Dramatis, Cerita Detik-detik Tubuh Warga Cikakak Sukabumi Ditelan Arus Sungai Cimaja

- Redaksi

Jumat, 20 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com l CIKAKAK – Mardi (58), warga Kampung Gombong Panjang, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, hilang terseret derasnya arus aliran Sungai Cimaja.

Diketahui, Mardi terseret arus Sungai Cimaja saat tengah memancing ikan sidat bersama tiga temannya, Odih (55), Mamat Rohit (40) dan Sarkoni (35) pada Senin (15/5/2022) malam pukul 21.00 WIB.

Tim SAR Gabungan pun langsung melakukan pencarian. Namun, hingga Senin malam jasad Mardi urung ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dramatis, Detik-detik Mardi Terseret Arus Sungai Cimaja

Cerita tentang detik-detik hanyutnya tubuh Mardi diungkap teman memancing sekaligus saksi mata, Odih (55).

Menurut Odih, tubuh Mardi tiba tiba hilang terbawa derasnya arus aliran air Sungai Cimaja. Sebelum peristiwa terjadi, korban sedang bersama dirinya memancing ikan sidat di sebuah lubuk (leuwi).

“Itu kan ada leuwi. Pas saya beresin pancingan, pak Mardi saat itu pas dapat sidat, lalu dimasukan ke dalam karung,” ungkapnya kepada sukabumiheadline.com.

Pada saat bersamaan, temannya yang lain, Mamat, berteriak memberitahu bahwa terjadi luapan air Sungai Cimaja.

“Tiba tiba Mamat teriak, sambil loncat, A aya caah (air besar). Nah di situ langsung beresin pancingan, terus berdiri di atas batu. Tapi air itu langsung meluap besar menerpa saya. Saya diam saja, sambil membaca syahadat dan doa doa apalah. Banyak yang dibaca,” sambungnya.

Saat itu, lanjut Odih, posisi Mardi berada di dekatnya karena sejak awal air sungai mulai besar memang sudah mengikutinya, sambil berpegangan pada pakaian milik Odih.

“Dia ada di dekat saya. Saya bilang, jangan pegang baju, sambil berdiri kuda kuda. Lalu saya loncat, pindah ke batu yang lain. Kalau Mardi masih diam di batu yang sebelumnya saya diami itu,” kenang Odih.

Baca Juga :  Peluang Usaha untuk Pemuda Sukabumi, Mangkuk Pelepah Pinang untuk Ganti Styrofoam

Saat itulah, tiba-tiba batu yang didiami Mardi diterjang air yang cukup deras. Odih berusaha membantu dengan cara memegang tangan Mardi.

“Saya coba bantu. Saya pegang tangannya, tapi karena air sangat besar, lepas pegangan saya,” kenang Odih.

Sejurus kemudian, Odih pun fokus kepada dirinya. Ia berusaha sekuat tenaga memeluk batu karena luapan air semakin membesar menerjang tubuhnya.

“Sambil berdoa sebisa saya, istighfar juga sampai beberapa kali. Badan saya diterjang air cukup deras, tapi saya terus berusaha pegangan yang kuat,” imbuhnya.

Hingga sekira empat jam kemudian, luapan air sungai mulai surut, mulai dari pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB. Selama itu pula ia berpegangan pada batu yang cukup besar sambil berdoa agar air cepat surut.

Setelah air surut, Odih kembali bisa melompat ke batu semula, yang didiami Mardi. Namun, ia sudah tidak melihat Mardi di batu tersebut.

“Nangis saya. Pas balik lagi ke batu semula, kang Mardi sudah tidak ada, saat air makin surut, baru saya bisa pindah ke tempat aman. Alhamdulillah kemudian bisa pulang dan langsung laporan ke RT dan pak Kades,” terangnya.

Sempat Berpikir Terjadi Tsunami

Diungkapkan Odih, saat terjadi luapan air Sungai Cimaja itu, ia sempat berpikir telah terjadi tsunami.

“Saat kejadian air tiba tiba besar, saya pikir itu tsunami, gemuruhnya air itu besar saya liat, banyak ranting ranting dan dahan pohon juga ikut terseret arus. Padahal, di tempat kejadian, saat itu gak ada hujan,” bebernya.

Menurut Odih, musibah tersebut diluar prediksi dirinya karena mereka biasa memancing sidat saat cuaca sedang cerah.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Resmikan Kabupaten Sukabumi Command Center

“Biasanya kan gak apa apa karena pas mancing itu cuaca cerah. Gak tahu bakal terjadi seperti itu, air sungai tiba tiba besar seperti tsunami gitu,” tutur Odih.

Dituturkan Odi lebih jauh, alasan dirinya bersama Mardi dan dua rekannya yang lain memancing di lokasi tersebut karena memang dikenal banyak terdapat sidat.

“Di lokasi kejadian itu banyak ikan sidat dan itu bukan pertama kali memancing di lokasi tersebut karena sebelumnya juga biasa mancing bareng sama kang Mardi,” ungkap Odih.

Odih mengenang, air tiba tiba meluap, dirinya belum mendapatkan ikan sidat satu ekor pun. Sebaliknya, justru Mardi yang berhasil memancing sidat berukuran besar.

“Saya belum dapat ikannya waktu itu teh, malah kang Mardi yang sudah dapat mah. Lumayan besar,” pungkas Odih.

Penjelasan Tim SAR Gabungan

Pencarian pun dilanjutkan pada keesokan harinya. Namun, tetap nihil. Bahkan, hingga Kamis (19/5/2022), Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan jasad Mardi.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikakak Agus Mahardika mengungkapkan, Tim SAR Gabungan telah melalukan upaya pencarian menyisir dengan pemantauan mulai dari lokasi kejadian hingga muara sejauh kurang lebih 6 kilometer.

“Proses pencarian dimulai tadi pagi (Kamis) sekita pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, tapi masih nihil. Namun, untuk joran pancing milik pak Mardi sudah ditemukan,” ungkapnya pada Kamis petang.

Dijelaskan Agus, upaya Tim SAR Gabungan akan kembali melakukan pencarian pada Jumat (20/5/2022) pagi, dengan melibatkan puluhan personel, dibantu masyarakat serta keluarga korban.

“Mudah-mudahan pak Mardi segera diketemukan. Mohon doanya,” pinta Agus.

Berita Terkait

Kabupaten Sukabumi bukan favorit investor, meskipun punya jalan tol dan SDM/SDA melimpah
Sejarah, konsesi 50 tahun dan persentase pemegang saham Jalan Tol Ciawi-Sukabumi
Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?
Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek
Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:13 WIB

Kabupaten Sukabumi bukan favorit investor, meskipun punya jalan tol dan SDM/SDA melimpah

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:30 WIB

Sejarah, konsesi 50 tahun dan persentase pemegang saham Jalan Tol Ciawi-Sukabumi

Senin, 9 Februari 2026 - 03:36 WIB

Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:01 WIB

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131