22.5 C
Sukabumi
Kamis, Mei 2, 2024

Catatan Sejarah Persikabumi sejak Era Hindia Belanda, Profil, Logo, Prestasi dan Warna Jersey

LIPSUSCatatan Sejarah Persikabumi sejak Era Hindia Belanda, Profil, Logo, Prestasi dan Warna Jersey

sukabumiheadline.com l Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Sukabumi atau populer disebut Persikabumi merupakan salah satu klub sepak bola yang hingga saat ini masih berkutat di Liga 3 Zona Jawa Barat.

Catatan dihimpun dari berbagai sumber, klub kebanggaan warga Kabupaten Sukabumi ini nyaris tak pernah beranjak dari kasta terendah Liga Indonesia.

Padahal, klub ini berusia lebih dari satu abad lamanya. Namun, prestasi seakan tak pernah berpihak ke klub ini.

Tim Persikabumi Sukabumi tengah berlatih. l Istimewa

Profil, Logo dan Jersey Persikabumi 

Persikabumi Sukabumi bermarkas di Stadion Korpri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Persikabumi kembali berkompetisi setelah 2 tahun pembekuan dari PSSI pada tahun 2019. Tim ini berkompetisi di Liga 3 Zona Jawa Barat.

Logo Persikabumi Sukabumi. l Istimewa

Jika Persib Bandung memiliki julukan Maung Bandung dan Pangeran Biru, maka Persikabumi Sukabumi berjuluk Penyu Selatan.

Klub ini pertama kali didirikan pada 23 November 1919 atau 104 tahun lalu. Dengan demikian, Persikabumi didirikan hanya beberapa bulan setelah Persib Bandung berdiri, yakni 5 Januari 1919.

Sebelum berganti nama menjadi Persikabumi Sukabumi, klub ini bernama Soekaboemische Sportvereeniging en Planters Voetbalbond.

Jersey kandang dan tandang Persikabumi Sukabumi. l Istimewa

Di Liga 3, Persikabumi bersaing dengan Perssi Koga Sukabumi. Pertandingan keduanya jika saling berhadapan, disebut sebagai Derbi Sukabumi.

Sejarah Pendirian Persikabumi

Mengutip dari tulisan Akhir Matua Harahap, seorang penulis warga Kota Depok yang saat ini berprofesi sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, sejarah pendirian Persikabumi tidak terlepas dari Perssi Kota Sukabumi.

Hal itu karena sejak awal keduanya, Kota dan Kabupaten Sukabumi merupakan satu wilayah administratif. Karenanya sejarah pendirian kedua tim ini relatif memiliki latar belakang yang sama.

Menurut penelitian Akhir Matua Harahap, lertandingan sepak bola kali pertama di Indonesia (baca: Hindia Belanda) diselenggarakan di Medan. Itu terjadi pada tahun 1893 ketika tim sepak bola (Inggris) di Penang melawat ke Medan untuk bertandingan dengan tim sepak bola (Belanda).

Lalu pada 1896 satu pertandingan sepak bola diadakan di Jakarta (baca: Batavia). Pada tahun 1902 tim sepak bola dari Batavia (BVC) melawat ke Bandoeng untuk melawan tim sepak bola setempat. Setelah perserikatan (bond) pertama didirikan di Batavia yang disebut BVB, kompetisi sepak bola BVB dimulai pada tahun 1904. Itulah awal sepak bola di Indonesia.

Ketika kompetisi sepak bola sudah diselenggarakan di Batavia, Medan, Soerabaja dan Bandoeng.

“Ketika itu, gaung sepak bola belum terdengar di Soekaboemi. Kompetisi yang kerap diadakan di Soekaboemi baru pacuan kuda saja,” jelas Akhir Matua Harahap dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (23/12/2023).

Lantas kapan sepak bola kali pertama diadakan di Soekaboemi?

Jawaban pertanyaan ini sudah barang tentu akan sendirinya tersambung dengan sejarah Perssi dan Persikabumi. Untuk itu, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

“Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sezaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain,” jelas Akhir Matua.

Awal Mula Sepak Bola di Sukabumi

Pada hari Ahad, 23 November 1919 bertempat di Huize Schuttevaer, Soekaboemi sekitar 30-40 orang laki-laki dan perempuan untuk membahas kemungkinan dibentuknya serikat olah raga Sukabumi (Soekaboemische sportvereeniging) untuk tujuan mencegah sakit dengan berlatih berbagai cabang olahraga yang menjadi bidang (divisi) yang berbeda.

