikut 5 Cara Membedakan BPKB Asli dan Palsu
Isu kudeta terhadap Cak Imin
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, berhembus isu kudeta terhadap Muhaimin Iskandar. Namun, pria yang populer dipanggil Cak Imin itu menyebut ada upaya pembajakan partainya oleh sosok ‘tanpa perahu’ untuk kepentingan Pemilu 2024. Baca selengkapnya: Perang Dingin PBNU vs PKB dan Isu Kudeta Cak Imin
Ia bahkan mengaku tak tahu isu kudeta tersebut. “Enggak dengar saya, enggak pernah dengar saya. Enggak ada. Indikasi ke arah sana enggak ada,” katanya, Rabu (18/5/2022).
Namun, kini kehadiran Pansus PKB sepertinya harus membuat Cak Imin berhati-hati.