Gegara Ada yang Buang Celana Dalam Kotor, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

- Redaksi

Senin, 15 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Gede - Istimewa

Gunung Gede - Istimewa

sukabumiheadline.com l Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango kembali ditutup usai viral aksi pendaki buang celana dalam kotor. Informasi diperoleh, pendakian kembali ditutup pada 15 Mei 2023. Didasarkan pada surat edaran nomor 6/BBTNGGP/tek.2/05/2023.

Sekedar diketahui, perilaku tidak bertanggungjawab oknum pendaki kembali terjadi, setelah ditemukan celana dalam yang terdapat tinja di kawasan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango.

Celana dalam tersebut ditemukan pendaki lain dan viral di media sosial. Sebagian besar pengguna media sosial menyayangkan ulah pendaki yang tidak bertanggungjawab dan mengotori Gunung Gede Pangrango.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu dibenarkan Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Agus Deni. Menurutnya, penutupan dilakukan lantaran berbagai hal, seperti perilaku pendaki dan maraknya pendaki ilegal.

“Selain itu juga pertimbangannya karena kondisi cuaca buruk di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menyebabkan tergenangnya Alunalun Suryakencana,” jelas Agus.

Diungkapkan Agus, pendakian akan kembali dibuka setelah evakuasi dan perbaikan manajemen pendakian secara menyeluruh.

“Ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dalam rangka evaluasi dan perbaikan manajemen pendakian,” kata dia.

Karenanya, Agus mengimbau para pendaki agar cerdas dan mengikuti prosedur pendakian serta mengikuti aturan yang berlaku.

“Kami imbau menjadi pendaki cerdas. Mendaki secara prosedural melalui pendaftaran resmi dan jaga lingkungan konservasi, tidak melanggar aturan atau kami akan tindak tegas bagi mereka yang melanggar,” harap Agus.

Senada dengan Agus, Kepala Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ( TNGGP) Sapto Aji Prabowo membenarkan jika jalur pendakian Gunung Gede ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.

Menurut Sapto, kondisi TNGGP beberapa waktu lalu menjadi penyebab keputusan penutupan itu dilakukan. Menurutnya, sikap para pendaki tak sesuai dengan kaidah-kaidah pendakian di Gunung Gede.

“Kemarin viral beberapa kali pendakian melampaui kuota yang ditentukan, sampah numpuk, buang air tidak ditutup lagi. Sekarang banyak ya ingin memenuhi atau membuat konten di medsos asal mendaki saja tidak tahu kaidah-kaidah konservasi,” ujarnya.

“Tentu itu PR kita juga dan harus ada komitmen juga dari para penggiat dan stakeholder, mereka harus melakukan pendakian sesuai kaidah-kaidah konservasi,” sambungnya.

Berita Terkait

Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah
Putusan MK soal anggaran MBG dan pendidikan dipisah, DPR: Bukti RI bukan negara kekuasaan
BGN pastikan program MBG Rp15 ribu per porsi tak turunkan kualitas menu
Survei capres SMRC: Elektabilitas Prabowo tertinggal dari KDM, Anies ketiga
414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara
KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya
Survei SMRC: 13,5% kondisi politik Indonesia baik, 49,4% ekonomi buruk dan sangat buruk
Pernah ribut soal bahasa Sunda, Asep Nana Mulyana jabat Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jampidsus

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 04:25 WIB

Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Putusan MK soal anggaran MBG dan pendidikan dipisah, DPR: Bukti RI bukan negara kekuasaan

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:07 WIB

BGN pastikan program MBG Rp15 ribu per porsi tak turunkan kualitas menu

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:47 WIB

Survei capres SMRC: Elektabilitas Prabowo tertinggal dari KDM, Anies ketiga

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara

Berita Terbaru

Ilustrasi membersihkan masjid - sukabumiheadline.com

Sukabumi

1.654 masjid di Sukabumi terdaftar Program GEBER MAS

Sabtu, 8 Agu 2026 - 20:43 WIB

Ilustrasi kucing jenis Himalaya - sukabumiheadline.com

Khazanah

8 Agustus Hari Kucing Sedunia, kapan tingkat nasional?

Sabtu, 8 Agu 2026 - 20:05 WIB