“Misalnya divisi untuk sepak bola, basket, tenis dan lainnya (lihat De Preanger-bode, 25-11-1919). Lebih lanjut disebutkan asosiasi itu disepakati dibentuk dengan nama Soekaboemische Sportvereeniging,” paparnya.

Selanjutnya, sejumlah orang telah ditetapkan menjadi komite yang akan menyusun proposal untuk dibicarakan dalam rapat mendatang.

“Dalam pertemuan ini terkumpul dana awal sebesar f125 untuk membeli berbagai keperluan. Jumlah anggota yang telah terdaftar sebanyak 75 orang yang mana beberapa orang diantaranya (maha)siswa Cultuurschool,” paparnya.

Pihak Hotel Selabatoe menyatakan kesediaanya untuk memberi kesempatan gratis untuk berlatih bagi anggota asosiasi di lapangan yang mereka miliki.

De Preanger-bode, 25-11-1919
De Preanger-bode, 25-11-1919. l Istimewa

Bagaimana usul pembentukan asosiasi olah raga di Sukabumi ini muncul tidak diketahui secara jelas. Namun belum lama berselang, pada tahun 1918 di Bandoeng diadakan kejuaraan perserikatan sepak bola antar kota (se-Jawa).

Kejuaraan tersebut kali pertama diadakan di Semarang (1914) lalu pada tahun berikutnya diadakan di Batavia (1915). Pada tahun 1916 diadakan di Soerabaja. Pada tahun 1917 kembali Semarang menjadi tuan rumah dan baru kemudian tahun 1918 diadakan di Bandoeng.

Boleh jadi kesempatan ini mulai dimanfaatkan oleh manajemen Hotel Selabatoe untuk membenahi fasilitas olahraganya untuk menjadi daya tarik bagi pengunjung (wisatawan atau lainnya).

Tentu saja daya upaya ini dimaksudkan untuk menambah nilai lebih bagi Hotel Selabatoe dalam persaingan hotel di Soekaboemi. Betul seperti yang diduga. Sebulan kemudian manajemen Hotel Selabatoe memasang iklan di surat kabar (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 27-12-1919).

Selama ini Hotel Selabatoe yang mempromosikan pemandangan yang mempesona dan hanya menyediakan fasilitas tambahan berupa ruang bilyar dan ruang/taman bermain anak-anak.

“Munculnya gagasan olah raga, menjadi sebab Hotel Selabatoe memiliki keunggulan komparatif dibanding hotel lainnya di Soekaboemi. Adanya fasilitas lapangan sepak bola di Hotel Selabatoe mempercepat proses pembentukan salah satu divisi yang dibentuk di asosiasi olah raga Soekaboemi yakni divisi sepak bola. Hotel Selabatoe sendiri paling tidak sudah ada sejak tahun 1901 (lihat De Preanger-bode, 01-05-1901). Sebelumnya hotel ini hanya digunakan sebagai sanatorium,” jelas Akhir Matua Harahap.

PVC Cikal Bakal Persikabumi 

Seperti yang diduga, inisiatif Hotel Selabatoe juga telah menimbulkan minat para pegiat sepak bola lainnya di Soekaboemi untuk membentuk tim sepak bola.

Salah satu tim yang dibentuk adalah tim sepak bola yang beranggotakan para planter (pengusaha perkebunan). Kelak, tim inilah yang menjadi cikal bakal Persikabumi Sukabumi.

Tim sepak bola para planter ini diberi nama Planters Voetbalclub (PVC). Dua tim sepak bola yang terbentuk di Soekaboemi mulai rutin berlatih dan melakukan pertandingan (di lapangan sepak bola Hotel Selabatoe).

Dalam perkembangannya, dua tim sepak bola di Soekaboemi, Persikabumi dan Perssi, mengagendakan untuk mendatangkan tim sepak bola dari Batavia yakni tim KPM (Koninklijke Paketvaart-maatschappij).

Dalam pertandingan yang diadakan di (lapangan sepak bola Selabatoe) Soekaboemi pada tanggal 18 dan 19 April 1920 tercipta keramaian. Dalam dua pertandingan tersebut tim KPM berhasil mengalahkan lawan-lawannya.

