Di utara Sukabumi macet, pantai selatan gelombang tinggi

- Redaksi

Jumat, 12 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang tinggi di Pantai Selatan Sukabumi. - Istimewa

Gelombang tinggi di Pantai Selatan Sukabumi. - Istimewa

sukabumiheadline.com – Arus kendaraan pada musim libur Lebaran 2024 mulai memasuki wilayah utara Kabupaten Sukabumi, sejak Kamis (11/4/2024) hingga hari ini, Jumat (12/4/2024) siang, terpantau arus lalu lintas padat merayap.

Kepadatan lalu lintas tidak hanya terjadi di Jalan Nasional ruas Sukabumi-Bogor, tetapi juga Jalan Tol Bocimi Seksi 2 dengan exit toll di Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Kendaraan yang didominasi flat nomor B dan F Bogor terus berdatangan dengan tujuan kawasan wisata Pantai Palabuhanratu sejak Kamis siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: 5 Fakta Wisatawan Bogor Tenggelam di Pantai Citepus Palabuhanratu Sukabumi

Sementara, informasi diperoleh sukabumiheadline.com, di kawasan pantai selatan gelombang sedang tinggi. Karenanya, petugas mengimbau para wisatawan yang berkunjung untuk selalu waspada.

Hal itu diungkap Kasat Polair Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar. Ia menyebut ketinggian ombak mencapai 2 meter pada Kamis kemarin. Gelombang tinggi terpantau di Teluk Palabuhanratu dan Karanghawu serta lainnya.

“Informasi yang kami peroleh dari petugas di lapangan, terpantau ombak yang tinggi di kawasan wisata Kebon Kalapa, kemudian Karanghawu, Kecamatan Cisolok. Puncaknya siang atau sore ini,” kata Tenda.

Untuk itu, Tenda mengimbau wisatawan yang mulai berdatangan ke lokasi wisata untuk mematuhi rambu yang sudah dipasang di pesisir. Adapun, rambu berupa bendera merah menandakan lokasi tersebut berbahaya untuk berenang.

“Kami mengimbau agar para wisatawan mematuhi petugas. Selain kepolisian ada Tim Balawista, SAR, TNI yang memandu wisatawan agar tetap aman saat berwisata. Ketika ada larangan, mohon untuk dipatuhi demi keselamatan,” ujarnya.

Berita Terkait

Gudang miras oplosan di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita
UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi
Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Gudang miras oplosan di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Berita Terbaru

Ilustrasi kasir sedang menghitung pembelian dan pajak - sukabumiheadline.com

Regulasi

Pemkot Sukabumi paksa pemilik usaha pasang tapping box

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:26 WIB