“Perusahaan KPM Batavia sendiri dalam hal ini sejak 1892 telah membuka cabang jalur pelayaran yang berbasis di Pelaboehan Ratoe,” ungkapnya.

Pertandingan sepak bola yang dimainkan di Soekaboemi antara tim KPM Batavia melawan de Planters Voetbalclub berakhir dengan skor 2-0 dan pertandingan tim KPM melawan tim Soekaboemische Sportvereeniging dimenangkan oleh KPM 3-1’.

Planters Voetbal Club (PVC) Soekaboemi

Sudah barang tentu permainan sepak bola di Soekaboemi semakin berkembang. Hal ini dipicu oleh perkembangan sepak bola yang pesat di kota-kota besar. Seperti di kota-kota lain, di Kota Soekaboemi permainan sepak bola menjadi situs keramaian.

Beberapa tahun sebelumnya salah satu anggota komite Soekaboemische Sportvereeniging bmengatakan sepak bola akan dibentuk di divisi kepramukaan.

Dalam perkembangannya sekolah pertanian (Cultuurschool) dan sekolah polisi (Politieschool) di Soekaboemi masing-masing telah membentuk tim sepak bola sendiri.

Pada tahun 1923 tim sepak bola KPM Batavia kembali menyambangi kota Soekaboemi.

Besar dugaan kedatangan tim dari Batavia diagendakan dua tim sepak bola utama di Soekaboemi (Soekaboemische Sportvereeniging dan Planters Voetbalclub). Boleh jadi pertandingan mendatangkan tim dari Batavia sebagai wujud penyambutan terhadap pengangkatan Wali Kota (Burgemeester( Soekaboemi yang pertama.

Paketvaart-elftal naar Soekaboemi. Tim KPM seperti yang disebutkan di bawah ini, akan memainkan dua pertandingan masing-masing di lapangan Selabatoe di Soekaboeml pada tanggal 15 dan 16 pukul yang masing-masing dimainkan pada sore hari pukul 4.45 melawan tim Planters dan Sportvereeniging’.

Untuk sekadar catatan, saat itu lama pertandingan hanya 2 kali 30 menit dengan jeda 15 menit (tidak seperti sekarang 2 kali 45 menit).

Klub sepakbola Planters Voetbal Club (PVC) menjadi klub prominen di Soekaboemi. Pada tahun 1926 klub ini menyelenggarakan perayaan kelahirannya (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 02-03-1926).

Disebutkan pada hari Sabtu, Planters Voetbal Club di Soekaboemi merayakan ulang tahun keduanya dengan cara yang meriah. Dari informasi diketahui bahwa Planters Voetbal Club (PVC) secara resmi didirikan pada tahun 1924 meski secara defacto keberadaannya sudah ada sejak tahun 1919.

Dalam perayaan ini (sebagaimana diberitakan Bataviaasch nieuwsblad,     02-03-1926) acara dibuka hari ini dengan makan siang yang menyenangkan di Hotel Selabatoe, di mana orang-orang tetap antusias hingga jam tiga sore.

Bobotoh Persikabumi Sukabumi. l Istimewa

Seperti yang diumumkan bahwa pertandingan akan dimainkan antara PVC dan Sekolah Polisi untuk memperebutkan ‘medali peringatan’.

Pertandingan ini berjalan sangat seru. Wasit memberhentikan pertandingan tepat pada pukul enam sore dengan skor akhir 2-2. Oleh karena tidak ada yang menang medali itu disimpan kembali (mungkin untuk digunakan pada pertandingan yang akan datang, pen).

Penonton sangat ramai. Setelah pertandingan, para pemain dan tamu diundang ke ruang rekreasi Hotel Selabatoe, dimana ketua panitia peringatan Mr Crone dalam pidatonya memuji solidaritas para pemain di Soekaboermsche dan terutama para pemain Planters.

“Pada tahun berikutnya klub sepak bola PVC Soekaboemi kedatangan klub kuat dari Batavia. Klub tersebut adalah Hercules yang bermain di dalam kompetisi perserikatan di Batavia (Bataviasche Voetbal Bond),” papar Akhir Matua Harahap.

Dalam pertandingan yang diadakan satu kali pada hari Sabtu di Soekaboemi klub Hercules berhasil menggasak PBC dengan skor telak, 15-0 (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 21-03-1927).

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer